Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Pertumbuhan Zakat Pada Aplikasi Zakat Online Dompet Dhuafa Andi Hidayat; Mukhlisin Mukhlisin
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol 6, No 3 (2020): JIEI : Vol.06, No. 03, 2020
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.226 KB) | DOI: 10.29040/jiei.v6i3.1435

Abstract

Technological developments are now penetrating the world of worship, for those who want to pay zakat even easier. A number of online applications including online shopping provide zakat payment features for muzakki. Looking at the data in the National Zakat Agency that the potential for zakat in 2019, based on the IIPZ association and Indonesia's zakat outlook, the potential for zakat is around Rp. 233.8 trillion divided into 5 objects of Zakat. In 2016 and 2017, zakat income was only around 6 trillion. The huge potential of zakat in Indonesia makes all zakat practitioners or zakat collection bodies have to find ways to maximize the potential for zakat and be able to create poverty in Indonesia. From efforts to manage zakat efficiently, Dompet Dhuafa as Amil zakat implements an online application system for zakat, the goal is to facilitate and improve zakat services for the better, with this online zakat application it is hoped that it will be able to absorb some of the existing potential zakat and help make it easier for people to pay zakat because limited distance and time.The purpose of this research in general is that the development and growth of zakat will increase with the existence of online zakat collection. In particular, to make it easier for muzakki in distributing zakat.This research uses qualitative research methods which are commonly referred to as naturalistic research methods because the research is carried out in natural conditions (natural setting), the research data sources are primary and secondary. The results and findings of the study are the growth of zakat from each year, either from the growth of zakat in the online zakat system or in the overall zakat income every year.
Pengembangan Theory Of Mind Melalui Bermain Dalam Membangun Karakter Anak Usia Prasekolah Mukhlisin Mukhlisin
Jurnal Kajian Agama Hukum dan Pendidikan Islam (KAHPI) Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Kajian Agama, Hukum dan Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Kajian Keagamaan Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/kahpi.v1i1.p14-29.2906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan dan menganalisa secara mendalam bagaimana Pengembangan Theory of Mind pada anak bisa dilakukan melalui pretend play, (2) karakter apa saja yang memungkinkan berkembang dengan pretend play. Penelitian ini menggunakan penelitian ke-pustakaan (library research) karena sumber datanya adalah teks dari berbagai literatur yang tersedia seperti buku, serta jurnal yang terkait dengan pendidikan karakter khususnya untuk anak usia prasekolah. Karena penelitian ini fokusnya adalah pendidikan karakter anak usia prasekolah melalui permainan, maka obyek utamanya adalah permainan anak usia prasekolah. Oleh sebab itu, metode yang digunakan adalah metode diskriptif. Hasil dari penelitian adalah berkembangnya kemampuan anak dalam memahami status mental diri dan mental orang lain dengan melalui pretend play. Dengan Theory of Mind  seorang anak dapat memprediksi prilaku, menerangkan prilaku, dan memanipulasi prilakuKarakter yang memungkinkan berkembang melalui pretend play ini adalah toleransi, empati, kreatif, percaya diri, dan kecerdasan emosi.Kata Kunci: Mind, Bermain, Karakter Anak
PENERAPAN HUMANIS RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN PAI (STUDI PADA UNIVERSITAS PAMULANG) Mukhoyyaroh Mukhoyyaroh; Kamil Falahi; Mukhlisin Mukhlisin
Jurnal Kajian Agama Hukum dan Pendidikan Islam (KAHPI) Vol 3, No 1 (2021): VOL 3, NO 1, JULI 2021: JURNAL KAJIAN AGAMA HUKUM DAN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Lembaga Kajian Keagamaan Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/kahpi.v3i1.p1-10.12956

