Lia Herliana
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Control Blood Sugar Levels of Children with Juvenile Diabetes with Creative Education Lia Herliana; Hotma Rumahorbo
Health Notions Vol 5, No 3 (2021): March
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hn.v5i3.637

Abstract

Juvenile Diabetes (JD) is type diabetes I or Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) which occurs in childhood, is hereditary due toreactions autoimmune in pancreatic beta cells. Damage to pancreatic beta cells results in the absence of insulin, leading to hyperglycemia and its complications. People with JD need insulin injections, dietary arrangements and physical exercise as well as emotional conditions that must always be maintained so that blood glucose remains balanced and avoid threatening acute complications. Acute complications such as hypoglycemia and diabetic ketoacidosis are the biggest threat for people with JD. This study aims to obtain an overview of changes in HbA1C levels in children with juvenile diabetes before and after creative education in both the intervention and control groups.research Quasi experimentaldesign pre post intervention with control group design. The research sample consisted of 42 students with JD, each of which consisted of 21 control groups and 21 intervention groups. The results showed a significant effect on the value of HbA1C levels before and after the intervention in the intervention group with p value = 0.02. Conclusion The creative application of education interventions can control blood glucose levels in children with JD, so it is recommended that these interventions be implemented especially in children with JD. Keywords: juvenile diabetes, creative education, HbA1C
Pengembangan dan Uji Awal Instrumen Skrining Dini Kesehatan Emosional Anak Usia Pra-Sekolah (ISD-KE) Zaitun Zaitun; Ayu Yuliani S; Lia Herliana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52581

Abstract

Gangguan emosional pada anak usia prasekolah sering tidak terdeteksi di layanan kesehatan primer karena gejalanya yang halus dan belum adanya instrumen skrining sederhana yang valid dan reliabel, sehingga diperlukan pengembangan alat skrining dini yang sesuai untuk membantu identifikasi masalah secara cepat dan akurat. Tujuan Penelitian ini bertujuan mengembangkan Instrumen Skrining Dini Kesehatan Emosional Anak Usia Prasekolah (ISD-KE) yang dapat digunakan oleh tenaga keperawatan di layanan kesehatan primer. Desain penelitian mengikuti tahapan studi pendahuluan, validitas isi oleh pakar, dan uji coba skala kecil. Tempat Pelaksanaan penelitian dilakukan di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon. Respondennya 30 anak usia prasekolah dan tenaga keperawatan berpartisipasi dalam uji coba instrumen. Intervensi untuk pengembangan instrumen yang terdiri dari observasi klinis oleh perawat dan laporan orang tua/pengasuh. Metode Uji validitas isi dilakukan oleh empat pakar menggunakan I-CVI dan S-CVI. Uji validitas empiris menggunakan korelasi item-total dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasilnya adalah validitas isi menunjukkan nilai I-CVI 0,75–1,00 dengan S-CVI/Ave = 0,88. Dari 25 butir yang diuji, 12 butir dinyatakan valid. Reliabilitas butir valid menunjukkan Cronbach’s Alpha = 0,877 yang menandakan konsistensi internal sangat baik. Instrumen terbukti layak digunakan untuk skrining awal masalah emosional anak. Kesimpulannya ISD-KE merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk deteksi dini kesehatan emosional anak prasekolah. Diperlukan uji validitas konstruk dan reliabilitas lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar