Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aktivitas antiproliferasi ekstrak etanol temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) pada sel lestari tumor MCA-B1 dan MCM-B2 secara In Vitro B.P. Priosoeryanto; R. Sari; L.K. Darusman; R. Tiuria; E.D. Purwakusumah; W. Nurcholis
Hemera Zoa Vol. 1 No. 1 (2009): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2885.419 KB)

Abstract

The aim of this research is to observe the antiproliferation activity of temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) ethanol (70%) extract on MCA-B1 and MCM-B2 cell lines in vitro. Cells were cultivated in tissue culture plate 24 wells with vinblastin (positive control) and 5 dose level extracts in 5 replicates. The concentrations of extract were 0 ppm (negative control), 15 ppm (P1), 30 ppm (P2), 45 ppm (P3), 60 ppm (P4), and 75 ppm (P5). After 3 days incubated at 37 derejad C, cells were harvested and total cells were counted using a haemocytometer Neubauer. The results showed that 70% temulawak extract had antiproliferation activity to MCA-B1 and MCM-B2 cell lines. The best result was occured on the 75 ppm doses, with the ant-proliferation activity reached for 70,0% in MCA-B1 cell line and 75.4% in MCM-B2 celll line. Overall, the results indicated that temulawak may have a possible therapeutic potential againts cancer.Keywords: tumor, temulawak, antiproliferation, MCA-B1, MCM-B2, in vitro.
Penanganan Loss Dalam Operasi Drilling Pada Formasi Karbonat (Eq. Kujung) Pada Lapangan X Firman Aulia; A Q Keswani; A. Fadly; I.K. A.A Permana; R. Sari; G. Ageng; A. Miftah; D. Harwidyarso
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.487 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2476

Abstract

Permasalahan utama pada pemboran sumur pengembangan di Lapangan X Blok Cepu adalah loss circulation pada reservoir Karbonat Build Up Oligo-Miosen yang memiliki heterogenitas porositas dan permeabilitas yang cukup tinggi. Hal ini dapat berdampak kepada mundurnya target produksi Lapangan X yang di perkirakan mencapai 165,000 BOPD. Pemilihan material loss circulation yang tepat merupakan hal yang penting untuk mengatasi masalah tersebut. DOB2C merupakan material penanganan loss circulation yang paling efektif yang digunakan pada reservoir karbonat di Lapangan X. Material tersebut berbasis lumpur Water Base Mud System dan merupakan campuran dari Diesel Oil, Bentonite, dan Cement dengan komposisi perbandingan 1:1:2. DOB2C yang dipompakan kedalam lubang sumur akan menyumbat zona loss circulation, dimana pada saat DOB2C bercampur dengan lumpur pemboran didalam sumur dengan membentuk gel/slurry guna menutupi zona loss circulation. Penggunaan DOB2C ini mengakibatkan penanganan loss circulation dapat tertangani secara efektif dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari waktu penyelesaian pemboran yang lebih cepat ± 30% dari yang diprogramkan. Selain itu juga formulasi DOB2C ini tidak merusak kualitas lubang pemboran dan properti reservoir (porositas dan permeabilitas). Pemilihan formula material yang tepat merupakan kunci dalam penanganan loss circulation pada reservoir karbonat di Lapangan X.
Penanganan Loss Dalam Operasi Drilling Pada Formasi Karbonat (Eq. Kujung) Pada Lapangan X Firman Aulia; A Q Keswani; A. Fadly; I.K. A.A Permana; R. Sari; G. Ageng; A. Miftah; D. Harwidyarso
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2476

Abstract

Permasalahan utama pada pemboran sumur pengembangan di Lapangan X Blok Cepu adalah loss circulation pada reservoir Karbonat Build Up Oligo-Miosen yang memiliki heterogenitas porositas dan permeabilitas yang cukup tinggi. Hal ini dapat berdampak kepada mundurnya target produksi Lapangan X yang di perkirakan mencapai 165,000 BOPD. Pemilihan material loss circulation yang tepat merupakan hal yang penting untuk mengatasi masalah tersebut. DOB2C merupakan material penanganan loss circulation yang paling efektif yang digunakan pada reservoir karbonat di Lapangan X. Material tersebut berbasis lumpur Water Base Mud System dan merupakan campuran dari Diesel Oil, Bentonite, dan Cement dengan komposisi perbandingan 1:1:2. DOB2C yang dipompakan kedalam lubang sumur akan menyumbat zona loss circulation, dimana pada saat DOB2C bercampur dengan lumpur pemboran didalam sumur dengan membentuk gel/slurry guna menutupi zona loss circulation. Penggunaan DOB2C ini mengakibatkan penanganan loss circulation dapat tertangani secara efektif dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari waktu penyelesaian pemboran yang lebih cepat ± 30% dari yang diprogramkan. Selain itu juga formulasi DOB2C ini tidak merusak kualitas lubang pemboran dan properti reservoir (porositas dan permeabilitas). Pemilihan formula material yang tepat merupakan kunci dalam penanganan loss circulation pada reservoir karbonat di Lapangan X.
Penanganan Loss Dalam Operasi Drilling Pada Formasi Karbonat (Eq. Kujung) Pada Lapangan X Firman Aulia; A Q Keswani; A. Fadly; I.K. A.A Permana; R. Sari; G. Ageng; A. Miftah; D. Harwidyarso
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.487 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2476

Abstract

Permasalahan utama pada pemboran sumur pengembangan di Lapangan X Blok Cepu adalah loss circulation pada reservoir Karbonat Build Up Oligo-Miosen yang memiliki heterogenitas porositas dan permeabilitas yang cukup tinggi. Hal ini dapat berdampak kepada mundurnya target produksi Lapangan X yang di perkirakan mencapai 165,000 BOPD. Pemilihan material loss circulation yang tepat merupakan hal yang penting untuk mengatasi masalah tersebut. DOB2C merupakan material penanganan loss circulation yang paling efektif yang digunakan pada reservoir karbonat di Lapangan X. Material tersebut berbasis lumpur Water Base Mud System dan merupakan campuran dari Diesel Oil, Bentonite, dan Cement dengan komposisi perbandingan 1:1:2. DOB2C yang dipompakan kedalam lubang sumur akan menyumbat zona loss circulation, dimana pada saat DOB2C bercampur dengan lumpur pemboran didalam sumur dengan membentuk gel/slurry guna menutupi zona loss circulation. Penggunaan DOB2C ini mengakibatkan penanganan loss circulation dapat tertangani secara efektif dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari waktu penyelesaian pemboran yang lebih cepat ± 30% dari yang diprogramkan. Selain itu juga formulasi DOB2C ini tidak merusak kualitas lubang pemboran dan properti reservoir (porositas dan permeabilitas). Pemilihan formula material yang tepat merupakan kunci dalam penanganan loss circulation pada reservoir karbonat di Lapangan X.