This Author published in this journals
All Journal Jurnal Jaffray
Jermia Djadi
Lembaga Penelitian STFT Jaffray

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Baptisan Roh Kudus Berdasarkan Perjanjian Baru Djadi, Jermia
Jurnal Jaffray Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ilmiah ini ditulis dengan membahas hal-hal berikut: analisis katatentang baptisan Roh Kudus terhadap tujuh ayat dalam Perjanjian Baru yangberkaitan langsung dengan baptisan Roh Kudus, yaitu Matius 3:11; Markus 1:8; Lukas3:16; Yohanes 1:33; Kisah 1:5; 11:26; dan 1 Korintus 12:13, yang menjelaskan bahwabaptisan dalam Roh Kudus ke dalam tubuh Kristus adalah untuk semua orang, yangmeliputi semua orang yang telah percaya kepada Yesus, baik orang Yahudi maupunorang Yunani, baik budak maupun orang merdeka.Baptisan dalam Roh Kudus dalam Perjanjian Baru yang meliputi: 1) BaptisanRoh Kudus bukan suatu pengalaman yang harus dicari dan diusahakan dan bukanpula merupakan berkat kedua sesudah pertobatan. Baptisan Roh Kudus pada hariPentakosta adalah peristiwa bersejarah yang tak pernah diulang, satu kali untukselama-lamanya, dengan mengikutsertakan semua orang percaya, yang terjadi padasaat orang percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat; 2)Baptisan Roh Kudus berlaku bagi orang-orang Samaria yang merupakan musuhturun-temurun bangsa Yahudi. Karena faktor historis, peristiwa itu harus disahkanoleh dua orang rasul Yahudi melalui penumpangan tangan. Kemudian mereka punditerima dan dipersatukan dengan orang-orang percaya dari bangsa Yahudi menjadisatu tubuh Kristus tanpa mengenal perbedaan; 3) Baptisan dalam Roh Kudus jugaberlaku bagi orang-orang bukan Yahudi (kafir) yang dipandang hina dan najis olehbangsa Yahudi; 4) Baptisan Roh Kudus tidak berlaku bagi orang-orang yang belummenjadi Kristen, tetapi hanya untuk mereka yang percaya sungguh-sungguh kepadaKristus, seperti kelompok kedua belas murid Yohanes Pembaptis di Efesus.
Kepemimpinan Kristen yang Efektif Djadi, Jermia
Jurnal Jaffray Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sepanjang sejarah, kualitas kepemimpinan merupakan faktor penenrudalam keberhasilan suatu organisasi,baik dalamduniausahamaupun dalam duniapendidikan, pemerintahan, politik, kesehatan, dan agama, khsusnya agama Kristen.Organisasi apa pun di dunia ini pasti pernah mengalami kegagalan. Salah satupenyebabnya adalah faktor kepemimpinan yang kurang memadai. Menurutpengamatan penulis, masalah kepemimpinan masih merupakan kendala dalampengembangan organisasi dan misi Kristen di Indonesia. Masalah kepemimpinandan pemimpin merupakan keburuhan yang urgen dalam suaru organisasi pada masakini. "Kepemimpinan menjadi kunci pembuka bagi suksesnya organisasi"
Ulasan Buku:Kuasa yang Membawa Kemenangan: Kumpulan Khotbah Ekspositori Djadi, Jermia
Jurnal Jaffray Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku Kuasa yang Membawa Kemenangan yang ditulis oleh Maurits Silalahi, M.Th (almarhum) merupakan kumpulan khotbah ekspositori sebagai salah satu bentuk khotbah yang alkitabiah yang pernah disampaikan secara langsung melalui mimbar gereja dalam ibadah-ibadah di berbagai denominasi gereja di Kota Makassar dan sekitarnya selama beliau melayani sebagai dosen Homiletika di Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar.Naskah-naskah khotbahnya begitu banyak, sebagian ada yang diketik manual dan sebagian lagi ada yang yang ditulis dengan tangan (hal. iii). Dari sekian banyak tema khotbah ekspositori yang pernah dikhotbahkan di berbagai mimbar gereja, yang sempat diterbitkan  hanya 71 tema khotbah ekspositori yang ditulis (diuraikan) secara lengkap dan 121 tema khotbah ekspositori yang merupakan rancangan khotbah yang terdiri atas tema dan garis-garis besarnya saja.
Peranan Gembala Sebagai Pemimpin Dalam Perspektif I Petrus 5:1-4 Dan Relevansinya Pada Masa Kini Kosta, Yenda; Djadi, Jermia
Jurnal Jaffray Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 2 Oktober 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v9i2.100

