Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PESANTREN BERBASIS WIRAUSAHA (Pemberdayaan Potensi Enterpreneurship Santri di Beberapa Pesantren Kaliwungu Kendal) Abdul Ghofur; Nur Asiyah; M Shofiyullah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.099 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.744

Abstract

Pemberdayaan masyarakat pesantren berbasis wirausaha ini pada prinsipnya untuk menjembatani permasalahan yang sering dialami santri, khususnya alumninya. Banyak alumni pondok pesantren, meski secara keilmuan relatif berhasil dan diakui di masyarakat, bahkan cenderung ditokohkan di daerahnya masing-masing, namun dalam segi perekonomian, mereka mengalami masalah. Oleh sebab itu diupayakan langkah tertentu, khususnya pemberdayaan potensi entrepreneurship. Pelaksanaan pemberdayaan potensi entrepreneurship yang dilakukan di tiga pondok pesantren di wilayah Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal, yaitu PP Miftahul Falah, PP ARIS dan PP ASPIR, setidaknya, dapat menggapai beberapa poin yang dapat menjembatani beberapa permasalahan di atas. Pertama, dengan mengikuti kegiatan ini, para peserta tergugah untuk melakukan kreasi, inovasi dalam merespon kebutuhan masyarakat sebagai sumber perekonomian. Kedua, ada kesadaran dari para peserta bahwa setiap barang dapat dimanfaatkan secara optimal. Ketiga, pentingnya pemanfaatan waktu secara lebih intensif untuk menghasilkan sebuah barang yang bernilai ekonomis dan dapat menjadi peluang income bagi mereka. Keempat, ada kesadaran dari para peserta akan arti pentingnya pemanfaatan lahan-lahan kosong agar lebih berdayaguna dan lebih produktif.
Analisis Kritis Pemikiran Pendidikan Progresif Abdurrahman Wahid Nur Asiyah
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2021): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.803 KB) | DOI: 10.21580/jish.v6i1.8147

Abstract

Ada dua pemaknaan ketika memperbincangkan pendidikan, pertama, pendidikan adalah memanusiakan manusia dan kedua, pendidikan adalah transfer budaya. Pendidikan Islam adalah pendidikan yang membebaskan manusia untuk mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai dengan fitrahnya. Pendidikan Islam juga harus mampu menjembatani berbagai keragaman yang ada pada masyarakat Indonesia yaitu dengan pendidikan berbasis multikulturalisme. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosio kultural. Menurut Abdurrahman Wahid, pendidikan Islam harus mampu memadukan sesuatu yang tradisional dan modern dengan tidak melupakan ajaran Islam. Pemikiran Gus Dur tentang pendidikan Islam sering disebut dengan neomodernisme, yaitu suatu gerakanprogresif dalam pemikiran Islam yang tidak hanya timbul dari modernisme Islam, tetapi juga tertarik pada pengetahuan tradisional.
Internal Locus of Control, Self-Efficacy, Self-Esteem, dan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa PAI FITK UIN Walisongo Semarang Nur Asiyah; Fatah Syukur
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 4, No 1 (2019): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.634 KB) | DOI: 10.21580/jish.41.4796

