Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisa Usaha Pengolahan Rajungan (Portunus Pelagicus) Pada Masa Pandemi Covid 19 Handri Jurya Parmi; Junaidi Junaidi; Ria Ashari
JPEK: Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan Vol 5, No 2 (2021): JPEK (Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jpek.v5i2.4062

Abstract

This study aims to determine the feasibility of the ranjungan crab processing business in the hamlet of Pemongkong village, East Lombok district during the covid 19 pandemic. The research method used is a descriptive method with a survey approach. Data collection methods in this study were observation, interviews and questionnaires. The types and sources of data in this study are primary and secondary data. The analytical method used is business analysis with income analysis. The results showed that the ranjungan crab processing business was feasible even though during the covid 19 pandemic in the hamlet of the Pemongkong village, East Lombok district, this can be seen from the total income received which was much greater than the total costs incurred. The ranjungan crab (Portunus pelagicus) processing business is very promising and deserves to be developed
Analysis of the Impact of the COVID-19 Pandemic on Lobster Cultivation Activities (Panulirus spp.) in East Lombok Regency Mohammad Subhan; Junaidi Junaidi
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 11 No. 2 (2022): JAFH Vol. 11 No. 2 June 2022
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v11i2.30128

Abstract

The COVID-19 pandemic has caused lobster cultivators (Panulirus spp.) in East Lombok Regency to try to fulfill their daily needs by looking for other jobs. The purpose of this study was to determine the impact of the COVID-19 pandemic on the sustainability of the lobster cultivation business in East Lombok Regency. The research method used was descriptive qualitative method based on the data generated during the research. Analysis of the data used in this research was the Net Benefit Cost Ratio to determine the amount of net profit from costs and investments. Stakeholder perceptions were analyzed descriptively. The results of the analysis show that the lobster cultivation business is still feasible to do, so it can be concluded that the COVID-19 pandemic has no impact on the sustainability of the lobster cultivation business in East Lombok Regency. To maintain the continuity of lobster cultivation in East Lombok Regency, it is necessary to ensure the availability of feed and guarantee access to marketing.  
IDENTIFIKASI KOMPOSISI VEGETASI MANGROVE DI PESISIR EKAS BUANA KABUPATEN LOMBOK TIMUR SEPTEMBER 2018 Junaidi
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 7 No. 1 (2019): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.523 KB) | DOI: 10.12345/jir.v7i1.90

