Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Efektifitas Pijat Oksitosin dan Aromaterapy Lavender Dengan Metode UAP Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Di PMB Dince Safrina Risa Pitriani; Miratu Megasari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2331

Abstract

Pijat oksitosin adalah pemijatan tulang belakang pada Costa ke 5-6 sampai ke scapula yang akan mempercepat kerja saraf para simpatis dalam merangsang hipofisis posterior untuk mengeluarkan oksitosin. Pijat ini memberikan rasa nyaman pada ibu setelah mengalami proses persalinan dapat dilakukan selama 2-3 menit secara rutin 2 kali dalam sehari sebelum menyusui. Aromaterapy lavender mengandung linalool dan terkenal memiliki efek menenangkan. Permasalahan di PMB Dince Safrina adalah 10 orang ibu nifas terdapat 4 orang ibu nifas mengetahui tentang pijat oksitosin sedangkan 6 orang tidak mengetahui tentang pijat oksitison dan yang tidak mengetahui pijat oksitosin hanya mengetahui cara peningkatan ASI dengan cara memakanan daun katu dan tidak mengetahui menggunakan pijat oksitosin dengan menggunakan aromaterapy lavender. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas pijat oksitosin aromaterapy lavender dengan metode uap terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui. Metode penelitian ini adalah Eksperiment yang menggunakan jenis desain penelitian One Group Pretest Posttest Desain. Penelitian ini dilakukan di PMB Dince Safrina pada tanggal 13 agustus – 13 September 2024. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui 0-6 bulan. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui 0-6 bulan yang berkunjung dan mengalami ASI tidak lancar. Variabel Penelitian ini terdiri dari variabel independen (Pijat Oksitosin menggunakan Aromaterapy Lavender) dan variabel dependen (Produksi ASI). Setelah dilakukan pengumpulan data akan dilakukan analisa data yaitu analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pijat oksitosin dengan aromaterapi memiliki efektifitas yang tinggi dibandingkan ibu yang tidak dilakukan pijat oksitosin dengan aromatherapy lavender. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pijat oksitosin dengan menggunakan aromaterapy lavender pada ibu menyusui dapat meningkatkan produksi ASI. Saran agar klinik dapat menyediakan asuhan pelayanan pijat oksitosin pada ibu menyusui dengan menggunakan aromatherapy dan memfasilitasi tenaga kesehatan yang belum mengikuti pelatihan massase ibu dan bayi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Pada Remaja Di SMPN 38 Pekanbaru Tahun 2025 Anisa Khoiriah; Yulrina Ardhiyanti; Risa Pitriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3780

Abstract

Merokok merupakan sebuah aktivitas yang kini banyak di gandrungi oleh para remaja. Di Provinsi Riau, pada tahun 2019 remaja berusia 15 tahun yang merokok sebesar 29,04% dan sebesar 28,06% pada tahun 2020. Kota pekanbaru menduduki peringkat ke 5 data perokok usia remaja di provinsi Riau. Berbagai faktor seperti pengetahuan, sikap, peran orang tua, teman sebaya, lingkungan, dan akses membeli rokok dapat memengaruhinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku merokok pada remaja di SMPN 38 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan selama bulan Mei–Juni 2025 di SMPN 38 Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah sampel 98 siswa. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,027; OR=2,556), sikap (p=0,005; OR=3,203), peran orang tua (p=0,002; OR=3,735), teman sebaya (p=0,018; OR=2,491), lingkungan (p=0,011; OR=2,659), dan tempat membeli rokok (p=0,033; OR=2,409) dengan perilaku merokok. Terdapat hubungan pengetahuan, sikap, peran orang tua, pengaruh teman sebaya,pengaruh lingkungan, dan tempat membeli rokok yang mempengaruhi perilaku merokok pada remaja di SMPN 38 Pekanbaru. Diharapkan pihak sekolah dapat memberikan efek jera pada siswa yang merokok dilingkungan sekolah.