Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL KB SUNTIK 3 BULAN DI BPM DEWI ANGGRAINI PALEMBANG TAHUN 2017 Suci Sulistyorini
Masker Medika Vol 6 No 1 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pelayanan Keluarga Berencana (KB) mempunyai arti penting dalam mewujudkan manusia Indonesia yang sejahtera, disamping program pendidikan dan kesehatan. Berdasarkan data BKKBN, jumlah akseptor KB suntik di Kota Palembang tahun 2016 didapatkan sebesar 5583 orang (50,61%). KB suntik merupakan salah satu kontrasepsi yang popular dan banyak diminati di Indonesia umumnya dan Sumatera Selatan khususnya, kontrasepsi suntik yang digunakan adalah DMPA (Depo Medroxy Progesterone Acetate) dan cyclofem. Dengan besarnya jumlah akseptor KB suntik tersebut maka peneliti tertarik untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruh pemakaian alat kontrasepsi hormonal KB Suntik 3 Bulan di BPM Dewi Anggraini Palembang tahun 2017. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pemakaian alat kontrasepsi hormonal KB Suntik 3 bulan adalah karakteristik ibu (Usia, pendidikan, pekerjaan) paritas, dan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemakaian alat kontrasepsi hormonal KB suntik 3 Bulan di BPM Dewi Anggraini Palembang Tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah semua akseptor KB Suntik 3 Bulan yang berkunjung ke BPM Dewi anggarini pada tanggal 1-15 Juni 2017. Tehnik pengambilan sampel yaiti accidental sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, bivariat, dan multivariate. Berdasarkan data univariat didapatkan data dari 92 responden sebanyak 60 responden (65,2%) akseptor KB suntik 3 bulan dan 32 (34,8%) responden akseptor KB lain, usia muda 57 (62%), usia tua 35 (38%), pendidikan tinggi 48 (52,2%), pendidikan rendah 44 (47,8%), paritas primipara 53 (57,6%), paritas multipara 39 (42,4%), pengetahuan baik 34 (37%), pengetahuan cukup 50 (54,3%), pengetahuan kurang 8 (8,7%). Berdasarkan data bivariat diperoleh hasil ada hubungan antara usia dengan pemakaian alat kontrasepsi hormonal KB suntik 3 Bulan di BPM Dewi Anggraini dengan p value 0,042, dan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemakaian alat kontrasepsi hormonal KB suntik 3 Bulan di BPM Dewi Anggraini dengan p value 0,001. Tidak ada hubungan antara pendidikan dan paritas terhadap pemakaian alat kontrasepsi hormonal KB suntik 3 Bulan di BPM Dewi Anggraini. Untuk petugas kesehatan khususnya Bidan agar dapat lebih meningkatkan informasi dan edukasi pada masyarakat untuk memberikan pelayanan yang paripurna kepada akseptor KB
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DISMINORHEA PRIMER PADA SISWI SMA PGRI 2 PALEMBANG Suci Sulistyorini; Septi Monica; Selvi Septia Ningsih
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, psikologis, dan sosial. World Health Organization (WHO) menentukan usia remaja antara 12 – 24 tahun (Kusmiran, 2011).. Menurut data WHO, rata-rata insidensi terjadinya dismenore pada wanita muda antara 16,8 – 81%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian disminorhea primer pada siswi SMA PGRI 2 Palembang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Lokasi penelitian dilakukan di kelas X SMA PGRI 2 Palembang. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 21 Februari 2017.Populasi penelitian yaitu semua siswi kelas X SMA PGRI 2 Palembang tahun 2017 yang berjumlah 126 responden. Sampel penelitian yaitu total populasi. Analisa yang dilakukan adalah analisa data univariat dan bivariat. Berdasarkan data univariat didapatkan data dari 126 responden sebanyak 113 responden (89,7%) mengalami disminorhea primer dan sebanyak 13 (10,3%) responden tidak mengalami disminorhea primer, usia menarche dini 8 (6,3%)responden, usia menarche normal 118 (93,7%), siklus menstruasi abnormal 43 (34,1 %), siklus menstruasi normal 83 (65,9%), lama menstruasi abnormal 27 (21,4%), lama menstruasi normal 99 (78,6%), riwayat keluarga terdapat disminorhea primer 100 (79,4%), dan riwayat keluarga tidak ada 26 (20,6%). Berdasarkan data bivariat diperoleh hasil ada hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian disminorhea primer dengan p value = 0,027 OR 3,986 dan tidak ada hubungan antara usia menarche, lama menstruasi,dan lama menstruasi terhadap kejadian disminorhea primer di SMA PGRI 2 Palembang. Untuk petugas kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan konseling dan memberikan penyuluhan terhadap remaja khususnya remaja putri mengenai kesehatan reproduksi agar dapat mempersiapkan organ reproduksi yang sehat.Kata Kunci : Disminorhea primer, Usia menarche, siklus menstruasi, lama menstruasi, riwayat keluarga.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DAN USIA GESTASI DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RS. MUHAMMADIYAH PALEMBANG Suci Sulistyorini
