Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penerapan Modul Kimia Berpendekatan Chemoentrepreneurship untuk Meningkatkan Kecakapan Hidup dan Motivasi Belajar Prayitno, Mohammad Agus; Wijayati, Nanik; Mursiti, Sri
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.542 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.13951

Abstract

Satu tujuan dari SMA/MA adalah mencetak generasi terdidik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Kenyataannya banyak lulusan SMA/MA tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi, sehingga berpotensi menjadi pengangguran. Upaya mempersiapkan lulusan SMA/MA agar siap bersaing dalam dunia kerja sangat diperlukan. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah melaksanakan pembelajaran dengan modul CEP.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pembelajaran Asam Basa dengan menggunakan modul Kimia berorientasi CEP terhadap kecakapan hidup, motivasi belajar, dan hasil belajar peserta didik. Penelitian dilakukan di MAN Rembang dan MA Muallimin Muallimat Rembang (M3R). Desain penelitian yang digunakan adalah pretest and post test control group design. Data penelitian diperoleh dengan metode observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Hasil penelitian diperoleh nilai thitung kecakapan hidup, motivasi belajar, dan hasil belajar < ttabel (-1,99). Nilai thitung kecakapan hidup pada aspek komunikasi (-2,06),kerjasama (-3,06), keterampilan menggunakan alat (-2,34), kedisiplinan kerja (-2,54), dan sikap kerja (-2,35). Nilai thitung motivasi belajar (-2,97), dan hasil belajar peserta didik (-7,31). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Kimia dengan menggunakan modul Kimia CEP dapat meningkatkan kecakapan hidup, motivasi belajar, dan hasil belajar peserta didik. One of the goals of SMA/MA is scored educated generation to go to college. In fact many SMA/MA graduates is not able to go to college, so the potential to become unemployed. Efforts to prepare SMA/MA graduates to be ready to compete in the world of work is needed. One effort that needs to be done is to implement CEP learning module. This study aims to determine the contribution of learning Acid Alkali using CEP module on life skills, motivation to learn, and learning outcomes of students. This research was conducted in MAN Rembang and MA Muallimin Muallimat Rembang (M3R). This study used a pretest and post test control group design. The research data obtained by observation, documentation, questionnaire, and test. Results showed that tcount life skills, learning motivation, and cognitive results were <ttable -1.99. Tcount life skills in communication aspect was-2.06, cooperation (-3.06), skills in using tools was -2.34, work discipline was -2.54, and work attitude -2.35 , Tcount learning motivation was -2.97, and the cognitive result was -7.31. This study showed that learning with CEP-based Chemistry module can improve life skills, learning motivation, and cognitive result of students.
Pemberdayaan Siswa Madrasah Aliyah melalui Pelatihan Chemoentrepreneurship Lilin Hias Aromaterapi Prayitno, Mohammad Agus; Amalana, Husna
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.392 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.5125

Abstract

Islamic Senior High School of Mu'allimin Mu'allimat Rembang (MA M3R) is one of the oldest school in Rembang Regency. Most of the students who attend the school are students from various Islamic boarding schools in the city of Rembang. Most of the graduates from MA M3R did not continue to Higher Education. There are those who work, get married, and those who continue chanting. For this reason, counseling activities are needed which are to provide training to MA M3R students who aim to equip entrepreneurial skills after graduation. One of the entrepreneurial skills that can be delivered is the making of aromatherapy decorative candles. The stages in the extension activities include 3 stages, namely preparation, implementation and evaluation. This service activity is able to increase student entrepreneurial motivation, train students' tenacity and responsibility, and train good ways of communicating when marketing product results. Madrasah Aliyah Mu’allimin Mu’allimat Rembang (MA M3R) merupakan salah satu madrasah tertua di Kabupaten Rembang. Sebagian besar siswa yang bersekolah di madarah tersebut adalah santri dari berbagai pondok pesantren yang ada di kota Rembang. Sebagian besar lulusan dari MA M3R tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Ada yang bekerja, menikah, dan adapula yang melanjutkan mengaji. Untuk itu diperlukan kegiatan penyuluhan yang sifatnya memberikan pelatihan terhadap siswa-siswi MA M3R yang bertujuan untuk membekali keterampilan wirausaha setelah lulus. Salah satu keterampilan wirausaha yang dapat disampaikan adalah pembuatan lilin hias beraromaterapi. Tahapan dalam kegiatan penyuluhan ini meliputi 3 tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan motivasi wirausaha siswa, melatih keuletan dan tanggung jawab siswa, serta melatih cara berkomunikasi yang baik pada saat memasarkan hasil produk.
Pendampingan bagi Guru Madrasah Aliyah dalam Proses Penyusunan Soal Berbasis Daring dengan Aplikasi Quizziz Mohammad Agus Prayitno; Dian Tauhidah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.336 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.201.5259

