Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi dan Pencegahan Dini Penyakit Talasemia pada Anak di Kota Cirebon Ayu Yuliani S; Zaitun Zaitun; Suhartini Suhartini
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6427

Abstract

Penyakit Talasemia kini menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat Indonesia disebabkan dengan peningkatan jumlah penderitanya yang terus bertambah akibat kurangnya informasi dan pemahaman masyarakat tentang penyakit generatif ini. Penyakit ini diturunkan ke anak dari orang tua. Mereka yang menderita penyakit ini produktivitasnya menjadi menurun dan terus menerus menjalani transfusi darah yang menghabiskan banyak biaya. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dikemas dalam bentuk sosialisasi tentang penyakit Talasemia terhadap masyarakat khususnya kader kesehatan, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kepedulian serta partisipasi kader kesehatan dalam mencegah penyakit Talasemia serta meningkatkan peran masyarakat dalam kegiatan deteksi dini talasemia di masyarakat. Metode PKM yang dilaksanakan berupa kegiatan pelatihan bagi kader kesehatan berjumlah 30 orang kader, deteksi dini pada anak-anak di tempat wilayah kerja masing-masing kader kesehatan dan laporan temuan anak yang terduga talasemia ke Puskesmas Kesambi Kota Cirebon. Sosialisasi talasemia dibantu dengan memberikan informasi ke warta media dengan mengundang wartawan saat pelaksanaan kegiatan dan dimasukkan ke berita liputan 6 Ciayumajakuning. Talasemia merupakan salah satu penyakit kelainan dan penyakit keturunan akibat dari ketikseimbangan pembuatan salah satu dari keempat rantai asam amino yang membentuk hemoglobin. Penyakit talasemia dibedakan menjadi dua yaitu talasemia mayor dan talasemia minor. Untuk kelangsungan hidup penderita harus menjalankan transfusi darah secara rutin, dua minggu atau sebulan sekali dan penyuntikan desferal untuk mengeluarkan penumpukan zat besi yang ada dalam tubuh penderita akibat transfusi darah
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi dan Pencegahan Dini Penyakit Talasemia pada Anak di Kota Cirebon Ayu Yuliani S; Zaitun Zaitun; Suhartini Suhartini
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6427

Abstract

Penyakit Talasemia kini menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat Indonesia disebabkan dengan peningkatan jumlah penderitanya yang terus bertambah akibat kurangnya informasi dan pemahaman masyarakat tentang penyakit generatif ini. Penyakit ini diturunkan ke anak dari orang tua. Mereka yang menderita penyakit ini produktivitasnya menjadi menurun dan terus menerus menjalani transfusi darah yang menghabiskan banyak biaya. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dikemas dalam bentuk sosialisasi tentang penyakit Talasemia terhadap masyarakat khususnya kader kesehatan, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kepedulian serta partisipasi kader kesehatan dalam mencegah penyakit Talasemia serta meningkatkan peran masyarakat dalam kegiatan deteksi dini talasemia di masyarakat. Metode PKM yang dilaksanakan berupa kegiatan pelatihan bagi kader kesehatan berjumlah 30 orang kader, deteksi dini pada anak-anak di tempat wilayah kerja masing-masing kader kesehatan dan laporan temuan anak yang terduga talasemia ke Puskesmas Kesambi Kota Cirebon. Sosialisasi talasemia dibantu dengan memberikan informasi ke warta media dengan mengundang wartawan saat pelaksanaan kegiatan dan dimasukkan ke berita liputan 6 Ciayumajakuning. Talasemia merupakan salah satu penyakit kelainan dan penyakit keturunan akibat dari ketikseimbangan pembuatan salah satu dari keempat rantai asam amino yang membentuk hemoglobin. Penyakit talasemia dibedakan menjadi dua yaitu talasemia mayor dan talasemia minor. Untuk kelangsungan hidup penderita harus menjalankan transfusi darah secara rutin, dua minggu atau sebulan sekali dan penyuntikan desferal untuk mengeluarkan penumpukan zat besi yang ada dalam tubuh penderita akibat transfusi darah
Eksplorasi Persepsi Orang Tua dan Tenaga Medis terhadap Penggunaan Spalek Infus Bermusik dalam Menurunkan Nyeri Anak Ayu Yuliani S; Zaitun Zaitun; Edi Ruhmadi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51018

