Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG TAHUN 2010 Yuhemy Zurizah Yuhemy Zurizah; Rini Mayasari Rini Mayasari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v1i1.4

Abstract

ABSTRACT Low Birth Weight (LBW) was defined as infants born weighing less than 2.500 grams. WHO estimates that nearly all (98%) of the five million neonatal deaths in developing countries. According to City Health if Palembang Departement, infant mortality rate (IMR) in the year 2007 is 3 per 1000 live births, in 2008 four per 1000 live births, and in 2009 approximately 2 per 1000 live births. The cause of LBW is a disease, maternal age, social circumstances, maternal habits factors, fetal factors and environmental factors. LBW prognosis depending on the severity of the perinatal period such as stage of gestation (gestation getting younger or lower the baby's weight, the higher the mortality), asphyxia / ischemia brain, respiratory distress syndromesmetabolic disturbances. This study aims to determine the relationship between maternal age and educations mothers of pregnancy with the incidence of LBW in the General Hospital Dr Center. Mohammad Hoesin Palembang in 2010 This study uses the Analytical Ceoss Sectional Survey. The study population was all mothers who gave birth in public hospitals center Dr. Mohammad Hoesin Palembang in 2010 were 1.476 mothers gave birth with a large sample of 94 studies of maternal taken by systematic random sampling, ie research instument Check List. Data analysis was performed univariate and bivariate. The results of this study show from 94 mothers of LBW was found 45 people (47,9%) Which has a high risk age 26 LBW ( 27,7%) while the distance of low educations LBW (55,3%). From Chi-Square test statistic that compares the p value with significance level α = 0,05 showed a significant correlation between maternal age, where the p value = 0,002, of education mothers of pregnancy p value = 0,003 with LBW. In the general hospital center Dr. Mohammad Hoesin Palembang ini 2010. Expected to researches who will come to examine in more depth. ABSTRAK Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) telah didefinisikan sebagai bayi lahir kurang dari 2.500 gram. WHO memperkirakan hampir semua (98%) dari 5 juta kematian neonatal di negara berkembang. Menurut Data Dinas Kesehatan Kota Palembang, Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2007 yaitu 3 per 1.000 kelahiran hidup, pada tahun 2008 4 per 1.000 kelahiran hidup, dan pada tahun 2009 sekitar 2 per 1.000 kelahiran hidup. Penyebab BBLR adalah penyakit, usia ibu, keadaan sosial, faktor kebiasaan ibu, dan faktor lingkungan. Prognosis BBLR tergantung dari berat ringannya masa perinatal misalnya masa gestasi (makin muda masa gestasi atau makin rendah berat bayi, makin tinggi angka kematian), asfiksia atau iskemia otak, sindrom gangguan pernafasan, gangguan metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur dan pendidikan ibu dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2010. Penelitian ini menggunakan survey analitik Cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2010 sebanyak 1.476 ibu melahirkan dengan besar sampel penelitian 94 ibu melahirkan yang diambil dengan tehnik acak sistematik, instrumen penelitian yaitu check list. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 94 ibu didapatkan kejadian BBLR 45 orang (47,9%) yang memiliki umur resiko tinggi 26 kejadian BBLR (27,7%) sedangkan yang pendidikan rendah 52 kejadian BBLR (55,3%). Dari statistik uji Chi-square yang membandingkan p value dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara umur ibu p value (0,002) , pendidikan p value (0,003) dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2010. Diharapkan bagi peneliti yang akan datang untuk meneliti lebih mendalam.
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS BASUKI RAHMAT PALEMBANG TAHUN 2011 Rini Mayasari Rini Mayasari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 2 No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v2i1.22