Abstract

The era of the industrial revolution 4.0 is an era where human life is always associated with technology and information. One example of activities related to technology and information in madrasah is e-learning. E-learning can improve learning outcomes, critical thinking skills, and motivation. E-learning applications have been found on the internet, including Schoology, Edmodo, Google Classroom, Rumah Belajar, Phet Colorado, Quizziz, and others. Quizziz is an application that supports the organization of test online. The use of the application in daily tests can help teachers reduce errors in assessment. The Quizzez application is also effectively used in class because it is simpler in its application. Era revolusi industri 4.0 merupakan era di mana kehidupan manusia selalu berkaitan dengan teknologi dan informasi.  Salah satu contoh kegiatan yang berhubungan dengan teknologi dan informasi di madrasah adalah pembelajaran dalam jaringan (daring). Pembelajaran daring dapat meningkatkan hasil belajar, kemampuan berpikir kritis, dan motivasi belajar siswa. Aplikasi pembelajaran daring sudah banyak dijumpai di internet, antara lain Schoology, Edmodo, Google Classroom, Rumah Belajar, Phet Colorado, Quizziz, dan lain-lain. Quizziz merupakan aplikasi yang mendukung tentang penyelenggaraan UH, UTS, dan UAS secara online. Penggunaan aplikasi dalam ulangan harian dapat membantu guru mengurangi kesalahan dalam penilaian. Aplikasi Quizzez juga efektif digunakan dalam pelatihan pembuatan soal berbasis daring karena lebih sederhana dalam penerapannya.
Pemberdayaan Siswa Madrasah Aliyah melalui Pelatihan Chemoentrepreneurship Lilin Hias Aromaterapi Mohammad Agus Prayitno; Husna Amalana
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.392 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.192.5125

Abstract

Islamic Senior High School of Mu'allimin Mu'allimat Rembang (MA M3R) is one of the oldest school in Rembang Regency. Most of the students who attend the school are students from various Islamic boarding schools in the city of Rembang. Most of the graduates from MA M3R did not continue to Higher Education. There are those who work, get married, and those who continue chanting. For this reason, counseling activities are needed which are to provide training to MA M3R students who aim to equip entrepreneurial skills after graduation. One of the entrepreneurial skills that can be delivered is the making of aromatherapy decorative candles. The stages in the extension activities include 3 stages, namely preparation, implementation and evaluation. This service activity is able to increase student entrepreneurial motivation, train students' tenacity and responsibility, and train good ways of communicating when marketing product results. Madrasah Aliyah Mu’allimin Mu’allimat Rembang (MA M3R) merupakan salah satu madrasah tertua di Kabupaten Rembang. Sebagian besar siswa yang bersekolah di madarah tersebut adalah santri dari berbagai pondok pesantren yang ada di kota Rembang. Sebagian besar lulusan dari MA M3R tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Ada yang bekerja, menikah, dan adapula yang melanjutkan mengaji. Untuk itu diperlukan kegiatan penyuluhan yang sifatnya memberikan pelatihan terhadap siswa-siswi MA M3R yang bertujuan untuk membekali keterampilan wirausaha setelah lulus. Salah satu keterampilan wirausaha yang dapat disampaikan adalah pembuatan lilin hias beraromaterapi. Tahapan dalam kegiatan penyuluhan ini meliputi 3 tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan motivasi wirausaha siswa, melatih keuletan dan tanggung jawab siswa, serta melatih cara berkomunikasi yang baik pada saat memasarkan hasil produk.
Biomol Potential from Vegetable Market and Tofu Factory Waste for Cleared Land Crops Nourma Yulita; Mohammad Agus Prayitno; Sultan Ahmad Fausan
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 23 No. 01 (2022): Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.623 KB) | DOI: 10.24036/eksakta/vol23-iss01/311

