Hermeneutika sebagai metode penafsiran Alkitab, tidak saja berurusan dengan teks yang dihadapi secara tertutup, melainkan penafsiran teks tersebut membuka diri terhadap teks-teks yang melingkupinya. Penafsiran menjadi kegiatan rekonstruksi dan reproduksi makna teks, berusaha melahirkan kembali makna sesuai dengan situasi dan kondisi saat teks tersebut dibaca atau dipahami. Sebuah metode penafsiran, hermeneutika memperhatikan tiga hal sebagai komponen pokok dalam upaya penafsiran, yaitu teks, konteks, kemudian melakukan upaya kontekstualisasi. Pendekatan historis-gramatikal, yang berusaha memahami teks-teks alkitabiah sebagaimana yang dimaksudkan oleh penulis asli (manusia). Teknik ini tidak hanya meneliti pilihan kata, sintaks, tata bahasa, kiasan, dan genre sastra, tetapi juga terlibat dalam studi perbandingan historis dengan dunia kuno. secara metodologis, penyilidikan historical gramatikal mencakup beberapa aspek pengamatan, yaitu: (i) Penyelidikan kata (lexiology), (ii) Penyelidikan tata bahasa dan relasi sintaksis, (iii) Penyelidikan genre (gaya sastra), (iv) Penyelidikan historis dilakukan untuk mengamati dua hal utama, yaitu: sejarah di dalam teks dan sejarah dari teks .
Copyrights © 2018