Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Perilaku Seksual Remaja di SMKK Prima Indonesia - Bekasi Husnul Chotimah; Soekidjo Notoatmodjo; Santi Agustina
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v12i1.1573

Abstract

Masa remaja merupakan masa seseorang mulai mengalami perubahan fisik, hormonal, psikologis, maupun sosial. Pada masa remaja dorongan seksual pun akan mulai muncul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan crossectional yang bertujuan untuk mempelajari dan menjelaskan tentang hubungan pengetahuan, peran orang tua, peran teman sebaya dan peran media massa serta media sosial terhadap perilaku seksual remaja. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh siswa SMKK Prima Indonesia yang duduk di kelas X-XII berjumlah 396. Teknik sampling menggunakan Probability Sampling dengan jumlah sampel 326 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuosioner yang dioleh menggunakan perangkat komputer dan dianalisis dengan logistik berganda. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar remaja memiliki perilaku seksual tidak beresiko sebanyak 77,40%. Variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku seksual remaja yaitu pengetahuan (OR=15,363), peran orang tua (OR=2,024), peran teman sebaya (OR=2,074), dan media massa (OR=0,339). Variabel media sosial (OR=1,138) merupakan variabel perancu yang mempengaruhi hubungan variabel pengetahuan, peran orang tua, peran teman sebaya dan media massa dengan perilaku seksual remaja. Variabel paling dominan yaitu pengetahuan dengan OR = 15,363 (6,692-37,244), artinya bahwa remaja dengan pengetahuan tinggi tentang kesehatan reproduksi akan memiliki perilaku seksual tidak beresiko 15 kali dibandingkan dengan remaja dengan pengetahuan rendah setelah dikontrol variabel peran orang tua, peran teman sebaya dan media massa. Diharapkan adanya suatu kebijakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dalam bentuk edukasi atau pendidikan kesehatan ke sekolah-sekolah sehingga pengetahuan remaja meningkat khususnya tentang kesehatan reproduksi Agar memiliki tidak terjerumus pada seks bebas/ pergaulan bebas dikalangan remaja. Kata Kunci           : Perilaku Seksual, Remaja, Determinan Perilaku Seksual  
Determinan Perilaku Kepatuhan Minum Obat Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Binuangeun Tahun 2025 M. Sobri Hermawan; Soekidjo Notoatmodjo; Samingan Samingan; Sudibyo Alimoeso
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v10i1.6922

Abstract

Diabetes Mellitus Type 2 is a chronic disease whose prevalence continues to increase both globally, nationally, and locally. One of the main challenges in managing this disease is medication adherence. At the Binuangeun Health Center, efforts to improve adherence have been carried out through various programs such as Prolanis, but its effectiveness has not been evenly distributed, especially in non BPJS patients. This study aims to study and explain medication adherence behavior and the factors that influence it in Type 2 Diabetes Mellitus patients at the Binuangeun Health Center, Lebak Regency in 2025. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The population is patients with type 2 diabetes mellitus who visited the Binuangeun Health Center in March 2025 totaling 106 people. The sample was taken using a simple random sampling technique with a total of 84 respondents. Data collection was carried out using a structured questionnaire from independent variables, namely determinants such as age, gender, education, occupation, duration of suffering, complications, knowledge, motivation, beliefs, attitudes, perceptions, access to services, family support and health worker support. The dependent variable, namely medication adherence, was measured by the MMAS-8 questionnaire, observation and confirmation from people closest to them. Data will be processed univariately, bivariately with chi-square and multivariate with multiple logistic regression. The results of the study showed a relationship between all independent variables with the behavior of adherence to taking type 2 diabetes mellitus medication at the Binuangeun Health Center in 2025. The most dominant variable was motivation. This study is expected to provide a comprehensive picture of the fulfillment of taking medication in patients with Type 2 Diabetes Mellitus factors and factors that influence it, as a basis for developing more effective and inclusive interventions in managing this disease