Abstract

Adapun tujuan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut: Pertama,untuk menemukan konsep peranan gembala sebagai pemimpin dalam I Petrus 5:1-4.Kedua, untuk merelevansikan konsep peranan gembala sebagai pemimpin denganpenggembalaan pada masa kini.Adapun metode yang digunakan oleh penulis adalah Library Reseach ataupenelitian perpustakaan, yaitu membaca buku-buku, menyelidiki kitab yang berkaitandengan pokok bahasan karya ilmiah ini.Berdasarkan semua uraian tentang peranan gembala sebagai pemimpin dalamperspektif I Petrus 5:1-4, maka dapat ditarik kesimpulan, konsep I Petrus 5:1-4 Tentangperanan gembala sebagai pemimpin bahwa seorang gembala harus mengerti peranannyasebagai pemimpin, yaitu: (1). Pemimpin yang memberi nasihat (I Petrus 5:1), seoranggembala sebagai pemimpin yang meberi nasihat harus mampu mengajarkan hal-hal yangbaik dan menganjurkan sesuatu yang berguna bagi bawahannya atau orang-orang yangdipimpinnya, (2). Pemimpin yang bertanggung jawab (I Petrus 5:2a), seorang pemimpinsejati adalah orang yang penuh dengan rasa tanggung jawab, pemimpin yang maumemikul, menerima dan mengambil tanggung jawab dengan penuh kesadaran untuktugas dan orang yang telah dipercayakan Tuhan kepadanya dan bukan orang yangmenghindar dari tanggung jawab, (3). Pemimpin yang sukarela (I Petrus 5:2), sebagaipemimpin harus mampu menerima dan menlayani bawahannya dengan hati yang terbuka,senang dan bukan bekerja karena paksaan tetapi dengan kemauannya sendiri, (4).Pemimpin yang memberi teladan (I Petrus 5:3), sebagai pemimpin ada tuntutan sikapteladan dalam seluruh aspek kehidupannya baik kehidupan rohani, hubungan denganorang lain, dalam pekerjaan, dan lewat sikap tegas.
Peranan Pemuda Gereja Dalam Pembangunan Bangsa Djadi, Jermia
Jurnal Jaffray Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v3i1.142

Abstract

Pembangunan bangsa sangat besar ditentukan oleh peran pemuda secara aktif dan kreatif bdengan didasarkan atas kualifikasi spiritual, intelektual yang baik, ketahanan, kualitas moral yang terpuji, dan ideologi yang terpuji.Dalam membangun bangsa yang sedang dilanda oleh berbagai krisis,diperlukan peran pemuda gereja yang berkualifikasi, yaitu yang memiliki kualitas spiritual yang tinggi, intelektual yang mampu bersaing, ketahanan dan kualitas moral yang terpuji, dan ideologi yang terujr, dengan mengambil peranan secara aktif dan kreatif dalam memberitakan Injilkepada segala makhluk, berperan aktif dalam mengatasi disintegrasi bangsa demi persatuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa, turut serta mengambil bagian dalam upaya pemecahan masalah kemiskinan dengan berdoa dan bekerja keras, meningkatkan sumber daya manusia, dan menciptakan lapangan kerja atau berwiraswasta, dan furut serta secara aktif dalam memberantas budaya korupsi dengan mereformasi moral bangsa yang telah dirusakkan oleh dosa serta menciptakan etos kerja yang positif dengan meningkatkan kedisiplinan, keiuiuran dan semangat pengabdian yang berdedikasi tingg.
Metode Pastoral Bagi Anak Sekolah Minggu Djadi, Jermia
Jurnal Jaffray Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v5i1.120

Abstract

Pastoral atau penggembalaan adalah suatu pelayanan yang dilakukan oleh gembala jemaat  untuk memimpin anggota jemaat secara pribadi, memberi makanan rohani melalui pengajaran firman Tuhan, menjaga, memelihara, membimbing, mencari dan mengunjungi mereka satu per satu serta menolong mereka agar bertumbuh dalam iman menuju kedewasaan rohani di dalamKristus. Pastoral bukan saja untuk anggota jemaat dewasa dan pemuda, tetapi juga bagi anak-anak sekolah Minggu. Hal ini sangat penting karena orang dewasa adalah gereja hari ini, pemuda adalah gereja hari esok, sedangkan anak-anak adalah gereja masa depan. Untuk menggembalakan anak-anaksekolah minggu diperlukan guru-guru sekolah minggu yang terampil, yang berperan sebagai gembala-gembala bagi anak-anaksekolah Minggu. Dari segi pastoral, guru-guru sekolah minggu dapat disebut "gembala" anak-anak sekolah minggu. Mereka memiliki tugas dan tanggug jawab yang sangat penting untuk membantu gembala jemaat dalam membina dan mengembangkan gereja masa depan melalui anak-anak sekolah Minggu
Apologetika tentang Kristologi Djadi, Jermia
Jurnal Jaffray Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v1i1.167