Abstract

Penelitian ini bertujuan manganalisis tentang: Internal locus of control, self-efficacy, self-esteem dan prokrastinasi akademik mahasiswa PAI FITK UIN Walisongo Semarang. Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan analisis kuantitatif deskriptif  untuk menganalisis internal locus of control, self-efficacy, self-esteem dan prokrastinasi akademik mahasiswa PAI. sedangkan untuk menganalisis pengaruh internal locus of control, self-efficacy, self-esteem terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa PAI FITK UIN Walisongo Semarang digunakan analisis regresi. Dari hasil analisis penelitian ini didapatkan beberapa temuan: pertama, ada pengaruh negatif yang tidak signifikan antara internal locus of control dengan prokrastinasi akademik mahasiswa PAI FITK UIN Walisongo Semarang. Persamaan garis regresinya adalah Y`=73.138-0,720X, nilai sig 0,1020,05. Besarnya pengaruh internal locus of control terhadap prokrastinasi akademik 0,328, dengan kontribusi sebesar 10,7%. Kedua, Ada pengaruh negatif yang signifikan self-efficacy terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa PAI FITK UIN Walisongo Semarang, dengan persamaan regresi Y`=75.179-0,552X, dan nilai sig 0,0070,05. Besarnya pengaruh sebesar 0,328. dan kontribusinya sebesar 10,8%. Ketiga, ada pengaruh negatif yang signifikan self-esteem terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa PAI FITK UIN Walisongo Semarang dengan nilai sig 0,0360,05, dan persamaan regresinya Y`=82,794-0,490X, dengan besar pengaruh 0,414, dengan kontribusi sebesar 17,1%. Keempat, ada pengaruh negatif dan signifikan antara internal locus of control, self-efficacy, self-esteem secara bersama-sama dengan prokrastinasi akademik mahasiswa PAI FITK UIN Walisongo Semarang, dengan persamaan regresi Y`=119,552-0,649X1-0,423X2-0,273X3 dan nilai sig 0,0070,05. Pengaruhnya sebesar 0,641, dengan kontribusi sebesar 41%. Sisanya sebesar 59% ditentukan faktor lain.
INNOVATIONS IN STUDENT MANAGEMENT IN CHARACTER BUILDING FOR STUDENTS AT THE ASKHABUL KAHFI ISLAMIC BOARDING SCHOOL IN SEMARANG Rizka Amalia; Sofa Muthohar; Nur Asiyah
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 13 No 3 (2025): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v13i3.7292

Abstract

This study aims to describe the innovation of student management in character building at Pondok Pesantren Ashhabul Kahfi Semarang. This research employed a qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that character formation is implemented through three main programs: Muhasabah wa Tarbiyah, Muhadharah, and the persuasive approach. The Muhasabah wa Tarbiyah program serves as a routine evaluation to foster discipline and responsibility. The Muhadharah program develops students’ courage, communication skills, and social competence. Meanwhile, the persuasive approach is applied in disciplinary guidance, where sanctions function as educational consequences and forms of responsibility rather than punitive measures. These findings emphasize that the integration of student management and Islamic educational values can produce effective character building that is relevant to modern educational challenges. Keywords: Student management, Character education, Pesantren, Innovation
Enhancing Teacher Readiness: Micro-Teaching Practices During Curriculum Transition at UIN Walisongo Semarang Nur Asiyah; Atika Dyah Perwita; Jannatin Aliah; Fifi Fifi
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 10 No. 3 (2025): Transformative Islamic education management
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/ndhq.v10i3.231

Abstract

This research report examines micro-teaching implementation in the context of curriculum transition at the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Walisongo Semarang. The study aims to analyze the design, execution, and evaluation of micro-teaching practices during the shift from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum. The significance of this research lies in its focus on preparing future educators to utilize both curricula in their teaching practices effectively. By engaging in micro-teaching, students develop essential teaching skills, enhance their communication abilities, and gain practical experience in classroom management. This study highlights students' challenges and opportunities as they adapt to new educational frameworks, emphasizing the importance of hands-on training in fostering professional competencies. The findings are intended to contribute to developing a micro-teaching guide and serve as a reference for improving micro-teaching practices at UIN Walisongo and beyond. Ultimately, this research underscores the critical role of effective teacher preparation programs in enhancing educational quality and meeting the demands of contemporary teaching environments.
The Management of the Tahfidz al-Qur’an Flagship Program: Strengthening Qur’anic Literacy at MI Taufiqiyah Semarang Lailiyah Novi Nuri Maziliana; Zulaikhah; Nur Asiyah; Abdulghoni Lateh
AJIS: Academic Journal of Islamic Studies Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ajis.v10i2.16352

