Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EVALUASI PERTUMBUHAN, SINTASAN DAN NISBAH KELAMIN HUNA BIRU (Cherax albertisii) DAN RED CLAW (Cherax quadricarinatus) DENGAN PEMBERIAN PAKAN ALAMI DAN PAKAN BUATAN Titin Kurniasih
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 15 No. 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.532 KB)

Abstract

Penelitian untuk mengevaluasi pertumbuhan huna biru Papua (Cherax albertisii) dan huna capit merah Australia (Cherax quadricarinatus/red claw) dengan pemberian pakan alami (Chironomus sp) dan buatan (pelet udang komersial) telah dilakukan di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar Bogor. Penelitian berdurasi tiga bulan (98 hari) bertujuan untuk menemukan daya saing huna lokal Indonesia terhadap huna Australia dan mendapatkan informasi awal mengenai pakan yang sesuai untuk pertumbuhan Cherax sp. Penelitian dilakukan di indoor hatchery, menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor dengan kedua species sebagai faktor pertama, dan perbedaan pakan sebagai faktor kedua. Benih kedua species berumur 2 bulan dipelihara pada akuarium berukuran 60 cm x 50 cm x 40 cm, dengan kepadatan 10 individu per akuarium (30 ind/ m2). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan (pertambahan bobot dan panjang baku, laju pertumbuhan harian), ratio jantan dan betina serta sintasan di antara setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata (p < 0.05) bagi parameter pertumbuhan di antara faktor species (Cherax albertisii dan Cherax quadricarinatus) dan interaksi di antara faktor spesies dan faktor pakan, sedangkan parameter pertumbuhan di antara faktor pakan (pakan alami dan buatan) berbeda sangat nyata (p < 0.01). Tidak ada fenomena sexual dimorfisme untuk individu Cherax sp pada kedua species.Kata kunci: pertumbuhan, sintasan, sexual dimorphisme, Cherax albertisii, Cherax quadricarinatus/redclaw), huna, lobster air tawar.
Analisis Nilai Moral Dalam Cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak Karya Suharno, S. Ip dalam Majalah Djaka Lodang Titin Kurniasih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.951 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur struktural cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilakkarya Suharno, S. Ip dalam majalah Djaka Lodang, dan (2) nilai moral dalam cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak karya Suharno, S. Ip dalam majalah Djaka Lodang.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak karya Suharno S.Ip dalam majalah Djaka Lodang. Objek penelitian ini adalah unsur struktural, dan nilai  moral. Penelitian ini difokuskan pada tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sudut pandang, amanat serta nilai moral dalam cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu kertas pencatat data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, dan teknik pencatatan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik informal.Hasil yang diperolah dari penelitian ini yaitu: (1) unsur struktural cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak memiliki (a) tema: masalah percintaan; (b) tokoh utamanya: Yoga dan Asih, sedangkan tokoh tambahannya: Daru, Yudi, Nunik, Bu Yati; (c) Alur dalam cerbung ini menggunakan alur maju; (d) Latar meliputi latar tempat: Kledung, Omah Bu Yati, Omah Pak Pandusuwita, Bank Permata Kencana, Pategalan, Bandungan Ambarawa, Hotel Candhi Baru Semarang, (e) latar waktu: Pagi hari, Siang hari, Sore hari, Malam hari, (f) latar sosial: sosial keluarga Daru tinggi sedangkan Yoga hanya dari keluarga sederhana; (e) Sudut pandang dalam cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak menggunakan sudut pandang persona ketiga. (h) amanat : jangan mudah percaya terhadap orang dan jangan malu meminta maaf dan mengakui kesalahan. (2)Nilai moral yang terdapat dalam cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak meliputi: (a) hubungan antara manusia dengan Tuhan: berdoa kepada Tuhan, Pasrah; (b) Hubungan antara manusia dengan manusia lain: hormat, cinta, patuh, memberi semangat, peduli terhadap orang lain; (c) Hubungan manusia dengan diri sendiri: setia, yakin, mau mengakui kesalahan, berani, bijaksana.   Kata Kunci: Struktural, Nilai  Moral, cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak
Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yang Diberi Pakan Mengandung Ikan Asin Bawah Standar (IABS) Dengan Kesegaran Berbeda Fitri Ariantini; Rosmawati Rosmawati; Titin Kurniasih
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.832 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kesegaran IABS dalam formulasi pakan terhadap pertumbuhan ikan nila dibandingkan dengan formulasi pakan standar (pakan berbasis tepung ikan). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan nila yang digunakan memiliki berat rata-rata 5,23±0,02 gram dengan padat tebar 20 ekor per   akuarium. Perlakuan pakan yang diberikan yakni pakan berbasis tepung ikan tanpa IABS, pakan mengandung IABS segar dan pakan mengandung IABS  kurang segar. Parameter  yang  diukur  adalah  laju  pertumbuhan spesifik  (LPS),  jumlah  konsumsi  pakan  (JKP), efisiensi pakan (EP), tingkat kelangsungan hidup (SR) dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata (P<0,05) di antara perlakuan untuk parameter LPS dan EP, tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) untuk parameter JKP, SR dan kualitas air. Tingkat kesegaran bahan ikan asin sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan untuk ikan nila, tetapi tidak untuk kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Pemberian IABS segar menghasilkan pertumbuhan dan efisiensi pakan yang sama baiknya dengan pakan standar dan lebih baik daripada pemberian IABS kurang segar.  Kata kunci : IABS, protein, ika nila, pertumbuhan, tepung ikan.
Penggantian Tepung Ikan Dengan Tepung Ikan Asin Bawah Standar Dalam Formulasi Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Heni Nurhasanah; Rosmawati Rosmawati; Titin Kurniasih
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.934 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i2.441

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui level inklusi optimal tepung ikan asin bawah standar dalam formulasi pakan ikan Nila sebagai pengganti tepung ikan. Perlakuan terdiri atas penggunaan tepung ikan asin bawah standar dengan dosis 0%, 4%, 8%, 13%, dan 17%. Laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, konsumsi pakan, tingkat kelangsungan hidup, dan kualitas air telah dievaluasi. Kisaran laju pertumbuhan spesifik, konsumsi pakan, efisiensi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup adalah 2,50-2,58%, 56,84-60,69%, 292,44-297,45 g, dan 97,78-100,00%. Tepung ikan asin bawah standar sebagai pengganti tepung ikan dalam formulasi pakan dapat mengganti sebanyak 17%. Kata kunci: Tepung ikan asin bawah standar, substitusi, Ikan Nila, pertumbuhan, efisiensi pakan, konsumsi pakan
The Use of Blood Flour as a Substitute for Fish Meal in Feed of BEST Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) feri supriadi; rosmawati rosmawati; titin kurniasih
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.498 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i1.1271

Abstract

This research was aimed to determine the optimum level of inclusion of blood flour in feed formulaton of Nile Tilapia as a substitute for fish meal. The materials of this research are a feed and Nile Tilapia with an average weight of 17 g of a total of 120 fingerling. The experiment design has been conducted  were completely random design with 5 treatments and 3 replications. The treatments are the substitution of fish meal with the blood flour of  0%, 25%, 50%, 75%, and 100%. Spesific growth rate, the mount of feed consumption, food efficiency,  survival rate, and water quality has been evaluated.  The results of research showed that spesific growth rate  and food efficiency were significantly different between treatments (P<0.05), and the highest of spesific growth rate  and food efficiency there are on treatment D (the substitution of fish meal with the blood flour of 75%) each 1.75% and 63.45%. The lowest of spesific growth rate  and food efficiency there are on treatment A (the substitution of fish meal with the blood flour of  0%) each 1.42% and 48.98%. The blood fluor as a substitution of fish meal in artificial feed for Nile Tilapia can substitute the fish meal of 100% with level of inclusion of  9% in feed formulation. The combination between the blood fluor and fish meal give the best of  growth performance and feed efficiency. Key words: Nile Tilapia, feed efficiency, survival rate, growth rate
Evaluasi Pertumbuhan Empat Populasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Kolam Percobaan Cijeruk, Bogor Rudhy Gustiano; Titin Kurniasih; Otong Zenal Arifin
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 22, No 3 (2005)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2005.22.3.177

Abstract

The objective of the present study was to obtain good populations of Oreochromis niloticus based on their growth performances. Four populations, i.e GIFT-6, Tempe, Local, and GIFT-3 were used in this study. Sixteen 16 cages laid in four earthen ponds in the Cijeruk Research Installation, Bogor, were used as replication. The results showed that there were no significant difference among four populations for biomass, but a significant difference among populations was observed on length parameter (F < 0.01),in which the local population was the best.