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikterus merupakan salah satu kegawatan yang sering terjadi pada bayi baru lahir sebanyak 25-50 % pada bayi cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada bayi kurang bulan (Rohani, 2017). Berdasarkan data rekam medik RS. Muhammadiyah Palembang jumlah neonatal yang mengalami ikterus pada tahun 2015 sebesar 67 kasus dari bayi 295 yang bermasalah, tahun 2016 sebesar 57 kasus dari 315 bayi yang bermasalah dan pada periode Januari – Desember 2017 sebesar 60 kasus dari 300 bayi yang bermasalah (Rekam MediK RSMP, 2017). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan bayi lahir dan usia gestasi dengan iketrus neonatorum di RS. Muhammadiyah Palembang. Desain penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan penelitian Case Control Penelitian ini menggunakan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir yang dirawat diruang perinatal RS Muhammadiyah dengan periode 1 Januari s.d 31 Desember 2017. Sampel penelitian yaitu kasus : kontrol perbandingan 1 : 1. Subjek Penelitian kasus yaitu bayi ikterus neonatorum berjumlah 40 bayi dan kontrol yaitu bayi baru lahir normal berjumlah 40 bayi.. Tehnik Pengambilan sampel secara systematic random sampling. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Berdasarkan analisa univariat didapatkan ikterus neonatorum berjumlah 40 responden dan bayi baru lahir normal 40 responden, Berat badan lahir bayi normal 68 (85%), BBLR 12 (15%), usia gestasi aterm 66 (82,5%), preterm 9 (11,3%), dan posterm 5 (6,3%). Berdasarkan analisa bivariat didapatkan hasil tidak terdapat hubungan antara berat badan lahir bayi dengan ikterus neonatorum di RS. Muhammadiyah Palembang dengan p value = 0,531, dan tidak ada hubungan usia gestasi dengan ikterus neonatorum di RS. Muhammadiyah Palembang dengan p value = 0,069. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan upaya preventif untuk mengurangi angka kejadian ikterus neonatorum. Ikterus is one of the most frequent occurrences in newborns as much as 25-50% in term infants and is higher in less-term infants (Rohani, 2017). Based on medical record data of Muhammadiyah hospital.Palembang, the number of neonatal who experienced jaundice in 2015 amounted to 67 cases of 295 babies who had problems, in 2016 amounted to 57 cases of 315 babies who had problems and in the period of January - December 2017 amounted to 60 cases of 300 babies who were in trouble (Medicl Record of RSMP, 2017 ). The aim of this study was to determine the relationship between babies’ birth weight and gestational age with ikterus neonatorum at Muhammadiyah hospital. Palembang. The design of this study used analytical survey method with Case Control research design. This study used secondary data. The population in this study were all newborn babies who were treated in the perinatal room of Muhammadiyah Hospital with a period of January 1 to December 31, 2017. The study samples were cases: comparison control 1: 1. Study subjects were ikterus neonatorum babies amounted to 40 babies and controls were newborn babies normal amounted to 40 babies. Samples collecting technique by systematic random sampling. The analysis used univariate and bivariate by Chi-Square test. Based on univariate analysis obtained ikterus neonatorum was 40 respondents and normal newborn babies were 40 respondents, normal birth weight babies were 68 (85%), low birth weight were 12 (15%), aterm gestational age were 66 (82.5%), preterm were 9 (11 , 3%), and posterm were 5 (6.3%). Based on bivariate analysis, it was obtained that there was no relationship between babies’ birth weight with ikterus neonatorum at Muhammadiyah hospital Palembang with p value = 0.531, and there was no relationship between gestational age and ikterus neonatorum at Muhammadiyah hospitals Palembang with p value = 0.069. It is suggested to health workers to provide preventive efforts to reduce the incidence of ikterus neonatorum.
ANALISIS STATUS GIZI TEHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Suci Sulistyorini
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 1 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i1.363