Abstract

Kawasan mangrove di beberapa wilayah di pulau Lombok mengalami penurunan kuantitas dan kualitas. Permasalahan tersebut disebabkan oleh faktor: pemanfaatan kawasan mangrove secara berlebihan, pengalihan fungsi, dan faktor alam. Pesisir Ekas Buana, Kabupaten Lombok Timur sebagai kawasan pemanfaatan sumberdaya alam dengan tujuan untuk kepentingan umum perikanan, memiliki luas ± 10 ha. Keterbatasan informasi ilmiah dan akurat akan mengakibatkan terjadinya pengelolaan yang tidak efektif, sehingga hasilnya akan merusak ekosistem mangrove yang ada. Tujuan penelitian untuk mengetahui: 1) Jenis mangrove di pesisir ekas buana? 2) Jenis mangrove yang mendominasi di pesisir ekas buana dan 3) Jenis mangrove yang memiliki indeks nilai penting paling tinggi di pesisir ekas buana?. Untuk mengidentifikasi jenis digunakan buku identifikasi mangrove. Untuk indeks keanekaragaman dan nilai penting mangrove di pesisir ekas buana dianalisis dengan formulasi Indeks keanekaragaman. Hasil Penelitian mendapatkan 12 (dua belas) jenis. Total keseluruhan tingkat semai mencapai 28.000 batang/ha, tingkat pancang 13.760 batang/ha dan tingkat pohon 445 batang/ha. Jenis Rhizophora stylosa memiliki indeks nilai penting paling tinggi, dan indeks nilai penting paling rendah diduduki oleh jenis Ceriops decandra ABSTRACT The Mangrove area in some areas on the island of Lombok has decreased in both quantity and quality. These problems are mainly caused by factors: excessive exploitation, functional changes, and natural factors. The coastal ekas buana district Lombok Timur as area excessive sources white purpose of fisheries public importance which has an area of ± 10 ha. Lack of accurate and scientific information will result in ineffective management, so the result would damage the existing mangrove ecosystem. The purpose research to find out 1) species of mangroves ekas buana coastal? 2) dominate species of mangrove in ekas buana coastal ? and 3) species the highest Important Value Index of mangroves in ekas buana coastal?. To identify the mangrove type the researcher used mangrove identification books. For the Diversity Index and the Important Value Index of mangroves in ekas buana coastal researcher utilized the diversity index formulations. The research results showed 12 (twelve) types of mangroves exist. Seedlings total reaches 28,000 stems/ha, 13,760 saplings stems/ha and tree level 445 stems/ha. Rhizophora stylosa has the highest importance value index, and the lowest index occupied by the type of Ceriops decandra. Keywords: Mangrove of identification.
Analisa Dampak Kerusakan Vegetasi Lingkungan Lombok Timur Yang Disebabkan Oleh Usaha Pengomprongan Tembakau Virginia Lombok Di Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Junaidi; Ria Ashari
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 9 No. 1 (2021): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat masih besarnya pengunaan kayu sebagai bahan bakar pengomprongan tembakau virginia lombok maka diasumsikan akan membawa perbandingan yang signipikan terhadap kerusakan vegetasi lingkungan di Pulau Lombok. Sebagai dasar mencari kebenaran ilmiah bahwa kebutuhan untuk satu musim pengomprongan berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang sudah berpuluh tahun menekuni bidang pengomprongan, tidak kurang menghabiskan  78 M3 untuk luas lahan tanam  4 ha pada satu musim. Jadi bisa dikalkulasikan dengan luas lahan perkebunan per musimnya di pulau Lombok dengan asumsi yang aktif  pengomprong menggunakan bahan bakar kayu pada angka 30 %.  Jadi total per musim membutuhkan bahan bakar kayu 78.000 M3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuidampak pengomprongan tembakau virginia lombok terhadap kerusakan vegetasi lingkungan di Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Data primer  dari lapangan dan responden dideskripsikan secara kulitatif, dengan tahapan diawali dengan tabulasi data dan reduksi data untuk selanjutnya data akan dianalisis  dengan metode analisis diskriftif kualitatif. Hasil penelititian ditemukan beberapa dampak: (1) Turunnya jumlah pegetasi, dan tutupan areal di lombok dan terindikasi sampai tutupan lahan hutan tergedradasi terutama kayu keras. (2) Turunnya kualitas lingkungan akibat menurunnya sumber oksigen.(3) Terpicunya perubahan iklim global akitat perubahan iklim lokal dengan tingginya angka penebangaan dan pengembalakan lahan. (4) Meningkatkan perubahan emosional menjadi tentramental dan karakter masyarakat sebagai dampak dari naiknya suhu lingkungan. (5) Berkurangnya estetika dari lingkungan khususnya Pulau Lombok yang semula asri menjadi kering dan kurangnya hijauan dari kayu keras yang bisa memberikan manfaat langsung mapun tidak langsung. Kata kunci:Analisis, Dampak, Pengomprongan ABSTRACT Given the large use of wood as fuel for drying Lombok virginia tobacco, it is assumed that it will bring a significant comparison to the damage to environmental vegetation on Lombok Island. As a basis for seeking scientific truth that the need for one drying season is based on the personal experience of the author who has been in the grouping sector for decades, not less than spending 78 M3 for a planted area of ​​4 ha in one season. So it can be calculated by the area of ​​plantation land per season on the island of Lombok, assuming that the active drying uses wood fuel at 30%. So the total per season requires 78,000 M3 wood fuel. The purpose of this study was to determine the impact of drying of virginia lombok tobacco on environmental vegetation damage in East Lombok, West Nusa Tenggara. Primary data from the field and respondents are described in a qualitative way, with the stages beginning with data tabulation and data reduction, then data will be analyzed using qualitative descriptive analysis methods. The results of the research found several impacts: (1) Decreased number of pegetasi and area cover in Lombok and indicated that forest land cover is degraded, especially hardwood. (2) Decreasing environmental quality due to reduced oxygen sources. (3) The trigger of global climate change is due to local climate change with high rates of logging and land grazing. (4) Increasing emotional changes to be peaceful and character of the community as a result of rising environmental temperatures. (5) The reduced aesthetics of the environment, especially Lombok Island, which was originally beautiful, has become dry and the lack of forage from hardwoods which can provide direct or indirect benefits. Key words: Analysis, Impact, Drying Tobacco.
PENGARUH VOLUME AIR TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN KARPER (CYPRINUS CARPIO) DI UPTD BALAI BENIH IKAN LENEK Sulastri; B. As’urin; Junaidi; Kevih Gustav Sadika
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 14 No. 1 (2026): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v14i1.696

