Ike Tri Pebrianti
STKIP Muhammadiyah Pagaralam

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERILAKU VERBAL DAN NONVERBAL DOSEN DALAM UPAYA MEMBERIKAN PENGUATAN PADA MATA KULIAH BERBICARA DASAR TERHADAP MAHASISWA/I DI STKIP MUHAMMADIYAH PAGARALAM Irma Sendy Aristya; Ike Tri Pebrianti
Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 2, No 1 (2018): SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.751 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk perilaku verbal dan nonverbal dosen ketika memberikan penguatan pada mata kuliah berbicara dasar terhadap mahasiswa di STKIP Muhammadiyah Pagaralam, (2) mendeskripsikan dan menganalisis fungsi masing-masing bentuk perilaku verbal dan nonverbal dosen ketika memberikan penguatan dalam mata kuliah berbicara dasar di STKIP Muhammadiyah Pagaralam, dan (3) mendeskripsikan dan menganalisis dampak perilaku verbal dan nonverbal dosen ketika memberikan penguatan terhadap mahasiswa, dalam mata kuliah berbicara dasar di STKIP Muhammadiyah Pagaralam. Penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah dosen pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di STKIP Muhammadiyah Pagaralam khususnya yang mengampuh mata kuliah berbicara dasar. Objek penelitian ini adalah perilaku verbal dan nonverbal dosen ketika memberikan penguatan, yang meliputi: bentuk perilaku verbal dan nonverbal, fungsi masing-masing perilaku verbal dan nonverbal, dan dampak pemberian perilaku verbal dan nonverbal terhadap Mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk perilaku verbal dosen ketika memberikan penguatan adalah bentuk tuturan deklaratif, imperatif, dan interogatif, sedangkan perilaku nonverbalnya adalah gestural, fasial, dan postural; (2) fungsi perilaku verbal dosen ketika memberikan penguatan adalah fungsi ekspresif, direktif, representatif, komisif, dan deklarasi, sedangkan fungsi perilaku nonverbalnya adalah melengkapi dan menekankan; dan (3) dampak perilaku verbal dan nonverbal dosen ketika memberikan penguatan adalah mahasiswa merasa senang dan termotivasi untuk belajar.
ANALISIS NILAI SOSIAL CERITA ANDAI-ANDAI DI KECAMATAN TANJUNG SAKTI PUMI KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN Ike Tri Pebrianti; Selpi Triana
Parataksis: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol. 3 No. 2 (2020): Parataksis: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/parataksis.v3i2.4752

Abstract

ANALISIS NILAI SOSIAL CERITA ANDAI-ANDAI DI KECAMATAN TANJUNG SAKTI PUMI KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN Ike Tri Pebrianti(1), Selpi Triana(2)STKIP Muhammadiyah Pagaralamikek22@yahoo.comselvitriana888@gmail.comABSTRAKCerita rakyat merupakan prosa yang disampaikan secara lisan. Cerita rakyat lebih dikenal masyarakat sebagai dongeng, legenda atau cerita lisan yang berlatar belakang sejarah. Cerita rakyat ini, hidup dan berkembang dalam masyarakat tanpa mengetahui siapa pengarangnya. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah nilai sosial dalam cerita andai-andai di Kecamatan Tanjung Sakti PUMI Kabupaten Lahat Sumatera Selatan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan nilai sosial dalam cerita andai-andai di Kecamatan Tanjung Sakti PUMI Kabupaten Lahat Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat, simak, rekaman, dan studi kepustakaan. Sumber data yang digunakan berupa cerita andai-andai di Kecamatan Tanjung Sakti PUMI Kabupaten Lahat Sumatera Selatan yang diceritakan secara lisan dalam bahasa daerah (Besemah) oleh penduduk asli Kecamatan Tanjung Sakti PUMI Kabupaten Lahat Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan dalam andai-andai “Bawang Puteh nga Bawang Abang” nilai sosialnya adalah kepatuhan anak pada tiri ibunya. Selanjutnya pada andai-andai “Batu Belah Batu betangkup” adalah sikap pelit yang tidak boleh ditiru.Kata Kunci  : Analisis, Nilai, Cerita ANALYSIS OF THE SOCIAL VALUE OF THE IFLS STORY IN KECAMATAN TANJUNG SAKTI PUMI, LAHAT DISTRICT, SOUTH SUMATERA ABSTRACTFolklore is a prose that is conveyed orally. Folk stories are better known to the public as fairy tales, legends or oral stories with historical backgrounds. This folklore lives and develops in society without knowing who the author is. The problem in this research is what is the social value in the supposing story in Tanjung Sakti PUMI District, Lahat Regency, South Sumatra. The purpose of this research is to describe the social value in the ifsay story in Tanjung Sakti District, PUMI, Lahat Regency, South Sumatra. The method used is a qualitative descriptive method. The data collection technique uses the technique of note-taking, listening, recording, and literature study. The data source used was a supposing story in Tanjung Sakti PUMI Subdistrict, Lahat Regency, South Sumatra which was told orally in the regional language (Besemah) by the natives of Tanjung Sakti PUMI Subdistrict, Lahat Regency, South Sumatra. The results showed that the social value of "Bawang Puteh nga Bawang Abang" is the child's obedience to the mother's steps. Furthermore, supposing "Batu Belah Batu betangkup" is a stingy attitude that should not be imitated.Keywords: Analysis, Value, Story 
Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Film Ancika 1995 Karya Pidi Baiq Nopita Sari; Henny Nopriani; Ike Tri Pebrianti
Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe the form of politeness in the film Ancika 1995 by Pidi Baiq. This type of research is qualitative research. The subject of this study is the form of speech or conversation in the dialogue of the film Acika 1995 by Pidi Baiq. Data collection techniques are in the form of listening techniques and note-taking techniques. The data analysis technique in this study uses the work analysis technique. The results of this research concluded that in compliance with the principles of politeness in language through the dialogue or conversations of the characters in the film Ancika 1995, six principles of politeness in language were found to be adhered to, which were divided into compliance with the principle of wisdom in 6 utterances, compliance with the principle of generosity in 7 utterances, compliance with the principle of praise in 10 utterances, adherence to the principle of humility in 4 utterances, adherence to the principle of consensus in 14 utterances and Compliance with the principle of sympathy. a total of 7 utterances, a total of 47 utterances complying with the principles of language politeness.