Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PORSI TANGGUNG JAWAB KERJA AWAK KAPAL BERDASARKAN AKTIVITAS PADA PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP POLE AND LINE DI DESA PEMANA KABUPATEN SIKKA Yohanes DBR Minggo
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2019): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pole and line merupakan salah satu alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan Desa Pemana dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan, kalau dilihat dari cara pengoperasian dan hasil tangkapannya, pole and line merupakan alat tangkap yang dioperasikan menggunakan pancing untuk menangkap ikan cakalang. Alat tangkap pole and line pada umumnya dioperasikan secara manual dan membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam pengoperasiannya. Setiap awak kapal yang melakukan aktivitas di atas kapal pada umumnya memiliki porsi kerja yang berbeda, ada yang tinggi dan rendah tergantung dari jenis tugas yang diberikan. Tujuan dari rencana penelitian ini adalah untuk mengetahui porsi tanggung jawab kerja awak kapal berdasarkan aktivitas pada pengoperasian alat tangkap pole and line di Desa Pamana, Kabupaten Sikka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dan deskriptif kuantitatif dengan Analisis HTA (Hierarchical Task Analysis). Hasil penelitian menunjukan bahwa porsi dan tanggung jawab kerja tertinggi pada kapal pole and line adalah Nahkoda, dengan jumlah sebanyak 72%, Juru Masak sebanyak 14%, Komprador 10%, dan Juru mesin sebanyak 4%.
Porsi Tanggung Jawab Kerja Awak Kapal Berdasarkan Aktivitas Pada Pengoperasian Alat Tangkap Pole And Line Di Desa Pemana Kabupaten Sikka Yohanes DBR Minggo
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 1 No 1 (2019): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pole and line merupakan salah satu alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan Desa Pemana dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan, kalau dilihat dari cara pengoperasian dan hasil tangkapannya, pole and line merupakan alat tangkap yang dioperasikan menggunakan pancing untuk menangkap ikan cakalang. Alat tangkap pole and line pada umumnya dioperasikan secara manual dan membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam pengoperasiannya. Setiap awak kapal yang melakukan aktivitas di atas kapal pada umumnya memiliki porsi kerja yang berbeda, ada yang tinggi dan rendah tergantung dari jenis tugas yang diberikan. Tujuan dari rencana penelitian ini adalah untuk mengetahui porsi tanggung jawab kerja awak kapal berdasarkan aktivitas pada pengoperasian alat tangkap pole and line di Desa Pamana, Kabupaten Sikka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dan deskriptif kuantitatif dengan Analisis HTA (Hierarchical Task Analysis). Hasil penelitian menunjukan bahwa porsi dan tanggung jawab kerja tertinggi pada kapal pole and line adalah Nahkoda, dengan jumlah sebanyak 72%, Juru Masak sebanyak 14%, Komprador 10%, dan Juru mesin sebanyak 4%.
Studi Karakteristik Mangrove di Kawasan Teluk Maumere, Indonesia Angelinus Vincentius; Yohanes DBR Minggo; Nurjannah Nurdin
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 1 No 1 (2019): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan hutan mangrove telah lama diketahui mempunyai peran yang sangat penting dalam dinamika ekosistem pesisir dan laut terutama sokongannya terhadap perikanan pantai. Hal tersebut berkaitan dengan kemampuan mangrove menghasilkan produktivitas primer yang tinggi, yang dapat mendukung kehidupan biota perairan. Studi ini bertujuan untuk menghitung karakteristik hutan mangrove yang meliputi variabel-variabel luas, ketebalan areal, tutupan, kerapatan, dan nilai index-index ekologi hutan mangrove di Teluk Maumere. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari metode spasial dan non spasial. Pada metode spasial digunakan software ArcGIS 10.3, citra Landsat ETM 7 dan Landsat 8 OLI/TIRS 2017; dan pada metode non spasial digunakan transek garis dan petak contoh (transect line plot). Analisis data index ekologi menggunakan software PRIMER 5 versi 5.2.2. Lokasi pengamatan di 7 stasiun yaitu : Darat Pantai, Talibura (Kecamatan Talibura), Kampung Garam I, Wuring, Wuring Leko (Kecamatan Alok), Fata dan Ndete (Kecamatan Magepanda). Pada setiap stasiun terdapat 3 sub stasiun pengamatan. Dari hasil penelitian ditemukan 8 species mangrove di lokasi penelitian, yaitu (1) Avicennia alba, BL., (2) Avicennia marina, (Forsk). Vierh, (3) Bruguiera gymnorrhiza, (L.) Lamk, (4) Bruguiera parviflora, (Roxb.) W.&A.ex Grift. (5) Ceriops tagal, (Perr.) C.B. Rob, (6) Rhizophora apiculata, BL., (7) Rhizophora mucronata, Lmk., (8) Sonneratia alba, J.E. Smith. Stasiun dengan luas terbesar di Darat Pantai (133,43 Ha) dan luas terkecil di Fata (18,37 Ha). Stasiun dengan rata-rata ketebalan terpanjang di Wuring (427,61 meter) dan ketebalan terpendek di Ndete (114,74 meter). Stasiun dengan prosentase tutupan tertinggi (padat) di Talibura (80,63%) dan prosentase tutupan terendah (jarang) di Kampung Garam I (59,00%). Stasiun dengan kerapatan tertinggi di Darat Pantai (3220 pohon/ha) dan kerapatan terendah di Fata (2333 pohon/ha). Nilai Index keragaman jenis (Shannon-Wiener) di semua stasiun antara 1 – 3 atau 1 < H’ < 3 tergolong sedang.Nilai Index kekayaan jenis (Margalef) di semua stasiun adalah R < 3,5 yang menunjukkan bahwa kekayaan jenis mangrove tergolong rendah.Index kemerataan jenis (Pielou's, J’) di semua stasiun bernilai > 0,6 yang menunjukkan bahwa kemerataan jenis tergolong tinggi. Index dominansi (Simpson) di sebagian besar sub stasiun bernilai sedang (D’ < 0,75).