Suharti Suharti
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL KULIT SEMANGKA (Citrullus lanatus) DENGAN MENGGUNAKAN TRAGAKAN SEBAGAI PEMBENTUK GEL (Gelling Agent) Ratika Nuri; Suharti Suharti; Jenta Puspariki
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol 5 No 2 (2021): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.047 KB) | DOI: 10.51873/jhhs.v5i2.88

Abstract

Latar Belakang: Kosmetik berbahan alami adalah produk kecantikan yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan alami tanpa ada tambahan bahan kimia didalamnya. Pemanfaatan bahan alami dari kulit buah semangka (Citrullus lanatus) sebagai antioksidan untuk kulit wajah, yang diformulasikan sebagai sediaan masker dengan menggunakan bahan pembentuk gel (Gelling agent) alami dari tragakan. Kulit semangka ini memiliki kandungan Citrullin yang berfungsi sebagai antioksidan dan bermanfaat sebagai antipenuaan dini. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuatan sediaan masker gel dengan menggunakan tragakan sebagai gelling agent, dengan menambahkan kulit semangka sebagai bahan berkhasiat antioksidan, kemudian dilakukan uji stabilitas fisik yang meliputi uji organoleptik dan uji pH untuk mendapatkan hasil sediaan masker gel yang stabil. Pengujian organoleptik dan pH dilakukan pada suhu kamar (15- 30? C). Metode: Penelitian ini dilakukan dengan desain action research, yaitu menambahkan ekstrak kental kulit putih semangka dengan konsentrasi 20% dan 40%, kemudian sedian jadi berupa masker gel diuji stabilitasnya secara organoleptis, dan uji pH yang dilakukan selama 3 minggu pada suhu kamar (15-30?C). Hasil: Penelitian menunjukan bahwa sediaan masker gel berbahan dasar tragakan yang mengandung ekstrak kental kulit putih semangka dapat dibuat, dan memenuhi mutu fisik sediaan dengan hasil uji organoleptik yang cukup stabil dan pH yang sesuai dengan rentang pH kulit yaitu berkisar 5-6,5. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada sediaan masker gel formulasi II dengan konsentrasi 20% menghasilkan sediaan yang lebih stabil dari segi warna, bau, dan tekstur dalam penyimpanan selama 2 minggu pada suhu kamar (15-30?C) dan lebih mendekati karakteristik gel yang jernih dan tembus pandang
Gambaran penggunaan obat Metformin pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di salah satu Klinik X daerah Purwakarta tahun 2024 Adnan Ruswandi; Suharti Suharti; Taufik Septiyan Hidayat
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 10 No. 1 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v10i1.416

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Di Kabupaten Purwakarta pada tahun 2023 ,jumlah penderita Dibetes MellitusĀ  mencapai 13.202 orang. Metformin, sebagai obat antidiabetes oral, telah menjadi pilihan utama dalam pengelolaan DMT2. Penggunaan metformin dipengaruhi oleh beberapa faktorĀ  diantaranya dosis, cara penggunaan , efek samping dan usia pasien. Tujuan penelitian: mengetahui gambaran penggunaan obat metformin di salah satu klinik daerah Purwakarta pada pasien dabetes mellitus tipe 2. Metode Penelitian: deskriptif kuantitatif. Sampel adalah pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di salah satu Klinik Daerah Purwakarta Periode 2024 pada bulan Januari-Desember sebanyak 121 responden dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan Rekam Medik Elektronik pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian: Diketahui pasien diabetes mellitus tipe 2 pada penggunaan obat metformin sebagian besar dengan dosis 3 x 500mg sebanyak 66,9%, cara minum sesudah makan sebanyak 53,7%, ada efek samping sebanyak 55,4% dan usia 46-65 tahun (manula) sebanyak 66,1%. Kesimpulan: Pasien diabetes mellitus tipe 2 pada penggunaan obat metformin sebagian besar dengan dosis 3 x 500mg, cara minum sesudah makan, ada efek samping dan usia 46-65 tahun (manula). Saran: Mayarakat diharapkan dapat mengkonsumsi tablet metformin secara rasional diantaranya tepat dosis, tepat cara penggunaan dan tepat waktu pemberian obat metformin tersebut sehingga terhindar dari adanya efek samping seperti nyeri perut atau mual.