Abstract

This study aims to analyze the management of the flagship tahfidz al-Qur’an program in strengthening Qur’anic literacy at MI Taufiqiyah Semarang. The research employs a qualitative approach with a case study design, utilizing interviews, observations, and documentation as data collection techniques. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing, while validity was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that the strengthening of Qur’anic literacy is not solely determined by the tahfidz instructional method, but rather by the consistent implementation of management functions, including needs-based planning, competency-based organizing, gradual instructional implementation, and tiered as well as continuous evaluation. This managerial system contributes to improving students’ Qur’anic literacy quality, particularly in terms of reading fluency, accuracy of makhraj (articulation points), and the habituation of muroja’ah (systematic review). Theoretically, this study contributes by proposing an empirical model of tahfidz program management grounded in Qur’anic literacy at the Madrasah Ibtidaiyah level, thereby extending the discourse of Islamic educational management from a predominantly administrative orientation toward strengthening religious literacy outcomes.
Manajemen Program Hybrid Learning dalam Penguatan Akhlak Di MI Baitul Huda Klampisan Semarang Mohammad Hirzi An-naeda; Nur Asiyah; Ruruh Sarasati
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the management of the hybrid learning program in strengthening students' morals at MI Baitul Huda Klampisan Semarang. The focus of the study includes the planning, organizing, implementation, and controlling processes of the hybrid learning program, as well as the supporting factors, inhibiting factors, and their implications for strengthening students' morals. This study is qualitative research employing a case study approach. The research subjects consisted of the principal, teachers, and students selected using a purposive sampling technique. Data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and documentation studies. Data validity was tested through source triangulation, technique triangulation, and member checking. Data analysis employed the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the management of the hybrid learning program has been implemented through the integration of learning technology and the religious culture of the madrasah. At the planning stage, the madrasah developed technology-based learning tools combined with religious habituation programs. Organizing was carried out through a clear division of responsibilities among the principal, teachers, students, and parents. The implementation of the program utilized digital media such as projectors, instructional videos, Quizizz, and WhatsApp, combined with religious activities including the recitation of Asmaul Husna, congregational Dhuha prayer, and a culture of greeting. Controlling was conducted through the evaluation of academic aspects and students' moral development. Supporting factors of the program include teacher readiness, principal support, learning facilities, religious culture, and parental involvement, whereas inhibiting factors include limitations in internet connectivity, digital devices, and students' technological literacy. This study concludes that systematically managed hybrid learning is capable of supporting the strengthening of students' morals through the integration of technology and religious habituation. These findings contribute to the development of technology-based Islamic education management and serve as a reference for madrasahs in developing digital learning oriented toward the formation of akhlakul karimah. Keywords: hybrid learning; management; character strengthening; islamic education; madrasah ibtidaiyah Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen program hybrid learning dalam penguatan akhlak siswa di MI Baitul Huda Klampisan Semarang. Fokus penelitian meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian program hybrid learning, serta faktor pendukung, faktor penghambat, dan implikasinya terhadap penguatan akhlak peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru, dan siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program hybrid learning telah dilaksanakan melalui integrasi teknologi pembelajaran dan budaya religius madrasah. Pada tahap perencanaan, madrasah mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis teknologi yang dipadukan dengan program pembiasaan keagamaan. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas yang jelas antara kepala madrasah, guru, siswa, dan orang tua. Pelaksanaan program memanfaatkan media digital seperti proyektor, video pembelajaran, Quizizz, dan WhatsApp yang dikombinasikan dengan kegiatan religius berupa pembacaan Asmaul Husna, shalat dhuha berjamaah, dan budaya salam. Pengendalian dilakukan melalui evaluasi terhadap aspek akademik dan perkembangan akhlak siswa. Faktor pendukung program meliputi kesiapan guru, dukungan kepala madrasah, fasilitas pembelajaran, budaya religius, dan keterlibatan orang tua, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan jaringan internet, perangkat digital, dan literasi teknologi siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hybrid learning yang dikelola secara sistematis mampu mendukung penguatan akhlak siswa melalui integrasi teknologi dan pembiasaan religius. Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan manajemen pendidikan Islam berbasis teknologi serta menjadi referensi bagi madrasah dalam mengembangkan pembelajaran digital yang berorientasi pada pembentukan akhlakul karimah. Kata Kunci: hybrid learning, manajemen pendidikan, penguatan akhlak, pendidikan Islam, madrasah ibtidaiyah.
Optimalisasi Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan: Strategi untuk Mempertahankan Etika, Humanisasi, dan Esensi Pembelajaran di Era Digital Nur Asiyah; Imelia Sahda Salsabilla
EDU-RELIGIA : Jurnal Keagamaan dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Edu-Religia : Jurnal Keagamaan dan Pembelajarannya
