Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Keunggulan Bersaing Melalui Inovasi Produk Dalam Meningkatkan Kinerja Pemasaran (Studi Kasus Pada PT Tama Cokelat Indonesia, Kabupaten Garut) Kiki Gumelar; Setyo Prasiyono Nugroho
Journal of Tourism and Economic Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi 17 Jul 2026
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/phj09w45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana inovasi produk berfungsi sebagai strategi keunggulan kompetitif untuk meningkatkan kinerja pemasaran di PT Tama Cokelat Indonesia di Kabupaten Garut. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi perusahaan. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi proses inovasi, diferensiasi nilai, strategi pemasaran, dan persepsi pasar terhadap produk inovatif perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi produk Chocodot dalam meningkatkan kinerja pemasaran didorong oleh kemampuan perusahaan untuk mengubah kearifan lokal menjadi proposisi nilai yang khas, mempertahankan posisi merek yang konsisten, dan menyelaraskan inovasinya dengan preferensi pasar wisata suvenir. Sebaliknya, Gumsberry, yang mengadopsi konsep produk yang lebih universal, belum mampu membangun persepsi nilai yang kuat di kalangan konsumen, sehingga mengakibatkan diferensiasi kompetitif yang terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi produk tidak secara otomatis mengarah pada peningkatan kinerja pemasaran. Sebaliknya, dibutuhkan diferensiasi nilai yang efektif, pemahaman pasar yang akurat, dan kemampuan pemasaran yang kuat untuk mengubah inovasi menjadi keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Studi ini memberikan kontribusi konseptual dengan menjelaskan mekanisme transformasi inovasi produk menjadi keunggulan kompetitif dalam konteks industri makanan lokal yang berakar pada warisan budaya. Studi ini juga menawarkan implikasi praktis untuk mengembangkan strategi inovasi produk di industri kreatif serupa.
Pengaruh Museum Experience Terhadap Revisit Intention Melalui Tourist Satisfaction di Museum Ki Pahare Ramdani Setiyariski; Neng Siti Nursyifa; Hermawan Prasetyanto; Amin Tohari; Kiki Gumelar
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/1jk1ac36

Abstract

The tourism industry focuses not only on natural beauty and cultural richness, but also on the experiences offered to tourists. Museums, as one of the cultural and historical tourism destinations, play an important role in providing quality experiences to tourists. This research aims to determine the museum experience on revisit intention through tourist satisfaction at Ki Pahare Museum. This research adopts a quantitative method with a descriptive verification approach and collects data through questionnaires to tourists visiting the museum. The results show that museum experience has a significant impact on tourist satisfaction and revisit intention at Ki Pahare Museum. A positive museum experience can increase visitor satisfaction and encourage them to revisit the museum in the future. Visitor satisfaction is an important indicator in the tourism industry. Revisit intention is also an important indicator of museum effectiveness. Therefore, the museum experience should be a primary focus for museum management in order to increase tourist satisfaction and revisit intention.   Industri pariwisata tidak hanya berfokus pada keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi juga pada pengalaman yang ditawarkan kepada wisatawan. Museum, sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan sejarah, memegang peran penting dalam memberikan pengalaman berkualitas kepada pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh museum experience terhadap revisit intention melalui tourist satisfaction di Museum Ki Pahare. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada wisatawan yang mengunjungi museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa museum experience berpengaruh signifikan terhadap tourist satisfaction dan revisit intention di Museum Ki Pahare. Museum experience yang positif dapat meningkatkan kepuasan pengunjung dan mendorong mereka untuk kembali mengunjungi museum di masa depan. Kepuasan pengunjung merupakan indikator penting dalam industri pariwisata, sementara niat kunjungan ulang juga menjadi tolok ukur efektivitas sebuah museum. Oleh karena itu, museum experience harus menjadi fokus utama bagi pengelola museum guna meningkatkan tourist satisfaction dan revisit intention.