Abstract

This research was conducted in Cialam Caya Village, Konda Subdistrict, South Konawe Regency, in July - September 2021. The purpose of the study was to determine the effect of various doses of Biomol on the growth and yield of mustard greens. This study was arranged in a Randomized Block Design (RAK) which consisted of 7 treatments with biomol doses, namely: control (without biomol), P1 50 ml, P2 100 ml, P3 150 ml, P4 200 ml, P5 250 ml, P6 300 ml, 3-time treatment repetition to produce 21 experimental units. The results of this study concluded that the administration of biomol had a very significant effect on the growth and yield of mustard greens (plant height, number of leaves, fresh weight and dry weight) and the best dose of biomol for mustard greens (Brassica Juncea L.) was at a dose of 200 ml.
EFEKTIVITAS PRAKTIK PEMBUATAN YOGHURT BAGI PENGURUS DAN ANGGOTA ORGANISASI KEMADRASAHAN Dian Tauhidah; Mohammad Agus Prayitno
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.725 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i2.1664

Abstract

Yoghurt merupakan produk susu yang banyak digemari oleh masyarakat, selain dapat meningkatkan daya tahan susu, kandungan dalam yoghurt juga sangat penting bagi kesehatan tubuh. Selama ini pelaksanaan penyuluhan yoghurt lebih ditekankan pada lingkungan peternakan sapi maupun masyarakat, padahal praktik pelatihan yoghurt dapat meningkatkan keterampilan siswa bila dilatihkan dengan benar, selain itu juga dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi kimia dan biologi di kelas. Kegiatan penyuluhan pembuatan yoghurt dilakukan di MA Mu’allimin Mu’allimat Rembang dengan peserta yaitu pengurus dan anggota organisasi sekolah. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pemberian materi, pengenalan alat dan bahan, praktik pembuatan, dan melihat hasil akhir. Hasil kegiatan menunjukan antusiasme peserta dalam membuat produk dan menerima pengetahuan baru, serta menumbuhkan keterampilan life skill peserta.
ANALISIS MISKONSEPSI PESERTA DIDIK DALAM MEMAHAMI KONSEP KIMIA DENGAN MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK TTMC Deni Ebit Nugroho; Mohammad Agus Prayitno
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.087 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i1.2300

Abstract

Miskonsepsi seringkali terjadi pada mata pelajaran yang bersifat abstrak. Beberapa materi yang terdapat pada mata pelajaran Kimia bersifat abstrak, seperti materi bilangan kuantum dan konfigurasi elektron. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengetahui tingkat miskonsepsi siswa terhadap materi perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan tes diagnostik three tier multiple choice (TTMC). Tes diagnostic TTMC pada materi bilangan kuantum dan konfigurasi elektron belum banyak dikembangkan, sehingga pengembangan tes diagnostik TTMC pada materi bilangan kuantum dan konfigurasi elektron perlu disusun terlebih dahulu. Pengembangan instrumen soal tes diagnostic TTMC pada penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pengembangan butir soal, validasi butir soal, dan ujicoba butir soal kepada peserta didik. Hasil penelitian diperoleh 21 butir soal valid dan reliabel dengan nilai CVR 1.00. Miskonsepsi tertinggi pada materi bilangan kuantum dan konfigurasi elektron ditemukan pada sub konsep menentukan seperangkat bilangan kuantum dari suatu orbital. Perbedaan miskonsepsi tertinggi antara kelas X IPA dan X imersi terdapat pada sub konsep menentukan seperangkat bilangan kuantum dari elektron pada tingkat energi tertinggi.
IMPLEMENTATION OF QUESTION CARD ASSISTED TAPPS ON STUDENT LEARNING OUTCOMES AND ACTIVITY Ulfa Lutfianasari; Mohammad Agus Prayitno; Nur Alawiyah
Jurnal Education and Development Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.721 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i4.3200