Abstract

ABSTRACT According to the health of the World Health Organization (WHO) in poor countries and developing countries, mortality in infants and young children from diarrhea about two million children each year, the purpose of this study was to determine the relationship between education and employment to women with the incidence of diarrhea in children in health centers in 2011 Pelembang Basuki Rahmat This study uses survey Cross sectional analytic approach. The population in this study were all mothers who have young children who come to visit the health center Palembang Basuki Rahmat which amounts to 448 people and a random sample random sampling. Variable that is examined in the analysis using univariate and bivariate analysis via Chi-Square test at α = 0.05. The results of univariate analysis showed that mothers who have children diagnosed with diarrhea as many as 94 people (65.7%) and diarrhea are not diagnosed in 49 men (34.3%), mothers with higher education as many as 68 people (47.6%) and low education as many as 75 people (52.4 %) and mothers who worked as many as 91 people (63.6%) and that does not work as many as 52 people (36.4%). The results of bivariate analysis showed that the incidence of diarrhea in toddlers higher education less mothers were 36 (52.9%) compared with the incidence of diarrhea in children with poorly educated mothers as much as 58 (77.3%), the incidence of diarrhea in infants whose mothers work as much as 72 larger (79.1 %) compared with the non-occurrence of diarrhea in infants whose mothers worked were 19 (20.9%). chi-square test showed no significant association between education with incidence of diarrhea (p value = 0.004) and there was a significant association between maternal work (p value = 0.000) with the incidence of diarrhea in health centers Basuki Rahmat Palembang in 2011. Expected to health workers in order to improve health services, especially education about risk factors for the incidence of diarrhea in infants. ABSTRAK 21 Menurut badan kesehatan world health organization (WHO) di negara negara miskin dan sedang berkembang, kematian pada bayi dan anak anak akibat diare berkisar dua juta anak tiap tahunnya tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan pekerjaan ibu dengan kejadian diare pada balita di puskesmas basuki rahmat pelembang tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak balita yang datang berkunjung ke puskesmas basuki rahmat Palembang yang berjumlah 448 orang dan pengambilan sampel secara random sampling. Variable yang di teliti di analisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat melalui uji Chi-Square pada α = 0,05. Hasil analisis univariat menunjukkan ibu yang memiliki balita yang terdiagnosa diare sebanyak 94 orang (65.7%) dan yang tidak terdiagnosa diare sebanyak 49 orang ( 34.3%), ibu dengan pendidikan tinggi sebanyak 68 orang (47.6%) dan pendidikan rendah sebanyak 75 orang (52.4%) dan ibu yang bekerja sebanyak 91 orang (63.6%) dan yang tidak bekerja sebanyak 52 orang (36.4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan kejadian diare pada balita yang pendidikan ibunya tinggi lebih kecil sebanyak 36 (52.9%) dibandingkan dengan terjadinya diare pada balita dengan ibu berpendidikan rendah sebanyak 58 (77.3%), kejadian diare pada balita yang ibunya bekerja lebih besar sebanyak 72 (79.1%) dibandingkan dengan tidak terjadinya diare pada balita yang ibunya bekerja sebanyak 19 (20.9%). uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan kejadian diare ( p value = 0,004) dan ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu (p value =0,000) dengan kejadian diare di Puskesmas Basuki Rahmat Palembang tahun 2011. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan terutama penyuluhan tentang faktor resiko kejadian diare pada balita.
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN IBU TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS BASUKI RAHMAT PALEMBANG TAHUN 2011 Rini Mayasari Rini Mayasari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 2 No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v2i1.28

Abstract

ABSTRACT According to WHO (World Health Organization), diarrhea is a Chapter (bowel movement) in liquid form is more than three times in one day, and usually lasts for two days or more. In the UK 1 in 5 people suffer from diarrhea infections. Diarrheal disease in developed countries has occurred despite the health and economic improvement but still a high incidence of infectious diarrhea and is still a health problem. In Indonesia diarrheal diseases are still one of the major diseases in infants and children. Morbidity is estimated to range between 150-430 per thousand population annually. In Basuki Rahmat Health Center Palembang , in 2011 the incidence of diarrhea in infants of 155 patients (59.2%). Factors influencing the incidence of diarrhea, including the factors of education, occupation, age, toddlers, environmental, nutritional, social, economic, food / beverage consumed, and the factors to lactose (milk cans). The purpose of this study is a known association between maternal education and employment with the incidence of diarrhea in infants in Basuki Rahmat Health Center Palembang in 2011. This study uses the approach of Analytical Surveys Cross Sectional. The population in this study were all women who come to check babies for Basuki Rahmat Health Center Palembang in 2011 which amounted to 35 people. Sampling in this study with non-random methods with techniques Accidental Sampling. Data analysis carried out univariate and bivariate statistics with Chi-Square test with significance level α = 0.05. Results showed there were 35 respondents from 45.7% of respondents that babies suffering from diarrhea, higher education 57.1%, and working mothers 40%. The results of this study showed no significant association between maternal education and occupation on the incidence of diarrhea in infants in Basuki Rahmat Health Center Palembang in 2011. From the results of this study, researchers hope to improve health and implement counseling about prevention of diarrhea. ABSTRAK Menurut WHO (World Health Organization), diare merupakan BAB (buang air besar) dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari, dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih. Di Inggris 1 dari 5 orang menderita diare infeksi. Penyakit diare di negara maju walaupun sudah terjadi perbaikan kesehatan dan ekonomi masyarakat tetapi insiden diare infeksi tetap tinggi dan masih menjadi masalah kesehatan. Di Indonesia penyakit diare hingga kini masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak-anak. Diperkirakan angka kesakitan berkisar antara 150-430 perseribu penduduk setahunnya. Di Puskesmas Basuki Rahmat Palembang , pada tahun 2011 angka kejadian diare pada balita sebanyak 155 pasien (59,2%). Faktor-faktor mempengaruhi kejadian diare, diantaranya adalah faktor pendidikan, pekerjaan, umur balita, lingkungan, gizi, sosial ekonomi, makanan/minuman yang dikonsumsi, dan faktor terhadap laktosa (susu kaleng). Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara pendidikan dan pekerjaan ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Basuki Rahmat Palembang tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang datang memeriksakan balitanya ke Puskesmas Basuki Rahmat Palembang pada tahun 2011 yaitu berjumlah 35 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan metode non random dengan teknik Accidental Sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan dari 35 responden terdapat 45,7% responden yang balitanya menderita diare, pendidikan tinggi 57,1%, dan ibu yang bekerja 40%. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dan pekerjaan ibu terhadap kejadian diare pada balita di Puskesmas Basuki Rahmat Palembang tahun 2011. Dari hasil penelitian ini, peneliti berharap petugas pelayanan kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dan melaksanakan penyuluhan tentang pencegahan diare.
HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN STATUS PERKAWINAN DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA DI INSTALASI BEDAH RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG TAHUN 2012 Rini Mayasari Rini Mayasari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v3i1.37