Abstract

Pemasangan infus pada anak sering kali menimbulkan rasa takut, cemas, serta nyeri yang berdampak pada anak maupun orang tua. Kondisi ini juga menjadi tantangan bagi tenaga medis karena tingginya resistensi anak saat tindakan dilakukan. Inovasi Spalek Infus Bermusik dikembangkan sebagai upaya untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut melalui stabilisasi tangan anak dan pemberian distraksi musik. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi orang tua dan tenaga medis terkait implementasi Spalek Infus Bermusik dalam pemasangan infus pada anak, dengan fokus pada penerimaan terhadap konsep ini serta potensi pengembangan alat tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan terdiri atas 9 orang tua yang anaknya menjalani pemasangan infus menggunakan Spalek Infus Bermusik serta 9 perawat yang terlibat dalam prosedur. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua merasa lebih tenang setelah melihat anak mereka lebih kooperatif, fokus pada musik, dan berkurangnya kecemasan. Tenaga medis menilai Spalek Infus Bermusik sangat membantu mempercepat prosedur dan meningkatkan keberhasilan tusukan pertama. Namun, ditemukan beberapa kendala seperti ukuran alat yang belum sesuai untuk anak dengan tubuh kecil serta kekhawatiran awal orang tua terhadap kenyamanan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Spalek Infus Bermusik memiliki potensi yang besar dalam menurunkan kecemasan dan nyeri anak, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan medis. Penelitian ini menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut, dengan rekomendasi perbaikan desain agar lebih ergonomis dan fleksibel, serta perlunya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang disertai edukasi kepada orang tua sebelum tindakan medis.
Pengembangan dan Uji Awal Instrumen Skrining Dini Kesehatan Emosional Anak Usia Pra-Sekolah (ISD-KE) Zaitun Zaitun; Ayu Yuliani S; Lia Herliana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52581

Abstract

Gangguan emosional pada anak usia prasekolah sering tidak terdeteksi di layanan kesehatan primer karena gejalanya yang halus dan belum adanya instrumen skrining sederhana yang valid dan reliabel, sehingga diperlukan pengembangan alat skrining dini yang sesuai untuk membantu identifikasi masalah secara cepat dan akurat. Tujuan Penelitian ini bertujuan mengembangkan Instrumen Skrining Dini Kesehatan Emosional Anak Usia Prasekolah (ISD-KE) yang dapat digunakan oleh tenaga keperawatan di layanan kesehatan primer. Desain penelitian mengikuti tahapan studi pendahuluan, validitas isi oleh pakar, dan uji coba skala kecil. Tempat Pelaksanaan penelitian dilakukan di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon. Respondennya 30 anak usia prasekolah dan tenaga keperawatan berpartisipasi dalam uji coba instrumen. Intervensi untuk pengembangan instrumen yang terdiri dari observasi klinis oleh perawat dan laporan orang tua/pengasuh. Metode Uji validitas isi dilakukan oleh empat pakar menggunakan I-CVI dan S-CVI. Uji validitas empiris menggunakan korelasi item-total dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasilnya adalah validitas isi menunjukkan nilai I-CVI 0,75–1,00 dengan S-CVI/Ave = 0,88. Dari 25 butir yang diuji, 12 butir dinyatakan valid. Reliabilitas butir valid menunjukkan Cronbach’s Alpha = 0,877 yang menandakan konsistensi internal sangat baik. Instrumen terbukti layak digunakan untuk skrining awal masalah emosional anak. Kesimpulannya ISD-KE merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk deteksi dini kesehatan emosional anak prasekolah. Diperlukan uji validitas konstruk dan reliabilitas lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar