Munqidz Zahrawaani
Program Studi Magister Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Risiko Remaja Menjadi Pelaku Kekerasan: A Literature Review Munqidz Zahrawaani; Nani Nurhaeni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.031 KB) | DOI: 10.33846/sf11nk203

Abstract

Violence committed by adolescents is a serious public health problem. Violent behavior is a condition or moment that shows part of behavior from individuals which attack others people or a form of behavior directed at others to maintain power or control. Children and adolescents who experience persecution or traumatic experiences continuously tend to be criminals as adults, but need more investigated and research to explore factors that cause adolescents become perpetrators of violence. Nurses are health workers who must be involved in primary prevention efforts in preventing violent behavior by adolescents. The purpose of this study is to examine the factors that cause adolescents to become perpetrators of violence. This literature review had processed based on academic journals published from 2014 to 2019 starting from Proquest, PubMed and Google Scholar. The results of the study found that the main points that cause adolescents has been perpetrators of violence are drug and alcohol abuse, mental health, poor family relationships and trauma due to violence to neglect of adolescents. The analyzed resulted will provide advice, input and tips for parents and health professionals to take further action on the child. This review literature (expected to be a reference material for further research Keywords: child abuse; adolescence; nursing ABSTRAK Kekerasan yang dilakukan remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Perilaku kekerasan merupakan suatu kondisi atau keadaan yang menunjukkan perilaku individu yang melakukan penyerangan terhadap orang lain atau suatu bentuk perilaku yang ditujukan kepada orang lain untuk mempertahankan kekuasaan atau kontrol. Anak dan remaja yang mengalami penganiayaan atau pengalaman traumatis secara terus menerus cenderung akan menjadi pelaku kejahatan pada saat dewasa, tetapi perlu diteliti lebih lanjut faktor faktor yang menyebabkan remaja menjadi pelaku kekerasan. Perawat merupakan tenaga kesehatan yang harus terlibat dalam upaya pencegahan primer dalam mencegah perilaku kekerasan yang dilakukan remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah faktor faktor yang menyebabkan remaja menjadi pelaku kekerasaan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review yang diolah berdasarkan jurnal akademis yang dipublikasikan dari tahun 2014 sampai 2019 mulai dari Proquest, PubMed dan Google Scholar. Hasil telaah ditemukan bahwa poin utama yang menyebabkan remaja menjadi pelaku kekerasan adalah penyalahgunaan narkoba dan alKohol, kesehatan mental, hubungan keluarga yang tidak baik dan trauma akibat kekerasan sampai penelantaran remaja. hasil analisis akan memberikan saran, masukkan dan tips bagi orang tua dan tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan selanjutnya pada anak. Literatur review ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan bagi penelitian selanjutnya. Kata kunci: kekerasan pada anak; remaja; perawatan
Manajemen Penanganan Konstipasi pada Anak Kanker dengan Pendekatan Teori Konservasi Levine Munqidz Zahrawaani; Allenidekania Allenidekania; Zesi Aprilia
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk301

Abstract

Children with cancer who experience constipation due to the effects of chemotherapy have an increased prevalence. Constipation is considered an important problem with a significant impact on lifestyle. Constipation that occurs in children with chemotherapy needs to be given appropriate nursing care using an approach that focuses on conservation, namely the Levine Conservation Model, which is oriented towards energy conservation, structural integrity conservation, personal integrity conservation and social integrity conservation. The purpose of this case report is to provide an overview of the application of the Levine Conservation Model in providing nursing care to children with a diagnosis of cancer who are undergoing chemotherapy with constipation. The results of the nursing evaluation indicated that constipation problems could be resolved during treatment.Keywords: chemotherapy; constipation; cancer in children; Levine Conservation  ABSTRAK Anak pengidap kanker yang mengalami konstipasi akibat efek dari kemoterapi mengalami peningkatan prevalensi. Konstipasi dianggap sebagai masalah penting dengan dampak signifikan pada gaya hidup. Konstipasi yang terjadi pada anak dengan kemoterapi perlu diberikan asuhan keperawatan yang tepat menggunakan pendekatan yang berfokus kepada konservasi yakni Model Konservasi Levine, yang berorientasi pada konservasi energi, konservasi integritas struktural, konservasi intergritas personal dan konservasi integritas sosial. Tujuan case report ini adalah memberikan gambaran tentang penerapan Model Konservasi Levine dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan diagnosis kanker yang menjalani kemoterapi dengan konstipasi. Hasil evaluasi keperawatan menunjukkan bahwa masalah konstipasi dapat teratasi selama perawatan.Kata kunci: kemoterapi; konstipasi; kanker pada anak; Konservasi Levine