Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SISTEM PEMBELAJARAN TAHFIZ AL-QUR’AN DENGAN METODE SAMĀ‘I DI PPTQ MISBAHUNNUR CIMAHI Fujiyanti Nurlatifah; Fajar Syarif
Jurnal Al-Fatih Vol 4 No 2 (2021): Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 Juli-Desember 2021
Publisher : STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the process of learning tahfiz with the Samā‘i method applied at PPTQ Misbahunnur Cimahi, as we already know that in learning tahfiz Al-Qur'an a method is certainly needed to be applied to achieve the learning objectives, the purpose of this research is to describe the factual conditions of the object under study related to data and information about the process of learning tahfiz Al-Qur'an with the Samā‘i method applied in the pesantren. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques in this study were non-participatory observation, interviews and documentation. The data analysis technique in this study uses the theory of Miles and Huberman. The results of this study indicate that, in the process of learning tahfiz Al-Qur'an at PPTQ Misbahunnur it is carried out longer than other programs, the method used is a combination of Samā‘i , talaqqi, and tasmi methods. especially in online learning.
INTEGRASI NILAI KEARIFAN LOKAL TERHADAP PENANAMANAN NASIONALISME BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Fajar Syarif
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 2, No 02 (2019): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.183 KB) | DOI: 10.36670/alamin.v2i02.26

Abstract

Penelitian ini membuktikan bahwa semakin integritas suatu pembelajaran, maka semakin nasionalis substansi dalam sebuah pendidikan. Derasnya arus globalisasi dikhawatirkan anak berdampak pada terkikisnya rasa kecintaan terhadap budaya lokal. Agar eksistensi budaya lokal tetap kukuh, maka kepada generasi penerus bangsa perlu ditanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Nasionalisme adalah suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai bagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warga negara, etnis, budaya, keagamaan, dan ideologi. Salah satu cara yang dapat ditempuh guru di sekolah adalah dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran Agama Islam di sekolah. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam pembelajaran agama Islam diharapkan nasionalisme siswa akan tetap kukuh terjaga di tengah-tengah derasnya arus globalisasi.. Nasionalisme adalah suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.. Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai bagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warga negara, etnis, budaya, keagamaan, dan ideologi.
Problematika Perbedaan Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Pada Kurikulum 2013 (Studi kasus di SMK Muhammadiyah 1 Ciputat Tangerang Selatan) Wiguna Yuniarsih; Fajar Syarif; Fahruroji Fahruroji
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol 7, No 1 (2022): April
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v7i1.5027

Abstract

The purpose of this study was to describe the difference in KKM scores between majors/skills programs, as well as the inhibiting and supporting factors in Islamic religious education subjects at SMK Muhammadiyah 1 Ciputat, South Tangerang. This study used qualitative research methods. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. While the data analysis technique used descriptive analysis. The results of this study indicate that; 1) The difference in the KKM value of each department with the smallest KKM value of each marketing department is the KKM value for class X 77.67, XI 70.33 and XII 70.33. While the highest KKM value is in the accounting department with a KKM value of class X 80.67, XI 75.67 and XII 76.67. 2) Supporting factors include facilities and infrastructure as well as teachers who master the learning material. While the inhibiting factor is the level of intelligence of students who are different so that the assessment of PAI and BP subjects does not reach the KKM.
Efektivitas Penggunaan “Tablet” Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Siswa Kelas XII SMA Ar-Rahman Qur’anic Learning Islamic School Purwakarta Sunarya Pasady; Haris Renaldi; Hidayati Hidayati; Fajar Syarif; Pahrurraji Pahrurraji
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4835

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana efektivitas penggunaan Tablet terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa Kelas XII SMA AQL Islamic School Purwakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui model etnografi untuk mendeskripsikan penggunaan tablet dalam meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Adapun sumber penelitian ini berupa sumber data primer yang didapatkan melalui observasi secara langsung di SMA AQL Islamic School Purwakarta, mendokumentasikan aktivitas yang terjadi di sekolah serta melakukan wawancara kepada sebagian siswa kelas XII, guru PAI dan Budi Pekerti, guru kesiswaan, wali kelas dan kepala sekolah. Sementara data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal, tesis, data dan artikel yang diperoleh dari internet. Penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Implementasi Penggunaan Tablet di SMA AQL Islamic School Purwakarta kepada siswa kelas XII efektif dalam meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Kedua: Penggunaan Tablet dalam pembelajaran siswa kelas XII SMA AQL Islamic School  Purwakarta berpengaruh kepada peningkatan motivasi belajar siswa, ditandai sebagai berikut: a) penggunaan media Tablet efisien dan efektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti,  b) media Tablet dapat meningkatkan kecerdasan siswa, c) penggunaan media Tablet meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
ESENSI GURU DALAM VISI-MISI PENDIDIKAN KARAKTER Sunarya Pasady; Haris Renaldi; Hidayati Hidayati; Fajar Syarif; Pahrurraji Pahrurraji
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.999 KB) | DOI: 10.30868/ei.v2i03.31

Abstract

Mohammad Natsir, tampaknya percaya betul dengan ungkapan Dr. G.J. Nieuwenhuis yang pernah menyatakan, “Suatu bangsa tidak akan maju, sebelum ada di antara bangsa itu segolongan guru yang suka berkorban untuk keperluan bangsanya.”. Menurut rumus ini, dua kata kunci kemajuan bangsa adalah “guru” dan “pengorbanan”. Maka, awal kebangkitan bangsa harus dimulai dengan mencetak “guru-guru yang suka berkorban”. Guru yang dimaksud Natsir bukan sekedar “guru pengajar dalam kelas formal”. Guru adalah para pemimpin, orang tua dan juga pendidik. Guru adalah teladan. Guru adalah “digugu” (didengar) dan “ditiru” (dicontoh). Guru bukan sekedar terampil mengajar bagaimana menjawab soal Ujian Nasional, tetapi diri dan hidupnya harus menjadi contoh bagi murid-muridnya.