Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisa Usaha Pengolahan Rajungan (Portunus Pelagicus) Pada Masa Pandemi Covid 19 Handri Jurya Parmi; Junaidi Junaidi; Ria Ashari
JPEK: Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan Vol 5, No 2 (2021): JPEK (Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jpek.v5i2.4062

Abstract

This study aims to determine the feasibility of the ranjungan crab processing business in the hamlet of Pemongkong village, East Lombok district during the covid 19 pandemic. The research method used is a descriptive method with a survey approach. Data collection methods in this study were observation, interviews and questionnaires. The types and sources of data in this study are primary and secondary data. The analytical method used is business analysis with income analysis. The results showed that the ranjungan crab processing business was feasible even though during the covid 19 pandemic in the hamlet of the Pemongkong village, East Lombok district, this can be seen from the total income received which was much greater than the total costs incurred. The ranjungan crab (Portunus pelagicus) processing business is very promising and deserves to be developed
Analisa Dampak Kerusakan Vegetasi Lingkungan Lombok Timur Yang Disebabkan Oleh Usaha Pengomprongan Tembakau Virginia Lombok Di Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Junaidi; Ria Ashari
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 9 No. 1 (2021): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat masih besarnya pengunaan kayu sebagai bahan bakar pengomprongan tembakau virginia lombok maka diasumsikan akan membawa perbandingan yang signipikan terhadap kerusakan vegetasi lingkungan di Pulau Lombok. Sebagai dasar mencari kebenaran ilmiah bahwa kebutuhan untuk satu musim pengomprongan berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang sudah berpuluh tahun menekuni bidang pengomprongan, tidak kurang menghabiskan  78 M3 untuk luas lahan tanam  4 ha pada satu musim. Jadi bisa dikalkulasikan dengan luas lahan perkebunan per musimnya di pulau Lombok dengan asumsi yang aktif  pengomprong menggunakan bahan bakar kayu pada angka 30 %.  Jadi total per musim membutuhkan bahan bakar kayu 78.000 M3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuidampak pengomprongan tembakau virginia lombok terhadap kerusakan vegetasi lingkungan di Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Data primer  dari lapangan dan responden dideskripsikan secara kulitatif, dengan tahapan diawali dengan tabulasi data dan reduksi data untuk selanjutnya data akan dianalisis  dengan metode analisis diskriftif kualitatif. Hasil penelititian ditemukan beberapa dampak: (1) Turunnya jumlah pegetasi, dan tutupan areal di lombok dan terindikasi sampai tutupan lahan hutan tergedradasi terutama kayu keras. (2) Turunnya kualitas lingkungan akibat menurunnya sumber oksigen.(3) Terpicunya perubahan iklim global akitat perubahan iklim lokal dengan tingginya angka penebangaan dan pengembalakan lahan. (4) Meningkatkan perubahan emosional menjadi tentramental dan karakter masyarakat sebagai dampak dari naiknya suhu lingkungan. (5) Berkurangnya estetika dari lingkungan khususnya Pulau Lombok yang semula asri menjadi kering dan kurangnya hijauan dari kayu keras yang bisa memberikan manfaat langsung mapun tidak langsung. Kata kunci:Analisis, Dampak, Pengomprongan ABSTRACT Given the large use of wood as fuel for drying Lombok virginia tobacco, it is assumed that it will bring a significant comparison to the damage to environmental vegetation on Lombok Island. As a basis for seeking scientific truth that the need for one drying season is based on the personal experience of the author who has been in the grouping sector for decades, not less than spending 78 M3 for a planted area of ​​4 ha in one season. So it can be calculated by the area of ​​plantation land per season on the island of Lombok, assuming that the active drying uses wood fuel at 30%. So the total per season requires 78,000 M3 wood fuel. The purpose of this study was to determine the impact of drying of virginia lombok tobacco on environmental vegetation damage in East Lombok, West Nusa Tenggara. Primary data from the field and respondents are described in a qualitative way, with the stages beginning with data tabulation and data reduction, then data will be analyzed using qualitative descriptive analysis methods. The results of the research found several impacts: (1) Decreased number of pegetasi and area cover in Lombok and indicated that forest land cover is degraded, especially hardwood. (2) Decreasing environmental quality due to reduced oxygen sources. (3) The trigger of global climate change is due to local climate change with high rates of logging and land grazing. (4) Increasing emotional changes to be peaceful and character of the community as a result of rising environmental temperatures. (5) The reduced aesthetics of the environment, especially Lombok Island, which was originally beautiful, has become dry and the lack of forage from hardwoods which can provide direct or indirect benefits. Key words: Analysis, Impact, Drying Tobacco.
STUDY TENTANG KERAGAMAN DAN KESERAGAMAN KERANG-KERANGAN DI PERAIRAN LABUHAN HAJI KECAMATAN LABUHAN HAJI KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Ria Ashari; Handri Jurya Parmi
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 10 No. 2 (2022): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v10i2.410