Publisher : Program Pascasarjana Pendidikan Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology, especially Artificial Intelligence (AI), has brought significant changes in the world of education. This technology offers a wide range of opportunities to improve the effectiveness and efficiency of learning through the personalization of materials, analysis of student data, and the automation of learning evaluations. However, the implementation of AI in education also faces a number of challenges, such as inequality of access to digital infrastructure, low technological literacy among educators, and ethical issues related to the privacy and security of student data. This study aims to analyze the potential, challenges, and implications of the use of AI in the education system through a literature study approach. The research method used is a literature review by reviewing various scientific articles, research reports, and relevant academic publications in the 2020–2025 range. The data were analyzed descriptive-analytically to identify key themes related to the use of AI in learning. The results of the study show that AI has great potential in supporting more adaptive, interactive, and individual needs-based learning of students. However, the success of its implementation is highly dependent on the readiness of digital infrastructure, the technological competence of educators, and regulations that regulate the ethical use of technology. In addition, this study emphasizes that AI should be positioned as a supporting tool in the learning process, not as a substitute for the role of teachers. Therefore, the integration of AI in education needs to be carried out in a balanced manner while maintaining humanistic values in the learning process. The findings of this research are expected to contribute to the development of more inclusive and sustainable educational technology implementation policies and strategies
Manajemen Program Hybrid Learning dalam Penguatan Akhlak Di MI Baitul Huda Klampisan Semarang Mohammad Hirzi An-naeda; Nur Asiyah; Ruruh Sarasati
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the management of the hybrid learning program in strengthening students' morals at MI Baitul Huda Klampisan Semarang. The focus of the study includes the planning, organizing, implementation, and controlling processes of the hybrid learning program, as well as the supporting factors, inhibiting factors, and their implications for strengthening students' morals. This study is qualitative research employing a case study approach. The research subjects consisted of the principal, teachers, and students selected using a purposive sampling technique. Data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and documentation studies. Data validity was tested through source triangulation, technique triangulation, and member checking. Data analysis employed the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the management of the hybrid learning program has been implemented through the integration of learning technology and the religious culture of the madrasah. At the planning stage, the madrasah developed technology-based learning tools combined with religious habituation programs. Organizing was carried out through a clear division of responsibilities among the principal, teachers, students, and parents. The implementation of the program utilized digital media such as projectors, instructional videos, Quizizz, and WhatsApp, combined with religious activities including the recitation of Asmaul Husna, congregational Dhuha prayer, and a culture of greeting. Controlling was conducted through the evaluation of academic aspects and students' moral development. Supporting factors of the program include teacher readiness, principal support, learning facilities, religious culture, and parental involvement, whereas inhibiting factors include limitations in internet connectivity, digital devices, and students' technological literacy. This study concludes that systematically managed hybrid learning is capable of supporting the strengthening of students' morals through the integration of technology and religious habituation. These findings contribute to the development of technology-based Islamic education management and serve as a reference for madrasahs in developing digital learning oriented toward the formation of akhlakul karimah. Keywords: hybrid learning; management; character strengthening; islamic education; madrasah ibtidaiyah Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen program hybrid learning dalam penguatan akhlak siswa di MI Baitul Huda Klampisan Semarang. Fokus penelitian meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian program hybrid learning, serta faktor pendukung, faktor penghambat, dan implikasinya terhadap penguatan akhlak peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru, dan siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program hybrid learning telah dilaksanakan melalui integrasi teknologi pembelajaran dan budaya religius madrasah. Pada tahap perencanaan, madrasah mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis teknologi yang dipadukan dengan program pembiasaan keagamaan. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas yang jelas antara kepala madrasah, guru, siswa, dan orang tua. Pelaksanaan program memanfaatkan media digital seperti proyektor, video pembelajaran, Quizizz, dan WhatsApp yang dikombinasikan dengan kegiatan religius berupa pembacaan Asmaul Husna, shalat dhuha berjamaah, dan budaya salam. Pengendalian dilakukan melalui evaluasi terhadap aspek akademik dan perkembangan akhlak siswa. Faktor pendukung program meliputi kesiapan guru, dukungan kepala madrasah, fasilitas pembelajaran, budaya religius, dan keterlibatan orang tua, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan jaringan internet, perangkat digital, dan literasi teknologi siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hybrid learning yang dikelola secara sistematis mampu mendukung penguatan akhlak siswa melalui integrasi teknologi dan pembiasaan religius. Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan manajemen pendidikan Islam berbasis teknologi serta menjadi referensi bagi madrasah dalam mengembangkan pembelajaran digital yang berorientasi pada pembentukan akhlakul karimah. Kata Kunci: hybrid learning, manajemen pendidikan, penguatan akhlak, pendidikan Islam, madrasah ibtidaiyah.