Abstract

ABSTRACT Breast cancer on the mark with the growth or uncontrolled growth of cells that are excessive. Factors affecting the incidence of breast cancer include maternal age, marital status, family history, hormone use, radiation, manarche, and obesity. The purpose of this study was to determine the relationship between Age and Marital Status of Mother with Breast Cancer incidence in the Installation Surgeon General Hospital Dr. Mohammad Hoesin Palembang in 2012. The study design was analytical descriptive with the approach in which the independent variables Cross Sectional Age Mother and Status Perkawianan and dependent variables in breast cancer incidence collected at the same time. The study population was all women who develop breast cancer in the Installation General Hospital Surgery Center Dr. Mohammad Hoesin Palembang in 2012 and samples taken by systematic random sampling with a sample of 130 respondents. The results of univariate analysis of data showed that respondents had breast cancer with a percentage of total 58 (44.61%) while respondents who had not had breast cancer totaled 72 by the percentage (63.39%). Respondents by Age Mothers who are at risk amounted to 34 by the percentage (26.15%) while respondents with Age Mothers who are not at risk amounted to 96 by the percentage (73.85%). Respondents by Marital Status is married and the mother who totaled 69 by the percentage (53.07%) and Marital Status with the status of unmarried women totaled 61 by the percentage (46.03%). Of Chi-Square test results found no significant relationship between Age Mothers with Breast Cancer event in which the p value = 0.007, no significant relationship between Marital Status in Breast Cancer event in which the p value = 0.030. Based on the results of the study, researchers suggest counseling efforts, medical knowledge and improve the quality of health services in order to reduce the incidence of breast cancer.. ABSTRAK Kanker payudara di tandai dengan pertumbuhan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel yang berlebihan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker payudara antara lain umur ibu, status perkawinan, riwayat keluarga, penggunaan hormon, radiasi, manarche, dan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Umur Ibu dan Status Perkawinan dengan kejadian Kanker Payudara di Instalasi Bedah Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2012. Desain Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dimana variabel independen Umur Ibu dan Status Perkawianan dan variabel dependen kejadian kanker payudara dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang menderita kanker payudara di Instalasi Bedah Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2012 dan sampel di ambil secara systematic random sampling dengan jumlah sampel 130 responden. Hasil analisis univariat data menunjukan responden yang mengalami Kanker Payudara berjumlah 58 dengan persentase sebesar (44,61%) sedangkan responden yang tidak mengalami Kanker Payudara berjumlah 72 dengan persentase (63,39%). Responden dengan Umur Ibu yang beresiko berjumlah 34 dengan persentase (26,15%) sedangkan responden dengan Umur Ibu yang tidak beresiko berjumlah 96 dengan persentase (73,85%). Responden dengan Status Perkawinan ibu yang berstatus kawin berjumlah 69 dengan persentase (53,07%) dan Status Perkawinan ibu yang berstatus tidak kawin berjumlah 61 dengan persentase (46,03%). Dari hasil uji Chi-Square didapatkan ada hubungan bermakna antara Umur Ibu dengan kejadian Kanker Payudara dimana p Value = 0,007, ada hubungan bermakna antara Status Perkawinan dengan kejadian Kanker Payudara dimana p Value = 0,030. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan upaya-upaya penyuluhan, pengetahuan tenaga medis dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan guna menurunkan angka kejadian kanker payudara.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS SEKIP PALEMBANG TAHUN 2013 Rini Mayasari Rini Mayasari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.736 KB)

