Bagi bank yang beroperasi dengan prinsip syariah, maka penilaian kelayakan finansial suatu proyek investasi seharusnya menggunakan pola syariah yang bebas bunga. Dengan menggunakan perhitungan analisis kelayakan finansial pola syariah seharusnya lebih memudahkan, menguntungkan dan memberi manfaat, tidak saja bagi bank syariah selaku pemberi pembiayaan tetapi juga bagi pihak pengusaha selaku penerima pembiayaanTujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbandingan antara perhitungan kelayakan pembiayaan versi konvensional dengan versi syariah, meliputi persamaan dan perbedaan dalam menganalisis kelayakan finansial proposal pembiayaan perkebunan kelapa sawit.Pendekatan penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan obyek penelitian proposal pembiayaan investasi perkebunan kelapa sawit yang diajukan PT. KSP kepada Bank Syariah Mandiri. Proposal pembiayaan tersebut selanjutnya akan diteliti kelayakan aspek finansialnya dengan menggunakan ketentuan versi konvensional dan syariah serta ketentuan-ketentuan lainnya yang berlaku di Bank Syariah Mandiri. Untuk keperluan analisis perbandingan perhitungan kelayakan finansial digunakan analisis kelayakan finansial dengan rumus perhitungan ; Break event, Payback Period, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit/Cost Ratio dan Investible Surplus Methode (ISM). Dalam perhitungan versi syariah ini digunakan skim pembiayaan musyarakah dengan indikator perhitungan nisbah bagi hasil (profit loss sharing). Alasan menggunakan skim pembiayaan musyarakah karena skim ini cocok untuk usaha agribisnis kelapa sawit.Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil perbandingan berupa persamaan antara perhitungan kelayakan finansial versi konvensional dengan versi syariah terletak pada rumus matematika perhitungannya, seperti rumus; Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),Payback Period, dan Benefit/Cost Ratio.Adapun perbedaan antara perhitungan kelayakan finansial versi konvensional dengan versi syariah terletak pada indikator perhitungan yang digunakan, yaitu tingkat bunga bank (interest) dengan nisbah bagi hasil.