Dini Agustini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sintesis Keramik Silika Daun Bambu Dengan Metode Sol-Gel Dan Karakterisasi Pada Suhu Kalsinasi 800-1000°C Dini Agustini; Dwi Asmi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i1.1282

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan silika dari bahan dasar daun bambu dengan menggunakan metode sol-gel. Silika sol dari daun bambu diekstraksi dengan menggunakan KOH 1,5 % dan ditambahkan HCl 10% agar didapatkan silika gel. Suhu kalsinasi dimulai dari suhu 800o-1000oC sehingga diperoleh serbuk silika. Serbuk silika dikarakterisasi dengan menggunakan FTIR, XRD dan SEM. Hasil analisis FTIR keramik silika menunjukkan adanya puncak bilangan gelombang dengan gugus fungsi -OH, Si-O-Si dan Si-O. Dilakukan juga analisis FTIR untuk sampel yang telah dikalsinasi. Seiring dengan bertambahnya suhu kalsinasi, puncak yang menunjukkan gugus OH semakin berkurang dan gugus Si-O yang semakin meningkat. Hasil karakterisasi XRD sampel silika sebelum kalsinasi menunjukkan bahwa pola sinar-x memiliki struktur amorf dengan fasa tridymite sedangkan sampel silika yang telah dikalsinasi memiliki struktur kristal dengan fasa crystobalite. Hasil karakterisasi SEM sampel silika sebelum kalsinasi menunjukkan permukaan sampel yang tidak merata sedangkan sampel silika yang telah dikalsinasi menunjukkan bahwa permukaan sampel yang diuji memiliki ukuran butiran yang semakin merata dan bentuk butiran semakin terlihat seragam.
Faktor Risiko Infeksi Menular Seksual : Literature Review Dini Agustini; Rita Damayanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.2909

Abstract

Latar belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual baik melalui vagina, mulut, maupun anus yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau protozoa. WHO memperkirakan pada tahun 2020 setidaknya terdapat 374 juta infeksi baru infeksi menular seksual diantaranya yaitu infeksi bakteri Chlamydia trachomatis (129 juta), Neisseria gonorrhoeae (82 juta), sifilis (7,1 juta), dan Trichomonas vaginalis (156 juta). Infeksi menular seksual memiliki dampak besar di luar dampak langsung dari infeksi itu sendiri seperti dapat menyebabkan penyakit radang panggul, infertilitas, kanker, meningkatkan risiko penularan HIV serta komplikasi pada kehamilan. Penularan IMS dari ibu ke anak dapat mengakibatkan lahir mati, kematian neonatus, berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur, sepsis, konjungtivitis neonatus, dan kelainan bentuk bawaan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko terjadinya infeksi menular seksual. Metode: Metode menggunakan pendekatan literature review dari database Google Scholar dan Scopus. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia muda lebih berisiko mengalami Infeksi Menular Seksual. Perilaku seksual berisiko dapat meningkatkan meningkatkan insiden IMS/HIV untuk wanita etnis minoritas meliputi karakteristik pasangan, faktor lingkungan, negosiasi kondom dan penggunaan kontrasepsi dan alkohol serta penggunaan zat terlarang. Pengetahuan rendah meningkatkan risiko terjadinya IMS. Status ekonomi rendah menyebabkan kurangnya akses ke makanan yang cukup untuk hidup aktif dan sehat yang dapat menghasilkan kesehatan seksual yang buruk. Kesimpulan: Faktor risiko infeksi menular seksual yaitu usia, perilaku seksual berisiko, pengetahuan dan status ekonomi.