Abstract

Keberhasilan penetasan telur merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan pembenihan ikan yang dipengaruhi oleh kondisi media penetasan, termasuk volume air yang berperan dalam menjaga stabilitas kualitas air. Volume air yang sesuai mampu mempertahankan suhu, oksigen terlarut (DO), pH, dan konsentrasi amonia pada kisaran optimum sehingga mendukung perkembangan embrio dan meningkatkan keberhasilan penetasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh volume air terhadap daya tetas dan mortalitas telur ikan karper (Cyprinus carpio) di UPTD Balai Benih Ikan Lenek. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas empat perlakuan volume air dan tiga kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut apabila terdapat perbedaan nyata antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan volume air memberikan pengaruh terhadap daya tetas dan mortalitas telur ikan karper. Volume air yang lebih besar cenderung menghasilkan persentase daya tetas yang lebih tinggi dan mortalitas yang lebih rendah dibandingkan volume air yang lebih kecil. Hal ini Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa volume air merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan penetasan telur ikan karper (Cyprinus carpio). Penggunaan volume air yang optimal dapat meningkatkan daya tetas sekaligus menurunkan mortalitas telur diduga karena volume air yang lebih besar mampu menjaga kestabilan kualitas air, meningkatkan ketersediaan oksigen terlarut, serta mengurangi akumulasi bahan organik dan senyawa toksik selama proses inkubasi.
PENGARUH PENAMBAHAN DAGING IKAN TERI (Stolephorus sp.) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP PROFIL HEDONIK BASRENG B. As’urin; Sulastri; Junaidi
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 13 No. 2 (2025): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v13i2.649

Abstract

This study aims to determine the effect of adding anchovy meat (Stolephorus sp.) with different concentrations on the hedonic profile of basreng. In this study, anchovy meat (Stolephorus sp.) was added with concentrations P1 (20 gr), P2 (40 gr) and P3 (60 gr), each treatment was repeated three times. The hedonic test was conducted by 29 semi-trained respondents. The results of the hedonic test were then analyzed using ANOVA to determine any significant differences between treatments, and continued with the DUNCAN test to determine which treatment had a significant effect. The hedonic profile of basreng with the addition of anchovy meat had a significant effect on the aroma and texture (crispyness) of basreng, while the color and taste did not provide a significant difference. Based on the results of the hedonic test, the selected basreng was a stick with the addition of 60 grams of anchovy meat with a preference level of 4.18, which means that it was liked in terms of aroma, color, taste and texture (overall).
Optimalisasi Pemanfaatan Singkong Melalui Pelatihan Pembuatan Tepung Mocaf di Desa Wanasaba B. As'urin; Sulastri; Sahrul Ihsan; Junaidi
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/1mrf3y75

Abstract

Singkong merupakan salah satu komoditas pertanian yang sangat melimpah di Desa Wanasaba. Dimana singkong kaya akan kandungan karbohidrat, antioksidan, sumber vitamin, tinggi kalium dan bebas gluten. Akan tetapi pemanfaatan singkong khususnya di Desa Wanasaba masih sangat terbatas tidak termanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan, inovasi dan tidak adanya pendampingan. Salah satu solusi yang ditawarkan dalam kegiatan ini yaitu optimalisasi pemanfaatan singkong melalui pelatihan pembuatan tepung mocaf di Desa Wanasaba dengan tujuan untuk mengkaji pembuatan tepung singkong sebagai bentuk pemanfaatan komoditas local, untuk mengetahui potensi pengolahan singkong menjadi tepung mocaf dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian, memperluas peluang usaha masyarakat, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Kegiatan ini didahului dengan kegiatan survey lapangan, identifikasi masalah, pelaksanaan kegiatan, meliputi pemaparan materi kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan tepun singkong, dan tahap terakhir evaluasi. Adapaun luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini yaitu mendapat respon positif masyarakat melalui metode ceramah dan demonstrasi atau praktik dapat meningkatkan antusias,  pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam memproduksi tepung mocaf yang mempunyai nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan singkong segar. Kegiatan ini juga dapat mendorong masyarakat menjadi masyarakat produktif untuk membuka peluang usaha rumah tangga sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Program ini perlu mendapatkan pendampingan berkelanjutan, serta sangat diperlukan fasilitas seperti peralatan yang memadai.