Setyo Prasiyono Nugroho
Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GASTRONOMI MAKANAN KHAS KERATON YOGYAKARTA SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN WISATA KULINER Setyo Prasiyono Nugroho; I Putu Hardani HD
Jurnal Pariwisata Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.995 KB) | DOI: 10.31294/par.v7i1.8136

Abstract

ABSTRAKWisata kuliner di Yogyakarta sangat beragam, mulai dari tradisional ataupun makanan cepat saji. Menu tradisioal antara lain, gudeg, oseng mercon, sate kere, mie lethek dan lain-lain. Selain itu, Yogyakarta juga memiliki kuliner khas keraton yang fenomenal. Antara lain  Hidangan kesukaan raja atau Sultan dari hidangan pembuka sampai penutup, seperti salad jawa, nasi blawong, daging lombok kethok, brongkos ayam asat, gudeg empal, nasi gurih, bistik Jawa, pandekoek, manuk enom, kolak kencana, wedang secang, beer Jawa, dan lain-lain. Gastronomi merupakan motif utama dibalik pelaku-pelaku yang mempersiapkan dan siapa yang menyediakan keperluan bahan makanan dan minuman. Cita rasa masakan khas keraton Yogyakarta banyak dipengaruhi oleh asing, seperti Belanda, Cina dan Portugis. Penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan seperti menumis, merebus, mengukus, menggoreng dan lain-lain, yang biasa digunakan dengan tradisi menghasilkan cita rasa masakan yang kuat. Dalam peniltian ini akan menganalisa bagaimana metode memasak masakan khas keraton, alat serta bahan yang digunakan, guna melestarikan makanan khas keraton Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode memasak masakan khas keraton, alat serta bahan yang digunakan, guna melestarikan makanan khas keraton Yogyakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka rencana kegiatan akan dilakukan selama 1 tahun, pertama penyusunan naskah/rekomendasi pelestarian makanan khas keraton dengan focus utama pada proses memasak, alat masak, dan bahan baku. Metode penelitian yaitu pengumpulan data primer dengan Teknik surve dan teknik kuesioner. Peneliti menggunakan sample 4 hidangan utama, 4 hidangan kudapan, dan 2 minuman merupakan sampel yang dipilih menggunakan Teknik Purposive Sampling. Teknik yang digunakan adalah Semantic Differensial. Kata Kunci : Gastronomi; Makanan Khas Keraton; Pengembangan Wisata Kuliner. ABSTRAK Culinary tourism in Yogyakarta is very diverse, ranging from traditional or fast food. Traditional menus include gudeg, oseng mercon, satay kere, lethek noodles and others. In addition, Yogyakarta also has a phenomenal cuisine that is phenomenal. Among other things the king or Sultan's favorite dishes from appetizer to dessert, such as Javanese salad, Blawong rice, chili kethok, brongkos asat chicken, empal gudeg, savory rice, Javanese steak, pandekoek, manuk enom, kolak kencana, wedang secang, Javanese beer , and others. Gastronomy is the main motive behind the actors who prepare it and who provides food and beverage needs. The taste of Yogyakarta's palace cuisine is influenced by many foreigners, such as the Dutch, Chinese and Portuguese. The use of cooking techniques according to ingredients such as sauteing, boiling, steaming, frying and others, which are commonly used with tradition produces a strong taste of cuisine. In this study will analyze how the cooking methods typical of the palace, tools and materials used, in order to preserve the special food of the Yogyakarta palace. The purpose of this study was to determine the method of cooking typical cuisine of the palace, tools and materials used, in order to preserve the special food of the Yogyakarta palace. To achieve this goal, the activity plan will be carried out for 1 year, firstly compiling the manuscript / recommendation for preserving typical foods of the palace with the main focus on the process of cooking, cooking utensils, and raw materials. The research method is primary data collection with survey techniques and questionnaire techniques. Researchers used a sample of 4 main dishes, 4 snack dishes, and 2 drinks were selected using the Purposive Sampling Technique. The technique used is Semantic Differential. Keywords: Gastronomy; Special Palace Foods; Culinary Tourism Development...
Strategi Keunggulan Bersaing Melalui Inovasi Produk Dalam Meningkatkan Kinerja Pemasaran (Studi Kasus Pada PT Tama Cokelat Indonesia, Kabupaten Garut) Kiki Gumelar; Setyo Prasiyono Nugroho
Journal of Tourism and Economic Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi 17 Jul 2026
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/phj09w45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana inovasi produk berfungsi sebagai strategi keunggulan kompetitif untuk meningkatkan kinerja pemasaran di PT Tama Cokelat Indonesia di Kabupaten Garut. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi perusahaan. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi proses inovasi, diferensiasi nilai, strategi pemasaran, dan persepsi pasar terhadap produk inovatif perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi produk Chocodot dalam meningkatkan kinerja pemasaran didorong oleh kemampuan perusahaan untuk mengubah kearifan lokal menjadi proposisi nilai yang khas, mempertahankan posisi merek yang konsisten, dan menyelaraskan inovasinya dengan preferensi pasar wisata suvenir. Sebaliknya, Gumsberry, yang mengadopsi konsep produk yang lebih universal, belum mampu membangun persepsi nilai yang kuat di kalangan konsumen, sehingga mengakibatkan diferensiasi kompetitif yang terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi produk tidak secara otomatis mengarah pada peningkatan kinerja pemasaran. Sebaliknya, dibutuhkan diferensiasi nilai yang efektif, pemahaman pasar yang akurat, dan kemampuan pemasaran yang kuat untuk mengubah inovasi menjadi keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Studi ini memberikan kontribusi konseptual dengan menjelaskan mekanisme transformasi inovasi produk menjadi keunggulan kompetitif dalam konteks industri makanan lokal yang berakar pada warisan budaya. Studi ini juga menawarkan implikasi praktis untuk mengembangkan strategi inovasi produk di industri kreatif serupa.