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the application of the TAPPS model assisted by Question Cards on student learning outcomes and activeness. The population in this study were students of class XI-IPA at SMA Negeri 1 Karanganyar, Demak. Determination of the sample using the purposive sampling system obtained two classes to be sampled, namely class XI-IPA2 as the experimental class which was treated using the TAPPS model assisted with Question Cards while XI-IPA1 as the control group which received treatment using the lecture method assisted by Question Cards. The research data were obtained by means of test and observation. Based on the results of the study, the average value for the experimental group was 83.16 while for the control group an average value of 77 was obtained.Based on the analysis based on the learning outcomes, the experimental group's results were better than the control group as indicated by the tcount (3.59)> ttable (1.98). As for student activeness, it was found that the experimental group was better than the control group with the results of data analysis tcount (4.23)> ttable (1.98). solubility subject matter and solubility product, with the magnitude of the influence on student learning outcomes is 20.48% and the magnitude of the influence on student activeness is 27.04%.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBENTUK TESLET UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN GENERIK SAINS MAHASISWA Mar’attus Solihah; Mohammad Agus Prayitno
Jurnal Education and Development Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.733 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i1.3385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrument penilaian berbentuk teslet untuk mengukur keterampilan generik sains (KGS) mahasiswa. Pengembangan dilakukan mengikuti model four-D Thiagarajan dengan langkah pengembangan define, desain, develop dan diseminasi. Berdasarkan hasil analisis pustaka diputuskan untuk mengembangkan instrumen KGS berbentuk soal pilihan ganda yang dikemas dalam butir teslet. Analisis indikator KGS dan kompetensi mata kuliah kimia dasar menghasilkan kesimpulan untuk mengembangkan instrumen berdasar pada empat indikator KGS yakni keterampilan kesadaran akan skala, bahasa simbolik, konsistensi logis, dan pemodelan. Pembuatan produk awal instrumen menghasilkan 15 butir teslet dimana tipa-tiap teslet terdiri dari 3 butir soal pilihan ganda. Produk awal kemudian divalidasi oleh ahli media, ahli materi dan 3 orang reviewer dosen kimia/pendidikan kimia. Validasi oleh ahli media dan ahli materi dilakukan secara berkesinambungan hingga menghasilkan instrumen yang layak untuk dilanjutkan pada proses uji coba. Ada 3 kemungkinan keputusan butir teslet yang diambil yakni valid tanpa revisi, valid dengan revisi, dan tidak valid. Butir yang dinyatakan valid dengan revisi diperbaiki hingga dinyatakan layak dipakai tanpa revisi oleh validator. Review oleh reviewer berupa angket terbuka untuk masing-masing butir teslet dan butir soal baik dari aspek konstruksi, materi, maupun bahasa. Hasil validasi baik oleh validator ahli maupun oleh reviewer dipakai untuk memperbaiki instrumen secara terus menerus hingga instrumen dinyatakan valid dan layak dilanjutkan ke tahapan pengembangan yang selanjutnya. Hasil evaluasi oleh ahli dan reviewer menghasilkan instrumen KGS berbentuk teslet pilihan ganda berjumlah 15 butir.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN SOAL BERKATEGORI HOTS BAGI GURU MADRASAH ALIYAH MU’ALLIMIN MU’ALLIMAT REMBANG Mohammad Agus Prayitno; Dian Tauhidah Tauhidah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1449-1456

Abstract

Curriculum changes require students to be able to think at higher levels. For this reason, educators are expected to be able to compile HOTS categorized questions that their students will give in each evaluation. The results of the field study obtained information that the socialization of HOTS categorization of questions was needed to the madrasah teachers. The purpose of implementing this Community Service Program (PKM) is to inform teachers to understand HOTS question categories, and to arrange HOTS categorized questions based on the preparation steps. The PKM was conducted at MA M3R with the method of presentation, question and answer, and demonstration. The material presented at the time of socialization are: a) cognitive level theory, b) LOTS and HOTS explanations, and c) steps for preparing HOTS questions. The results showed that the participants' responses to the socialization were very good, which was shown actively during the question and answer session, as well as a positive change in understanding in understanding the HOTS category before and after the socialization. The conclusion is the socialization of making HOTS categorized questions can provide information to participants of the socialization in identifying HOTS questions as well as the steps in preparing HOTS questions.