Abstract

Terminologi pendidikan humanis religius diperkenalkan akhir-akhir ini sebagai konsep pendidikan yang menarik dibincangkan lebih lanjut, setidaknya karena dipandang sesuai dengan dasar falsafah pendidikan di Indonesia: Pancasila. Walaupun demikian, secara konseptual belum banyak ahli yang membahasnya. Penjelasan konsep pendidikanhumanis religius perlu dilakukan sebagai upaya merumuskan teori pendidikan yang khas Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Penerapan humanis Religius dalam Pembelajaran PAI Studi Pada Universitas Pamulang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan pedagogis, psikologis, dan teologis normatif.Sumber data yaitu data primer bersumber dari, Ketua LKK, Dosen PAI, Mahasiswa, sedangkan data sekunder diambil dari dokumen yang ada kaitannya dengan penelitian. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah peneliti sendiri yang berfungsi menetapkan dan memilih informan sebagai sumber data, analisis data, menafsirkan data, serta instrumen dalam mengumpulkan data adalah observasi,wawancara, dan dokumentasi. Dengan konsep humanis religius, maka mahasiswa mengembangkan karakter yang teraktualisasi dalam sikap jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, cinta damai, responsif dan proaktif; bertanggung jawab atas keputusan yang diambil berdasar prinsip musyawarah serta mengaktualisasikan nilai-nilai agama yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku.Kata Kunci : Humanis, Religius, Pendidikan Agama Islam.
WAYANG SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER (PERSPEKTIF DALANG PURWADI PURWACARITA) Mukhlisin
Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 17 No. 02 (2021): September
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attaqwa.v17i02.134

Abstract

Wayang is the right medium to convey character education to children. The story of wayang is very interesting and the characters of the characters can be used as examples of human behavior. Embedding character through wayang is an effort to strengthen identity. by retelling wayang in the classroom, students or the younger generation are introduced, taught and instilled the noble values contained in it. The introduction of character education with a game approach will be more fun for students and easier for them to understand. And in the end, with regard to character education as a priority for national education in the future, the life of the nation and state will be stronger based on the values of its cultural roots. Like Dalang purwadi purwacarita about the characters: wayang semar, humble, not arrogant, honest, and still loving others. Wayang Gareng, with handicapped hands, crooked feet, crossed eyes, symbolizes creativity, that creates something, and is not perfect. Puppet petruk, depicted in a long form that symbolizes the thought that must be long in living human life, must think long (not grusa-grusu) and be patient. Wayang bagong, Bagong has a character who likes to joke even when facing very serious problems and has a presumptuous nature
MAKNA NILAI-NILAI TOMANURUNG DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Yunus Yunus
EDURELIGIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo, East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.677 KB) | DOI: 10.33650/edureligia.v5i1.1664

Abstract

This post-chaos period is called the Tomanurung period with a character named Simpurusiang in Bugis language, "Simpurusiang" implies "a strong and unbroken binder". Because society is in a state of chaos and divorces. Because of this, they are looking for figures who can unite societies that have been divided and in chaos. Through a long search, they found the person they needed, namely a Tomanurung (the descendant) and they agreed to make him king through a "collective agreement" that is between Tomanurung and people's representatives. According to the perspective of the Luwu community, Tomanurung means a person who descends from heaven or heaven. Tomanurung did not know the news of his arrival beforehand, suddenly appeared and his presence was being awaited to fix the chaotic situation. Therefore, Tomanurung for the people of Luwu and Bugis-Makassar is generally considered a savior, unifier and continuation of royal life. So the value of human behavior in the past, which was the source of the lontaraq pappaseng script, such as adele '(fair), lempu' (honest), getteng (firm), Abbulo Sibatang.
SOSIAL-BUDAYA: HARMONISASI AGAMA DAN BUDAYA DALAM PENDIDIKAN TOLERANSI Yunus Yunus; Mukhlisin
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 8 No. 2 (2020): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v8i2.78

