Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrated EM4-based anaerobic and aerobic wastewater treatment for sustainable tofu industry effluent management Marsyea, Rihlah Fahiranti; Oktiawan, Wiharyanto; Djaeni, Moh.
Waste Handling and Environmental Monitoring Vol. 2 No. 1: (February) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/whem.v2i1.2025.1851

Abstract

Background: The Tahu Sehat Sari industrial area in Cokro Village is one of the largest tofu manufacturers, processing 3 tons of soybeans daily with 88 employees. However, wastewater quality tests reveal that the effluent exceeds regulatory limits set by Central Java Regional Regulation No. 5 of 2012, with BOD at 422.5 mg/L, COD at 845 mg/L, and TSS at 1940 mg/L. Effective wastewater treatment is necessary to ensure compliance with environmental standards and minimize pollution. Methods: This study evaluates wastewater treatment alternatives, including Anaerobic Digester, Anaerobic Biofilter, and Aerobic Biofilter, with the addition of Effective Microorganisms 4 (EM4) to enhance organic waste degradation. Wastewater samples were tested for COD, BOD, and TSS levels before and after treatment to assess removal efficiency. Findings: The implementation of EM4 significantly improved wastewater quality, achieving an 86% reduction in COD with a 0.3% EM4 concentration in aerobic treatment. EM4’s fermentation bacteria effectively minimized organic contaminants. The selected treatment methods—Anaerobic Digester, Anaerobic Biofilter, and Aerobic Biofilter—proved suitable for treating tofu wastewater, with final effluent concentrations of COD at 2.4 mg/L, BOD at 0.3 mg/L, and TSS at 35 mg/L, meeting regulatory standards. The estimated cost for the construction of a Wastewater Treatment Plant (WWTP) is IDR 1,177,378,400, with monthly operation and maintenance expenses of IDR 6,110,297. Conclusion: The study confirms that an integrated wastewater treatment system using anaerobic and aerobic biofilters combined with EM4 is effective in reducing organic waste contamination in tofu industry effluent. Further assessment of land use and distribution systems is recommended to optimize wastewater management. Novelty/Originality of this article: This research contributes to sustainable wastewater treatment in tofu production by integrating EM4 technology with anaerobic and aerobic filtration, achieving high pollutant removal efficiency. The study also provides a financial analysis of WWTP implementation, highlighting its feasibility for similar small and medium enterprises.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALEMAN BERBASIS EDUKASI 3R DAN REVITALISASI UMBUL NILO DI KLATEN–JAWA TENGAH Heidija, Anne Marie; Dzakwan, Muhammad Aufa; Kartika, Fira Candra; Djaeni, Moh.; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Pasopati Vol 7, No 2 (2025): Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2025.29153

Abstract

Desa Daleman di Kabupaten Klaten dikenal sebagai sentra industri rumahan soun sekaligus lokasi wisata alam Umbul Nilo, sebuah pemandian alami yang memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan daerah. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, baik dari aktivitas industri maupun pariwisata, berdampak pada kebersihan lingkungan dan keberlanjutan kawasan wisata. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, tim mahasiswa Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang difokuskan pada edukasi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta revitalisasi kawasan wisata Umbul Nilo. Program ini meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan pemilahan sampah, pemanfaatan limbah soun menjadi produk bernilai tambah, hingga penataan ulang area wisata agar lebih bersih, aman, dan nyaman bagi pengunjung. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pembuatan media edukatif berupa leaflet, poster, dan booklet yang disebarkan kepada masyarakat serta sosialisasi pengelolaan sampah berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta lahirnya inisiatif lokal untuk mengelola sampah secara lebih mandiri. Edukasi 3R dan upaya revitalisasi terbukti menjadi strategi efektif dalam mewujudkan Desa Daleman sebagai kawasan wisata dan industri soun yang berwawasan lingkungan, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan citra desa di tingkat regional. Kata kunci: pengabdian masyarakat, 3R, revitalisasi wisata, edukasi lingkungan, limbah soun, desa Daleman
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA DALEMAN SEBAGAI DESTINASI WISATA SEHAT Maulana, Hakim Anang; Martino, Martino; Lubis, Nazwa Syalsabilla; Susanto, Novita; Wijaya, Safira Febe; Santosa, Ari Wibawa Budi; Djaeni, Moh.; Prasetyaningrum, Aji
Jurnal Pasopati Vol 6, No 2 (2024): Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.24991

Abstract

Desa Wisata Daleman yang terletak di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah memiliki potensi wisata keindahan alam berupa wisata mata air Umbul Nilo. Kawasan mata air ini memiliki potensi alam yang indah dan suasana yang asri, tetapi perkembangannya masih tertinggal dibandingkan desa wisata sekitar. Dalam pengembangannya, wisata ini menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya penataan dan daya tarik visual serta keterbatasan fasilitas penunjang yang mampu menarik minat wisatawan. Oleh karena itu, dilakukan perancangan kembali desain tata letak yang lebih menarik disertai beberapa fasilitas penunjang sekaligus untuk meningkatkan pengalaman wisata yang nyaman dan aman. Selain itu, dilakukan identifikasi potensi kuliner sehat yang dapat dikembangkan di Desa Daleman. Metode pengabdian yang diterapkan mencakup observasi ke lapangan, studi literatur pengembangan potensi desa, perancangan desain, dan penyuluhan kepada masyarakat. Hasil perancangan ini dapat dijadikan acuan untuk pembangunan selanjutnya secara bertahap.