Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana inovasi produk berfungsi sebagai strategi keunggulan kompetitif untuk meningkatkan kinerja pemasaran di PT Tama Cokelat Indonesia di Kabupaten Garut. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi perusahaan. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi proses inovasi, diferensiasi nilai, strategi pemasaran, dan persepsi pasar terhadap produk inovatif perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi produk Chocodot dalam meningkatkan kinerja pemasaran didorong oleh kemampuan perusahaan untuk mengubah kearifan lokal menjadi proposisi nilai yang khas, mempertahankan posisi merek yang konsisten, dan menyelaraskan inovasinya dengan preferensi pasar wisata suvenir. Sebaliknya, Gumsberry, yang mengadopsi konsep produk yang lebih universal, belum mampu membangun persepsi nilai yang kuat di kalangan konsumen, sehingga mengakibatkan diferensiasi kompetitif yang terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi produk tidak secara otomatis mengarah pada peningkatan kinerja pemasaran. Sebaliknya, dibutuhkan diferensiasi nilai yang efektif, pemahaman pasar yang akurat, dan kemampuan pemasaran yang kuat untuk mengubah inovasi menjadi keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Studi ini memberikan kontribusi konseptual dengan menjelaskan mekanisme transformasi inovasi produk menjadi keunggulan kompetitif dalam konteks industri makanan lokal yang berakar pada warisan budaya. Studi ini juga menawarkan implikasi praktis untuk mengembangkan strategi inovasi produk di industri kreatif serupa.