Abstract

Tana Luwu dihuni oleh komunitas multietnis seperti Bugis, Makassar, Rongkong dan Toraja. Beragam suku, kepercayaan, dan agama yang berbeda. Mereka hidup rukun bersama, mengatasi kerjasama dalam segala aspek kehidupan, baik ekonomi, sosial, budaya, politik, hingga kegiatan keagamaan telah membentuk pemahaman tentang toleransi dalam beragama, yaitu saling menghormati dan menghormati pemeluk agama. Kota Palopo memiliki beberapa kearifan lokal antara lain; Sipakatau artinya saling memanusiakan, Sipakalebbi artinya saling menghormati, Sipakaingge 'artinya saling mengingatkan. Hal ini harus dijaga dan disosialisasikan agar menjadi perekat kreasi dan pemeliharaan umat beragama di Kota Palopo. Pembelajaran kearifan lokal budaya Bugis UNANDA dan IAIN Palopo yang menunjukkan bahwa pembelajaran menciptakan kesadaran empati (Pesse) terhadap orang lain yang memiliki identitas pribadi dan budaya yang berbeda. Kearifan lokal, pembinaan aspek afektif seperti sikap, minat, konsep diri, pengembangan nilai, dan moral diperlukan dalam masyarakat majemuk sehingga dapat memberikan makna belajar bagi peserta didik.
OPTIMALISASI PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM PENINGKATAN SOFT SKILL SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-MARKAZ KOTA SERANG Septian Arief Budiman; Fil Isnaeni Fil Isnaeni; Mukhlisin Mukhlisin; Nurjaya Nurjaya; Abdul Muhyi
PENGABDIAN SOSIAL Vol 2, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.225 KB) | DOI: 10.32493/pbs.v2i1.18439

Abstract

ABSTRAK Soft skills mempunyai hubungan erat dengan masyarakat bermanfaat bagi kehidupan manusia, santri saat ini memiliki pengetahuan yang luas tentang ilmu dan teknologi. Namun santri pada saat ini tidak memiliki soft skills dalam diri mereka. Pendidikan soft skills banyak sekali sesuatu hal yang baik berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Di Orinda, California, pada tahun 1985, seorang anak perempuan membunuh teman sekalasnya yang pintar dan populer. Saat diintrogasi polisi dan diperiksa kesehatan jiwanya, diketahui ia merasa tertekan karena dirinya noting, invisible (tak ada yang menghiraukan), dan worthless (tak bernilai). Perasaan dan pikiran yang demikian membentuk kenyakinan (belief). Matthew Mcxay dan Patrick Fanning menyebutkan bahwa banyak sekali anak didik yang memiliki keunikan menjadi prisoner of belief (narapidana keyakinan) yang membuat mereka tidak bahagia dan sulit mengendalikan diri. Metode pelaksanaan kegiatan PkM bersifat pelatihan dan penyuluhan dengan integreting visual thinking method. Metode yang digunakan menggunakan metode visual, ceramah, diskusi, berpikir, dan menemukan solusi. Pembelajaran merupakan sebuah proses timbal balik antara pendidik, peserta didik dengan lingkungan sekitar sehingga terjadi perubahan perbuatan ke arah yang lebih sempurna. Konteks pembelajaran, peran guru yang paling urgen adalah mengatur lingkungan sekitar agar menunjang terjadinya perilaku progessif (intenalisasi diri) bagi warga sekolah terutama peserta didik.Kata Kunci: Softskill, Santri, dan Perguruan Tinggi   ABSTRACT AlQuran Education Park (TPA) has a variety of religious and public activities such as reading and writing the AlQuran, including sports. However, these activities are still considered inadequate and less specific in instilling cultural and citizenship literacy. Thus, additional learning activities can fulfil this need. As a solution, storytelling is an effective medium for students' cultural and citizenship literacy. Storytelling can be an alternative activity to stimulate creativity to work for both educators and students during the pandemic. In addition, the choice of a theme that carries the importance of cleanliness is also significant for students. This Community Services (PkM) were attended by students from kindergarten and elementary school ages 1-3. From the analysis of the results of the PkM, the students seriously and enthusiastically took part in the activities, they could demonstrate good storytelling, and therefore could practice how to clean their faces and hands, particularly during the COVID-19 pandemic. Keywords: Softskill,student and, University
NILAI-NILAI PENDIDIKAN PADA PROSES PEMBELAJARAN TARI DISEKOLAH DASAR MUKHLISIN MUKHLISIN
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol 10, No 2 (2022): December 2022
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v10i2.890

