Ajeng Sri Rahayu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PESAWAT SEDERHANA Ajeng Sri Rahayu; Dita Amelia
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i5.6068

Abstract

Judging from their development, uses, and roles in the era of disruption, the material on simple machines (levers, inclined planes, pulleys, and wheels and axles) provides education to students based on the principles of simplicity and non-instant learning. Furthermore, the study of simple machines is relevant to challenges that can be turned into opportunities in the era of disruption, including efforts to upgrade curriculum quality, instill values, awareness of changing times, and self-discovery.
NILAI ANAK, GENDER, DAN INDIVIDUALISME: STUDI KUALITATIF SIKAP PRO DAN KONTRA CHILDFREE PADA PASANGAN MENIKAH DI PEKANBARU Ajeng Sri Rahayu; Mita Rosaliza
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena childfree (keputusan untuk tidak memiliki anak) telah bergeser dari sekadar wacana global menjadi realitas sosial yang kontroversial di Indonesia, termasuk di kota-kota menengah seperti Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana pasangan menikah di Pekanbaru memaknai nilai anak, mengonstruksi peran gender, dan menegosiasikan individualisme dalam menentukan sikap pro maupun kontra terhadap childfree. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pasangan menikah yang mewakili spektrum pro dan kontra. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbenturan antara nilai kolektif Melayu-Islam yang memandang anak sebagai kewajiban sosial, emosional, dan religius (penerus keturunan dan investasi akhirat), dengan arus modernitas yang mengedepankan pilihan rasional. Kelompok kontra-childfree tetap mempertahankan hegemoni nilai anak sebagai simbol kesempurnaan keluarga, meskipun mulai bergeser dengan meninggalkan pandangan anak sebagai investasi ekonomi. Sebaliknya, kelompok pro-childfree melakukan dekonstruksi terhadap nilai tradisional, memandang keputusan tanpa anak sebagai bentuk otonomi tubuh, tanggung jawab emosional-psikologis untuk memutus trauma masa lalu, serta strategi adaptasi ekonomi yang realistis di wilayah urban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap terhadap childfree di Pekanbaru bukan sekadar pilihan privat, melainkan hasil negosiasi kompleks antara identitas kultural dan kesadaran individualistik.