Abstract

ABSTRACT [World Health Organization (WHO) in 2007 stated that there were 1.8 million under-five deaths due to Acute Respiratory Infections (ARI) in dunia.Yang caused by factors including toddler age, birth weight, immunization status and nutritional status. the purpose of this study is known factors associated with the incidence of respiratory infection in infants in Palembang Sekip Health Center in 2013. This study uses the Analytic Survey Cross sectional approach in this study were all toddlers (1 year - 5 years) who went to a health center Sekip IMCI in 2013. Sampling using simple random sampling, amounting to 150 people. Data analysis was done using univariate and bivariate statistical Chi-Square test with significance level α = 0.05. Univariate analysis of the results obtained from respondents who had ARI 81 (54.0%) and are not ARI 69 (46.0%), respondents who were high risk 90 (60.0%), respondents whose birth weight high risk 93 (62.0%), incomplete immunization status of 82 (54.7%), and good nutritional status of respondents 83 (55.3%). From bivariate analysis using chi-square test can be seen that there is a significant relationship between age infants with ARI incidence in Sekip Health Center Palembang, with P Value = 0.021 <α = 0.05. Incidence of birth weight with ARI in Palembang Sekip health center, with p Value = 0.005 <α = 0.05. Immunization status with the incidence of ARI P Value = 0.026 <α = 0.05. Nutritional status with ARI incidence P Value = 0.002 <α = 0.05. From the results of this study, health workers can improve health care of infants and toddlers and more often to conduct information about ARI. ABSTRAK World Health Organization (WHO) tahun 2007 menyatakan bahwa terdapat 1,8 juta kematian balita karena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di dunia.Yang di sebabkan oleh factor-faktor di antaranya umur balita,berat badan lahir,status imunisasi dan status gizi.Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Sekip Palembang Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita yang(1 tahun - 5 tahun) yang berobat ke MTBS di Puskesmas Sekip pada tahun 2013. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yang berjumlah 150 orang. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Dari analisis univariat didapatkan hasil responden yang mengalami ISPA 81 (54,0%) dan yang tidak ISPA 69 (46,0%), responden yang berumur resiko tinggi 90 (60,0%), responden yang berat badan lahir resiko tinggi 93 (62,0%), status imunisasi lengkap 82 (54,7%), serta responden yang status gizi baik 83 (55,3%). Dari analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square dapat dilihat bahwa ada hubungan bermakna antara umur balita dengan kejadian ISPA di Puskesmas Sekip Palembang, dengan p Value = 0,021 < α = 0,05.Berat badan lahir dengan kejadian ISPA di Puskesmas Sekip Palembang, dengan p Value = 0,005 < α = 0,05. Status imunisasi dengan kejadian ISPA p Value = 0,026 < α = 0,05.Status gizi dengan kejadian ISPA p Value = 0,002 < α = 0,05. Dari hasil penelitian ini, petugas kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bayi dan balita serta lebih sering untuk melaksanakan penyuluhan tentang ISPA.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) PADA IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT MUHAMMADDIYAH PALEMBANG TAHUN 2013 Rini Mayasari Rini Mayasari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.946 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v5i1.73

Abstract

ABSTRACT [Low birth weight is still a problem in Indonesia, because it is a major cause of death in the neonatal period. Based on data from the World Health Organization in 2003 estimated neonates each year about 20 million are born low birth weight. Based on results of the Basic Health Research in 2007 prevalence of low birth weight in Indonesia was 11.5%. In South Sumatra Province the IMR in 2012 was 29 per 1,000 live births, the IMR in Palembang in 2012 there were 97 infant deaths of 29. 451 live births, one of the causes of infant mortality was low birth weight. In the Muhammaddiyah Palembang hospital low birth weight in 2013obtained as many as 151 cases. The purpose of this study was to determine the relationship of maternal age, parity, education and work by simultaneously newborns with low birth weight. The design of this research is an analytic survey with cross sectional approach and applied by retrospectively. The population in this study were all mothers of normal birth at term gestation at Muhammadiyah Palembang hospital in 2013 as 2215. The sample are 339 respondents. In this study conducted univariate, bivariate and multivariate analyzes. From the analysis we found no association between maternal age with low birth weight (P Value = 0.043, OR = 0.551), no relationship between parity and low birth weight (P Value = 0.034, OR = 0.484), no relation between education and low birth weight (P Value = 0.020, OR = 0.998), no relationship between work maternity and low birth weight (P Value = 0.049, OR = 0.500). The most dominant variable is the maternity age. It is suggested to the leadership of Muhammadiyah Palembang hospital is expected to be able to further improve health care programs such as counseling about the importance of prenatal care, nutrition and nutritional needs during pregnancy that can detect early complications in pregnancy to prevent low birth weight. ABSTRAK BBLR masih menjadi masalah di Indonesia, karena merupakan penyebab utama kematian pada masa neonatal. Berdasarkan data WHO tahun 2003 setiap tahun diperkirakan neonatus yang lahir sekitar 20 juta adalah BBLR. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 prevalensi BBLR di Indonesia sebesar 11,5 %. Di Propinsi Sumatera Selatan AKB tahun 2012 sebesar 29 per 1.000 kelahiran hidup, di Kota Palembang AKB tahun 2012 sebanyak 97 kematian bayi dari 29.451 kelahiran hidup, salah satu penyebab kematian bayi adalah BBLR. Di Rumah Sakit Muhammaddiyah Palembang didapatkan kejadian BBLR pada tahun 2013 sebanyak 151 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan umur ibu, paritas, pendidikan dan pekerjaan secara simultan bayi baru lahir dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan secara retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu melahirkan normal dengan usia kehamilan aterm di rumah sakit Muhammadiyah Palembang pada Tahun 2013 yang berjumlah 2215. Sampel penelitian ini berjumlah 339 responden. Dalam penelitian ini dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Dari hasil analisis didapatkan ada hubungan antara umur ibu dengan BBLR (P Value = 0,043, OR = 0,551), ada hubungan paritas dengan BBLR (P Value = 0,034, OR = 0,484), ada hubungan pendidikan dengan BBLR (P Value = 0,020, OR = 0,998), ada hubungan pekerjaan dengan BBLR (P Value = 0,049, OR = 0,500). Variabel paling dominan adalah umur ibu. Disarankan kepada pimpinan rumah sakit Muhammadiyah Palembang diharapkan untuk dapat lebih meningkatkan program pelayanan kesehatan seperti penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan, kebutuhan nutrisi dan gizi selama masa kehamilan yang dapat mendeteksi dini komplikasi kehamilan untuk mencegah terjadinya BBLR.
GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI SMA/SMK KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2016 Rini Mayasari Rini Mayasari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.808 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v6i1.82