Abstract

Abstract: The learning process is not apart from the educational value that occursduring learning and teaching activities, including the Dance Learning Process inElementary Schools. This study examines the value of education in the dancelearning process in elementary schools. This study used qualitative methods, andan educational approach. Collecting data used observation techniques, interviews,and document studies. The data analysis procedure used data reduction, datapresentation and verification. Analysis of educational value in the dance learningprocess in elementary schools used Rosyadi and Hasbullah’s analysis. The validityof the data in this study used triangulation of data sources. The results are 1)Religious Value 2) Discipline Value; 3) Independent Value; 4) Social Value.Specifically, the findings of the dance learning process in elementary schools, thereis an educational value that is reflected by the dance learning process takes place.The benefits of research as a reference in learning the art of dance. Keyword: dance learning, educational value Abstrak: Proses pembelajaran tidak terlepas dari nilai pendidikan yang terjadiselama kegiatan belajar dan mengajar berlangsung, tak terkecuali dalam ProsesPembelajaran Tari di Sekolah Dasar. Penelitian ini mengkaji Nilai Pendidikan padaproses pembelajaran Tari di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif, dan pendekatan pendidikan. Penggumpulan data menggunakan tekhnikobservasi, wawancara, dan studi dokumen. Prosedur analisis data menggunakanreduksi data, penyajian dan verifikasi data. Analisis nilai pendidikan pada prosespembelajaran Tari di Sekolah Dasar menggunakan Analisis Rosyadi danHasbullah. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi sumberdata. Dengan hasil 1); Nilai Religius 2). Nilai Disiplin; 3). Nilai Mandiri; 4). NilaiSosial. Secara khusus temuan proses pembelajaran Tari di Sekolah Dasar, terdapatNilai Pendidikan yang tercermin saat proses pembelajaran Tari berlangsung.Manfaat penelitian sebagai rujukan dalam pembelajaran seni tari. Kata Kunci: pembelajaran tari, nilai pendidikan
Rancang Bangun Modul Media Pembelajaran Arduino Mukhlisin Mukhlisin; Irvawansyah Irvawansyah; Fatmawati Azis
Joule (Journal of Electrical Engineering) Vol 2, No 1: Februari 2021
Publisher : Politeknik Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.302 KB) | DOI: 10.1234/joule.v2i1.110

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong manusia untuk berusaha mengatasi segala permasalahan yang timbul serta meringankan pekerjaan yang ada. Salah satunya di bidang pendidikan, banyak hal yang mungkin saat ini untuk menyelesaikan permasalahan manusia membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang cukup besar untuk penyelesaiannya. Modul media pembelajaran ini sangat penting bagi pendidikan vokasi. Tujuan pembuatan alat ini adalah untuk merancang modul media pembelajaran arduino, mengetahui prinsip kerja dari modul pembelajaran serta mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran arduino dan jobsheet sebagai media pembelajaran mengenai mikrokontroller untuk pendidikan vokasi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Pengujian yang dilakukan antara lain display, monitoring, kontrol, dan robotic. Uji coba sensor dilakukan menggunakan arduino uno dengan tegangan input 5 V sampai 12 V. Dari hasil pengambilan data pengujian sensor yang digunakan sebanyak 15 percobaan dalam penelitian ini terlihat bahwa sensor yang digunakan dan komponen yang lain  berfungsi dengan baik. Tingkat kesalahan yang diperoleh dalam pengujian modul media pembelajaran ini pun cukup minim.
WAYANG SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER (PERSPEKTIF DALANG PURWADI PURWACARITA) Mukhlisin
Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 17 No. 02 (2021): September
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attaqwa.v17i02.134

Abstract

Wayang is the right medium to convey character education to children. The story of wayang is very interesting and the characters of the characters can be used as examples of human behavior. Embedding character through wayang is an effort to strengthen identity. by retelling wayang in the classroom, students or the younger generation are introduced, taught and instilled the noble values contained in it. The introduction of character education with a game approach will be more fun for students and easier for them to understand. And in the end, with regard to character education as a priority for national education in the future, the life of the nation and state will be stronger based on the values of its cultural roots. Like Dalang purwadi purwacarita about the characters: wayang semar, humble, not arrogant, honest, and still loving others. Wayang Gareng, with handicapped hands, crooked feet, crossed eyes, symbolizes creativity, that creates something, and is not perfect. Puppet petruk, depicted in a long form that symbolizes the thought that must be long in living human life, must think long (not grusa-grusu) and be patient. Wayang bagong, Bagong has a character who likes to joke even when facing very serious problems and has a presumptuous nature