Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : POLITICO

PERAN JEMBER FASHION CARANAVAL (JFC) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN JEMBER (SEKTOR PARIWISATA 2011-2015) Ria Angin; Berry Balafif
POLITICO Vol 17, No 1 (2017): Jurnal POLITICO Fisipol
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/politico.v17i1.736

Abstract

Pengembangan kepariwisataan di Indonesia saat ini sudah banyak mengalami kemajuan. Tidak hanya di daerah – daerah kota besar tetapi juga pengembangan kepariwisataan sudah masuk ke daerah – daerah kabupaten yang ada di indonesia. Sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia, Indonesia dipastikan memiliki banyak laut yang tersebar diseluruh Nusantara,dari Sabang sampai Marauke.Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten kota yang ada di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Jember awalnya dikenal sebagai Kabupaten dengan penghasil sektor pertanian dan perkebunan. Kabupaten Jember juga memiliki kekayaan alam yang dijadikan tempat wisata oleh pemerintah setempat seperti, Watu Ulo, Pantai Papuma, Agro Gunung Gumitir, Rembangan dan lain sebagainya. Pemanfaatan kekayaan wisata alam tersebut sesungguhnya mampu untuk mendatangkan wisatawan agar berkunjung ke Kabupaten Jember, tetapi jika kita hanya berdiam diri didalam sektor pariwisata alam, tentunya terdapat wisata alam yang lebih baik dari Jember seperti Bali, Banyuwangi, dan kota – kota lainnya. Saat ini Jember memiliki satu produk wisata berbasis ekonomi kreatif yang sudah mendunia, Jember Fashion Carnaval. JFC merupakan salah satu produk lokal Jember (wisata budaya ekonomi kreatif) yang sudah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat yang juga termasuk naungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. JFC merupakan perpaduan antara produk fashion dan karnaval pertama di Indonesia, tak heran banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang datang berkunjung setiap tahunnya ke Jember, sehingga dapat menambah Pendapatan Asli Daeah kabupaten Jember. Selain itu JFC juga mampu menaikkan jumlah setoran pajak hotel dan pajak restoran, sebab para pengunjung wisatawan lokal maupum mancanegara akan menginap di hotel – hotel yang ada di Jember serta akan melakukan wisata kuliner mencicipi segala panganan khas yang ada di Kabupaten Jember. JFC juga memiliki tujuan agar mampu meningkatkan perekonomian rakyat kabupaten Jember dan mengangkat nama Jember ditingkat dunia. Kata kunci: Peran, Jember Fashion Carnaval, Pendapatan Asli Daerah.
PENGELOLAAN PROGRAM KEAKSARAAN FUNGSIONAL DI KABUPATEN JEMBER (Studi terhadap PKBM Nurul Huda Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Jember tahun 2011- 2015) Ria Angin; Popong Mega Putra
POLITICO Vol 16, No 2 (2016): Jurnal POLITICO Fisipol
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/politico.v16i2.742

Abstract

Kajian tentang pengelolaan program keaksaraan fungsional di Kabupaten Jember di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Huda Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Jember memiliki tujuan untuk  mendepenelitiankan pengelolaan program keaksaraan fungsional dan bagaimana kontribusi para pihak dalam pengelolaan PKBM Nurul Huda. Adapun metode kajian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif. Di mana dalam metode ini kajian dalam pengumpulan data menggunakan data primer berupa observasi (pengamatan) dan interview (wawancara). Sedangkan untuk data sekunder penulis menggunakan dokumentasi dan studi pustaka. Berdasarkan hasil pembahasan yang sudah dilakukan oleh penulis ditemukan fakta, bahwa: 1). PKBM Nurul Huda Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember dalam program keaksaraan fungsional sudah baik, dengan melalui mekanisme, antara lain: a). Perencanaan program keaksaraan fungsional, dan b). Pelaksanaan program keaksaraan fungsional (Pengorganisasian, pengarahan/pembinaan, pengkoordinasian, pengkomunikasian, dan evaluasi program). 2). Keterlibatan Dinas Pendidikan dalam program  keaksaraan fungsional di PKBM Nurul Huda masih belum optimal. Dinas Pendidikan hanya melakukan pengawalan program saja, tanpa melakukan pembinaan kelembagaan PKBM secara optimal dan profesional. Kata kunci: Pengelolaan, Kebijakan dan Keaksaraan Fungsional.
ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF THE TRADITIONAL MARKET REVITALIZATION PROGRAM IN JEMBER REGENCY BASED ON THE THEORY OF GEORGE EDWARDS III Afa Ayun Avinas; Ria Angin
POLITICO Vol 20, No 1 (2020): Jurnal POLITICO Fisipol
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/politico.v20i1.3430

Abstract

The purpose of this research  is to describe the implementation of a traditional market revitalization program in Jember Regency. The research method uses a qualitative descriptive approach. The object of research is the Head of Infrastructure Facilities, staff working at the Ministry of Industry and Trade, and Assistant Treasurer as manager of the Mangli Market in Jember Regency. Data collection through interviews, observation, and documentation. Based on the research finding,  George Edward III's theory is not fully able to describe the phenomenon in the field. George Edward III only explained that the success of the policy implementation process was determined by 4 variables namely communication, resources, disposition and bureaucratic structure. The phenomenon in the field shows that the variable resources consist of budgetary resources, human resources and infrastructure resources. These three resources are not discussed in George Edward III's theory. Therefore  the theory of George Edward III had limitations as an analytical tool.