Moh. Roqib
Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Criticizing Higher Education Policy in Indonesia: Spiritual Elimination and Dehumanisation Moh. Roqib; Siti Sarah; Agus Husein As Sabiq; Mohamad Sobirin; Abdal Chaqil Harimi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2021.15.2.8579

Abstract

The Ministry of Education and Culture's policy on “Merdeka Belajar” (Freedom of Learning) seeks to enable students to master different valuable disciplines to access the work field (link and match). This article investigates Freedom of Learning policy direction and unpacks freedom of learning from the viewpoint of prophetic education theory. This research employs a literature review process. The information was gathered by studying the Ministry of Education and Culture legislation and laws, literature, and compiled references of the policy. The findings suggested that the Freedom of Learning policy's trajectory accommodates data in the material domains (cognitive, affective, and psychomotor), yet it lacked spirituality. The principle of prophetic education is to move humans to be decent (righteous), to achieve the great humans (insān kāmil), and to improve (muṣliḥ) the world into an ideal environment or society (khaira ummah) capable of bridging the gap the means. Professional education continues to carry out a constant, creative mechanism to get citizens closer to God (transcendence) through digitally increasing human ideals and avoiding harmful stuff (liberation). Competence in the policy of independent learning is maintained by prophetic education.
Aplikasi Metode Kebahasaan dalam Fikih: Pendekatan Kebahasaan dalam Fikih Pada Problematika Kontemporer Rahma Sivatur Rizma; Moh. Roqib
Jurnal Al-Nadhair Vol 3 No 02 (2024): Al-Nadhair
Publisher : Ma'had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61433/alnadhair.v3i02.57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis metode penetapan hukum Islam melalui pendekatan kebahasaan dalam Ushul Fiqih. Ushul Fiqh sebagai cabang ilmu tersendiri seperti yang kita kenal sekarang ini, tidak dikenal pada zaman Rasulullah saw. Namun kemudian permasalahan muncul ketika sebagian kaum muslimin menakwil makna dalil-dalil namun mereka buta terhadap kandungan makna yang dimaksud Allah. Ali Hasaballah melihat ada dua cara pendekatan yang dikembangkan oleh para ulama ushul fiqih dalam melakukan istinbath, yaitu pendekatan melalui kaidah-kaidah kebahasaan dan pendekatan melalui pengenalan makna atau maqasid syari’ah. Metode penelitian yang digunakan menggunakan studi pustaka dengan menghimpun sumber informasi melalui referensi yang relevan dengan topik baik tertulis maupun sumber elektronik. Hasil diskusi dari artikel ini menyatakan beberapa masalah kontemporer yang muncul dan cara penetapan hukumnya diantaranya: (1) Aplikasi Kaidah dalam Problematika Fiqih – Niat; (2) Aplikasi Kaidah dalam Problematika Fiqih - Jual Beli; (3) Aplikasi Kaidah dalam Problematika Fiqh – Memburu; (4) Penetapan Nasab Anak Perspektif Hakikat dan Majaz; (5) Implementasi ‘Amm dan Khash dalam Masalah Kontemporer; serta (6) Implementasi Kaidah Kebahasaan Metode Al-Subki yang dibagi menjadi pembahasan mengenai kata tetangga, kata menjual dan tentang hukum masa ‘iddah.