Abstract

Apologetika termasuk teologi sistematik yang intinya mengenai dogmatika dan etika. Mengingat ruang lingkup teologi sistematik sangat luas, maka pada kesempatan ini yang akan dibahas hanya beberapa hal penting, seperti pengertian apologetika, tugas apologetika, dan apologetika tentang Kristologi yang dianggap paling mendasar untuk diketahui agar kita mampu memberikan argumentasi terhadap pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul tentang Kristologi.
Pengajaran Tentang Ibadah Berdasarkan Surat Ibrani 10:19-25 Dan Implimentasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya Pada Masa Kini Tison, Tison; Djadi, Jermia
Jurnal Jaffray Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v11i1.67

Abstract

Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, Untuk menganalisis dan menafsirkan pengajaran tentang ibadahmenurut Ibrani 10:19-25. Kedua, Untuk membahas bagaimana mengimplementasikanpengajaran tentang ibadah dalam kehidupan orang percaya pada masa kini.Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode penelitiannaskah Alkitab yaitu: Pertama, Metode analisis kitab, dalam hal ini menggunakanmetode penelitian yang mencakup teologi eksegesis dan kajian Alkitab untukmemahami teks yang sesuai dengan konsep yang ada dalam surat Ibrani 10:19-25. Danmenggunakan metode penelitian literatur. Kedua, Komparasi, yaitu mengadakanperbandingan-perbandingan untuk melihat kesamaan atau perbedaan pengajarantentang ibadah.Berdasarkan hasil uraian penulis dalam karya ilmiah mengenai pengajarantentang ibadah berdasarkan surat Ibrani 10:19-25 dan implimentasinya dalamkehidupan orang percaya pada masa kini, maka penulis dapat menarik kesimpulansebagai berikut: Pertama, setiap orang percaya harus mengerti dasar-dasar ibadahorang percaya yaitu darah Yesus yang telah dicurahkan bagi umat manusia yang jugatelah menjadi pengganti korban persembahan untuk datang menghampiri Allah danYesus sebagai Imam Besar. Kedua, dalam ibadah setiap orang percaya harusmemiliki sikap hati yang tulus iklhas, keyakinan iman, hati yang sudah dibasuh danberpegang pada pengakuan pengharapan pada Yesus. Ketiga, dalam ibadah, setiaporang percaya harus memiliki hati yang menyembah karena penyembahan adalah halyang paling utama untuk menyatakan hormat dan tunduk kepada Allah atas karya-Nya bagi hidup orang percaya. Keempat, dalam ibadah, setiap orang percaya harushidup dalam kekudusan, karena dalam kekudusanlah orang percaya layak dihadapanAllah.
Gambar dan Rupa Allah Djadi, Jermia
Jurnal Jaffray Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v2i1.144

Abstract

Doktrin tentang gambar dan rupa bAllah dalam diri manusia sangat pentingdalam teologi, sebab gambar dan rupa Allah ini adalah suatu kualitas yangmenjadikan manusia istimewa dalam hubungannya dengan Ailah. Kenyataanbahwa manusia adalah gambar dan rupa Allah menjadikan manusia berbedadengan binatang dan dengan semua makhiuk yang lain. Sejauh kita dapatbelajar dari Alkitab bahwa malaikat pun tidak mendapat kemuliaan ini, walaupun kadang-kadang malaikat dikatakan seolah-olah memiliki kemuliaan sedemikian. Alkitab menegaskan pula bahwa manusia satu-satunya makhlukciptaan yang segambar dan serupa dengan Allah yang memiliki kualitasuntuk menguasai segala ciptaan-Nya yang lain (Kejadian 1:28), untukmenghakimi dunia, bahkan untuk mmenghakimi malaikat-malaikat (I Korintus6:2-3).
Spiritual Seorang Pelayan Tuhan Djadi, Jermia
Jurnal Jaffray Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 1 April 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v10i1.66

Abstract

Sehubungan dengan kebiasaan membaca Alkitab, George Muller,seorang hamba Tuhan yang sangat dipakai Tuhan memberikan beberapanasihat sebagai berikut: (1) Bacalah Alkitab dengan tetap. Bacalah secaraberganti-ganti dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru setiap hari.Mulailah membaca dari permulaan sampai habis. Setelah selesaimembaca keduanya, mulailah kembali dari permulaan. (2) BacalahAlkitab dengan berdoa. Mintalah pertolongan dari Roh Kudus agar Diamenerangi hati kita. (3) Bacalah Alkitab dengan merenungkannya.Renungkanlah apa yang dibaca supaya dapat dikenakan pada dirisendiri. Lebih baik membaca sedikit dan merenungkan banyak daripadamembacabanyak dan merenungkan sedikit. (4) Bacalah Alkitab denganmengenakan pada diri sendiri. Jangan membaca hanya dengan tujuanuntuk mengajar orang lain, tetapi bacalah Alkitab dengan maksud untukdikenakan pada diri sendiri. (5) Bacalah Alkitab dengan iman. Terimalah