Afdhal Fikri Mirma
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan, Kelebihan, dan Kelemahan Teka-teki Silang sebagai Instrumen Penilaian Formatif Kemampuan Pasif-Reseptif Kosakata Bahasa Arab Siswa/The Application, Strengths, and Weaknesses of Crossword Puzzles as a Formative Assessment Instrument for Students Ummi Nafi'ah; Afdhal Fikri Mirma; Zera Ilhami
al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/almahara.2021.072-08

Abstract

This study examines the application of crossword puzzles as an assessment instrument because, researchers have the assumption that crossword puzzles have the potential as a formative assessment instrument for elementary school (SD) level. In this study, the authors use a mixed method research which begins with quantitative research and is refined with qualitative research. Quantitative in the form of experiments while qualitative uses descriptive analysis to support the experiments carried out. The research steps were carried out in three stages, namely the preparation, implementation and data analysis stages. Furthermore, there are five kinds of assessment instrument feasibility tests in this study, namely validity, reliability, objectivity, practicality, and economic tests. For the validity test there are some that are invalid so that they become a reference for researchers to see student competence and improve learning for the future, and the reliability test gets a high score of 0.825. Thus, Crossword Puzzle as formative assessment instrument in this research is said to be feasible as a formative assessment instrument in assessing students' passive-receptive vocabulary skills. Keywords: Crossword Puzzle, Formative Assessment Instrument, Arabic Vocabulary Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang pengaplikasian teka-teki silang sebagai instrumen penilaian karena peneliti memiliki asumsi bahwa media teka-teki silang berpotensi sebagai instrumen penilaian formatif untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian mix method yang diawali dengan penelitian kuantitatif dan disempurnakan dengan penelitian kualitatif. Kuantitatif dengan bentuk eksperimen sedangkan kualitatif menggunakan analisis deksriptif untuk mendukung eksprimen yang dilakukan. Langkah-langkah penelitian yang dilakukan sebanyak tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan analisis data. Lebih lanjut, terdapat lima macam uji kelayakan instrumen penilaian dalam penelitian ini, yaitu uji validitas, reliabilitas, objektivitas, praktikalitas, dan ekonomis. Untuk uji validitas terdapat beberapa yang tidak valid, sehingga menjadi acuan peneliti untuk melihat kompetensi siswa dan memperbaiki pembelajaran untuk kedepannya dan uji reabilitas mendapatkan nilai yang tinggi yaitu 0,825. Maka, Teka-teki Silang (TTS) sebagai instumen penilaian formatif dalam penelitian ini diyatakan layak sebagai instrumen penilaian formatif dalam menilai kemampuan pasif-reseptif kosakata siswa. Kata Kunci: Teka-Teki Silang, Instrumen Penilaian Formatif, Kosakata Bahasa Arab
DESAIN PENGEMBANGAN KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH BERBASIS DIFERENSIASI OTAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Studi Perspektif Neurosains) Zaimatuz Zakiyah; Afdhal Fikri Mirma; M. Nur Pahlevi; Nasiruddin
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.61.2868

Abstract

Salah satu fungsi otak adalah sebagai mekanisme pemrosesan bahasa. Fungsi ini pula yang menyebabkan perkembangan bahasa manusia berhubungan dengan perkembangan otak. Lebih lanjut, laki-laki dan perempuan memiliki struktur otak yang berbeda. Perbedaan atau diferensiasi ini berimplikasi terhadap karakter dan pola belajar bahasa yang berbeda pula. Oleh karena itu, memperkaya dan memperluas kurikulum adalah salah satu upaya yang dapat ditempuh lembaga pendidikan untuk memaksimalkan potensi yang ada pada siswa laki-laki (siswa) dan atau siswa perempuan (siswi). Penelitian ini bertujuan untuk merancang sekaligus menawarkan kurikulum pembelajaran bahasa Arab berbasis diferensiasi otak laki-laki dan perempuan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research). Sehubungan dengan itu, data diperoleh dari buku, artikel jurnal, surat kabar elektronik, dan sebagainya. Lalu, data dianalisis dengan analisis deskriptif. Penelitian menemukan tujuan, materi, metode, aktifitas, media, dan penilaian pembelajaran yang dibangun berdasarkan diferensiasi otak laki-laki dan perempuan. Dengan dirancangnya kurikulum ini, peserta didik akan mendapatkan pengalaman belajar sesuai dengan karakter dan potensi yang dimilikinya. Kata kunci: desain, diferensiasi otak, kurikulum, neurosains. pembelajaran bahasa Arab