Haposan Silalahi
Institut Agama Kristen Indonesia, Tarutung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Historical-Gramatical Haposan Silalahi
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 8 No 1 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v8i1.43

Abstract

Hermeneutika sebagai metode penafsiran Alkitab, tidak saja berurusan dengan teks yang dihadapi secara tertutup, melainkan penafsiran teks tersebut membuka diri terhadap teks-teks yang melingkupinya. Penafsiran menjadi kegiatan rekonstruksi dan reproduksi makna teks, berusaha melahirkan kembali makna sesuai dengan situasi dan kondisi saat teks tersebut dibaca atau dipahami. Sebuah metode penafsiran, hermeneutika memperhatikan tiga hal sebagai komponen pokok dalam upaya penafsiran, yaitu teks, konteks, kemudian melakukan upaya kontekstualisasi. Pendekatan historis-gramatikal, yang berusaha memahami teks-teks alkitabiah sebagaimana yang dimaksudkan oleh penulis asli (manusia). Teknik ini tidak hanya meneliti pilihan kata, sintaks, tata bahasa, kiasan, dan genre sastra, tetapi juga terlibat dalam studi perbandingan historis dengan dunia kuno. secara metodologis, penyilidikan historical gramatikal mencakup beberapa aspek pengamatan, yaitu: (i) Penyelidikan kata (lexiology), (ii) Penyelidikan tata bahasa dan relasi sintaksis, (iii) Penyelidikan genre (gaya sastra), (iv) Penyelidikan historis dilakukan untuk mengamati dua hal utama, yaitu: sejarah di dalam teks dan sejarah dari teks .
Merekonstruksi Konteks Sosial Komunitas Injil Matius Haposan Silalahi
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 8 No 2 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas Matius, merupakan Kristen Yahudi yang mendefinisikan diri mereka sebagai Pengikut Yesus, yang berbeda dari gerakan -gerakan Yudaisme. Komunitas Matius adalah hasil fragmentasi masyarakat Yahudi. Hal inilah yang menjadikan komunitas Matius terjebak dalam "konflik keluarga" yang dikaitkan dengan "klaim saingan untuk kebenaran eksklusif dalam sistem simbol agama yang sama". Matius mengungkapkan sentimennya bahwa komunitasnya terancam dan berjuang untuk bertahan hidup, tetapi dengan menaruh kepercayaan mereka kepada Yesus, mereka dapat bertahan hidup dan membangun identitas mereka sendiri. Bahwa konflik tersebut terutama berasal dari dalam-Yahudi. Dalam lingkungan Yahudi ini, komunitas Matius berjuang di dua front. Di satu sisi mereka membela diri terhadap orang-orang Yahudi non-Kristen yang menolak mereka karena menerima Yesus sebagai Mesias. Di sisi lain komunitas Matius yang mendefinisikan diri mereka sendiri melawan orang Kristen antinomian yang mengesampingkan hukum dalam doktrin dan misi mereka.