Abstract

The researcher aims to find out, namely: 1) The diversity and uniformity of shellfish in Labuhan Haji waters, 2) The habitat of shellfish in Labuhan Haji waters. The method used in this research is an exploratory method. While sampling using line transects (transect), the research made 4 stationsfourat each station made 10 plots each the distance between the plots is 10 m, plot size 2 m2. For taking samples in each plouseing a tool in the form of a mold and a plastic bag after that count the number of shellfish taken in each plot and write down their identification and type of substrate. The results showed that there was a diversity of shellfish species in Labuhan Haji waters, 7 types of shellfish were found, namely (donax trunculus, donax variegates, donax vittatus and donax curneatus, blunt tellin arcopagia and tellin incarnate, mytilus californianus). (Donax Trunculus) is the dominant species as long as the diversity and uniformity of shellfish species are in relatively low conditions. There are 3 types of shellfish substrates, namely sand substrate, muddy sand substrate, and sandy stone substrate. The highest diversity index value of shellfish can be obtained (0.55) at the third station found species (donax trunculus), while the lowest diversity value is found at station II of (0.26) species (donax trunculus) are found. The uniformity index value at each observation location shows that the range of this index value ranges from (0.10 - 0.16). Keywords: Diversity and Uniformity, shellfish, Waters Abstrak Peneliti bertujuan ingin mengetahui, yaitu : 1) Untuk mengetahui keragaman dan keseragaman kerang-kerangan di Perairan Labuhan Haji, 2) Untuk mengetahui habitat kerang-kerangan di Perairan Labuhan Haji.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif. Sedangkanpengambilan sampel dengan menggunakan cara line transek (transect), penelitian membuat ada 4 stasiun disetiap stasiun dibuat 10 plot tiap jarak antara plot adalah 10 m,ukuran plot 2 m2. Untuk pengambilan pengambilan sampel disetiap plot menggunkan alat berupa cetok dan kantong plastik setelah itu menghitung jumlah kerang-kerangan yang diambil disetiap plot dan menulis identifikasinya serta tipe substratnya. Hasil penelitian bahwa terdapat keragaman jenis kerang-kerangan di Perairan Labuhan Haji, ditemukan 7 jenis kerang-kerangan yaitu (donax trunculus, donax variegates, donax vittatus dan donax curneatus, blunt tellin arcopagia dan tellin incarnate, mytilus californianus). (donax Trunculus) merupakan spesies yang mendominasi selama keragaman dan keseragaman jenis kerang-kerangan berada dalam kondisi relatif rendah.Terdapat 3 tipe substrat jenis kerang-kerangan yaitu substrat pasir, substrat pasir berlumpur dan substrat batu berpasir. Nilai indeks keragaman kerang-kerangan tertinggi dapat diperoleh sebesar (0.55) pada stasiun ketiga ditemukan jenis (donax trunculus), Sedangkan nilai keragaman terendah terdapat pada stasiun II sebesar (0.26) ditemukan jenis (donax trunculus),Nilai indeks keseragaman di tiap lokasi pengamatan menunjukkan bahwa kisaran nilai indeks ini berkisar antara (0.10 - 0.16).
Kontribusi Ibu Rumah Tangga Nelayan Kecil Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga di Subsektor Perikanan Kabupaten Lombok Timur Ria Ashari; Muhammad Joni Iskandar Iskandar; Rizal Ahmadi
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 11 No. 2 (2023): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the contribution and income of fisherman housewives in the fisheries sub-sector activities. The basic research method uses ethnography in a structured way (surveys and interviews). The research sample of 120 fishermen was determined by simple random sampling. The research locations were determined by purposive sampling in six villages including Labuhan Lombok Village, Pringgabaya Village, Tanjung Luar Village, Pijot Village, Jerowaru Village, and Sekaroh Village. The first objective analysis of income is measured using total income minus all the costs incurred by fishermen. While the contribution of fisherman housewives uses the ratio of housewife income to family income. The estimation results show that the contribution of fishing housewives is 36.87 percent to family income of a total family income of Rp. 1,210,000. The average income of fishermen in East Lombok Regency is Rp. 1,880,000. These results show that the percentage of fishermen's income with the contribution of housewives provides greater income than the regional regional minimum wage. Keywords: housewife; contribution; fisherman; income Abstrak Penelitian ini bertujuan analisis kontribusi dan pendapatan ibu rumahtangga nelayan di kegiatan subsektor perikanan. Metode dasar penelitian menggunakan etnografi secara terstruktur (survey dan wawancara). Sampel penelitian sebanyak 120 nelayan ditentukan secara simple random sapling acak sederhana. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling di enam desa antara lain Desa Labuhan Lombok, Desa Pringgabaya, Desa Tanjung Luar, Desa Pijot, Desa Jerowaru, dan Desa Sekaroh. Analisis tujuan pertama pendapatan diukur menggunakan total pendapatan dikurangi dengan seluruh korbanan biaya yang dikeluarkan nelayan. Sementara kontribusi ibu rumahtangga nelayan menggunakan rasio pendapatan ibu rumahtangga terhadap pendapatan keluarga. Hasil estimasi menunjukkan kontribusi ibu rumahtangga nelayan 36,87 persen terhadap pendapatan keluarga dari total pendapatan keluarga Rp. 1.210.000. Rata-rata pendapatan nelayan Kabupaten Lombok Timur Rp. 1.880.000. Hasil ini menunjukkan persentase pendapatan nelayan dengan sumbangsih ibu rumahtangga memberikan pendapatan lebih besar dibandingkan dengan upah minimum regional wilayah. Kata kunci: ibu rumahtangga; kontribusi, nelayan; pendapatan