Abstract

ABSTRACT Free sex is a relationship that is done by men and women without matrimony. Various forms of sexual behavior, such as intimate dating, courtship, to have sexual contact. Factors associated with sex behavior among others, is the lack of knowledge about free sex, free sex impact, forms of promiscuity, perversion LGBT, and disease-free sex. This study design is the technique of sampling using quantitative indirectly using a questionnaire tools shaped questionnaires. Be knew overview of students' knowledge about sex in high school / vocational Lubuk Linggau Year 2016. The study population was high school class XII students in schools in the city Lubuklingga 2016. The sample in this study is the high school class XII students in 9 schools there in Lubuklinggau of 167 people. Results of univariate analysis showed respondent knowledge about free sex amounted to 48 people (28,74%), students with sufficient knowledge of 54 people (32,33%), and students with less knowledge of 65 people (38, 93%). Students with a good knowledge about the impact of free sex amounted to 57 (34,13%), students with sufficient knowledge of 69 people (41,31%), and students with less knowledge 41 (24,56%). Students with a good knowledge about the form of free sex amounted to 58 students (34,73%), students with sufficient knowledge totaled 49 peoples (29,34%), and students with less knowledge of 60 people (35,93%). Students with a good knowledge about LGBT amounted to 54 (32,34%), students with sufficient knowledge amounted to 68 peoples (40.71%), and students with less knowledge amounted 45 peoples (26,95%). Students with a good knowledge about the disease free sex amounted to 22 peoples (13,17%), students with sufficient knowledge of 39 peoples (23,35%), and students with less knowledge amounted to 106 peoples (63,48%). ABSTRAK Seks bebas merupakan hubungan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan tanpa adanya ikatan perkawinan. Berbagai bentuk tingkah laku seksual, seperti berkencan intim, bercumbu, sampai melakukan kontak seksual. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks bebas antara lain adalah kurangnya pengetahuan tentang seks bebas, dampak seks bebas, bentuk-bentuk seks bebas, penyimpangan LGBT, dan penyakit seks bebas. Desain penelitian ini adalah teknik pengambilan sampel menggunakan teknik kuantitatif yaitu secara tidak langsung menggunakan alat bantu angket berbentuk kuisener. Di ketahuinya gambaran pengetahuan siswa tentang seks bebas di SMA/SMK Kota Lubuk Linggau Tahun 2016. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA di sekolah yang ada di Kota Lubuklingga tahun 2016. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA di 9 sekolah yang ada di Kota Lubuklinggau yang berjumlah 167 orang. Hasil analisis univariat menunjukan respondent pengetahuan tentang seks bebas berjumlah 48 orang (28,74%), siswa dengan pengetahuan cukup 54 orang (32,33%), dan siswa dengan pengetahuan kurang 65 orang (38,93%). Siswa dengan pengetahuan baik tentang dampak perilaku seks bebas berjumlah 57 orang (34,13%), siswa dengan pengetahuan cukup 69 orang (41,31%), dan siswa dengan pengetahuan kurang 41 orang (24, 56%). Siswa dengan pengetahuan baik tentang bentuk perilaku seks bebas berjumlah 58 siswa (34,73%), siswa dengan pengetahuan cukup berjumlah 49orang (29,34%), dan siswa dengan pengetahuan kurang berjumlah 60 orang (35,93%). Siswa dengan pengetahuan baik tentang LGBT berjumlah 54 orang (32,34%), siswa dengan pengetahuan cukup berjumlah 68 orang (40,71%), dan siswa dengan pengetahuan kurang berjumlah 45orang (26,95%). Siswa dengan pengetahuan baik tentang penyakit seks bebas berjumlah 22 orang (13,17%), siswa dengan pengetahuan cukup 39 orang (23,35%), dan siswa dengan pengetahuan kurang berjumlah 106 orang (63,48%).
HUBUNGAN ANTARA PRE EKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALEMBANG BARI TAHUN 2016 Rini Mayasari Rini Mayasari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.336 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v7i1.102

Abstract

ABSTRAK Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) menurut World Health Organization (WHO) 2014 adalah bayi yang terlahir dengan berat kurang dari 2500gram. Bayi dengan BBLR masih terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan secara global dikarenakan efek jangka pendek maupun efek jangka panjangnya terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara preeklampsia dengan kejadian berat badan lahir rendah di RSUD Palembang BARI Tahun 2016. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan survey cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang melahirkan di RSUD Palembang BARI Tahun 2016 yaitu sebanyak 967 ibu melahirkan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Systematic Random Sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 283 ibu melahirkan. Data penelitan diperoleh dari data sekunder dengan mencatat data rekam medik RSUD Palembang BARI Tahun 2016 dan analisa data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara preeklampsia dengan kejadian BBLR dengan p= 0,001 dan hasil uji chi-square 10,874. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diajukan adalah perlunya peningkatan perilaku hidup sehat dan peningkatan kegiatan penyuluhan oleh petugas kesehatan kepada masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan pengetahuan tentang BBLR, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan. ABSTRACT Birth Weight Low (BBLR) according to the World Health Organization (WHO) 2014 is a baby born with a weight less than 2500gram. LBW infants continue to be a significant global public health problem due to their short-term effects and long-term health effects. The purpose of this research is to know the correlation betweeen preeclampsia with the occurence of low birth weight at Palembang BARI Regional Hospital 2016. The method of this research was descriptive correlation with survey cross sectional approach. Population of this research were all delivery mothers Palembang BARI Regional Hospital in 2016 as many as 967 mothers. Sampling technique used Systematic Random Sampling. And number of samples were 283 samples. Research data obtained from the secunder data by writing medical record of Palembang BARI Regional Hospital in 2016 and analyzed by chi square test with significant degree 95% (α=0,05). Based on chi-square analysis it is known that there is correlation between preeclampsia with occurance of low birth weight with p= 0,001 and result chi-square test is 10,874. Based on the research, it is suggested to increase healthy live behaviour and information activities by health provider to the society about reproductive health and knowledge about low birth weight, so that preventive measures can be done.