Abstract

Latar belakang: Status gizi merupakan salah satu  faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik Anak.  Anak dengan status gizi kurang akan mengalami perkembangan yang terhambat dan tidak optimal sesuai dengan tahapan usianya. Menurut data Riskesdas tahun 2018 status gizi pada anak usia 0-59 bulan di Kota Palembang dengan status gizi kurus 1,12%,kurus 6,64 %, normal 84,56%,dan gemuk 7,68%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap perkembangan motorik anak usia prasekolah di TK “X” Palembang. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan data primer melalui lembar kuesioner dan checklist. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa TK “X” Palembang TA. 2019-2020 berjumlah 32 responden. Sampel penelitian adalah semua populasi. Tehnik Pengambilan sampel secara total sampling. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi -Square. Penelitian dilakukan di  TK “X” Palembang pada bulan Oktober – Desember 2019. Hasil: Berdasarkan analisa univariat didapatkan mayoritas perkembangan motorik anak normal sebanyak 78,1% lebih besar dari perkembangan motorik meragukan 21,9%. Status gizi normal 78,1%, kurus 12,5% dan gemuk 9,4%. Hasil uji statistik Chi-Square didapatkan hubungan status gizi terhadap perkembangan motorik anak usia prasekolah di TK “X” Palembang dengan p value 0,002. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dan para guru untuk memberikan stimulus sesuai perkembangan anak dan edukasi tentang nutrisi yang sehat untuk anak usia prasekolah. Kata Kunci: Status gizi, perkembangan motorik, anak prasekolah
ANALISIS STATUS GIZI TEHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Suci Sulistyorini
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 1 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i1.877

Abstract

Latar belakang: Status gizi merupakan salah satu  faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik Anak.  Anak dengan status gizi kurang akan mengalami perkembangan yang terhambat dan tidak optimal sesuai dengan tahapan usianya. Menurut data Riskesdas tahun 2018 status gizi pada anak usia 0-59 bulan di Kota Palembang dengan status gizi kurus 1,12%,kurus 6,64 %, normal 84,56%,dan gemuk 7,68%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap perkembangan motorik anak usia prasekolah di TK “X” Palembang. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan data primer melalui lembar kuesioner dan checklist. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa TK “X” Palembang TA. 2019-2020 berjumlah 32 responden. Sampel penelitian adalah semua populasi. Tehnik Pengambilan sampel secara total sampling. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi -Square. Penelitian dilakukan di  TK “X” Palembang pada bulan Oktober – Desember 2019. Hasil: Berdasarkan analisa univariat didapatkan mayoritas perkembangan motorik anak normal sebanyak 78,1% lebih besar dari perkembangan motorik meragukan 21,9%. Status gizi normal 78,1%, kurus 12,5% dan gemuk 9,4%. Hasil uji statistik Chi-Square didapatkan hubungan status gizi terhadap perkembangan motorik anak usia prasekolah di TK “X” Palembang dengan p value 0,002. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dan para guru untuk memberikan stimulus sesuai perkembangan anak dan edukasi tentang nutrisi yang sehat untuk anak usia prasekolah. Kata Kunci: Status gizi, perkembangan motorik, anak prasekolah
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE Deby Meitia Sandy; Suci Sulistyorini
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 13, No 1 (2021): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v13i1.919

Abstract

Latar Belakang: Antenatal Care merupakan komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpentinguntuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Tingginya angka kematian ibu dan bayi antara laindisebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu dan frekuensi pemeriksaan ANC yang tidak teratur.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil trimester III dengan frekuensikunjungan antenatal care di RB Mitra Ananda Palembang. Metode: Rancangan penelitian surveyanalitik dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini di RB Mitra Ananda Palembangpada tanggal 12 Okober-21 November 2020. Penelitian ini menggunakan data primer. Populasipenelitian yaitu ibu hamil trimester III yang melakukan kunjungan ANC bulan Oktober-Novembertahun 2020 yang berjumlah 32 responden. Sampel penelitian berjumlah 32 responden. Teknikpengambilan sampel secara total sampling. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan ujichi square. Hasil: Berdasarkan analisa univariat dari 32 responden bahwa yang berpengetahuan baiksebanyak 78,1%, berpengetahuan cukup sebanyak 18,8% dan berpengetahuan kurang sebanyak 3,1%.Hasil uji statistik chi-square didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil trimesterIII dengan frekuensi kunjungan ANC di RB Mitra Ananda Palembang dengan p value = 0,048. Saran:Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan tenaga kesehatan untukmelakukan pemeriksaan kehamilan sesuai standar kunjungan antenatal care selama masa kehamilan.Kata Kunci: Pengetahuan, Frekuensi Kunjungan Antenatal Care
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE Deby Meitia Sandy; Suci Sulistyorini
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 13, No 1 (2021): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v13i1.612

Abstract

Latar Belakang: Antenatal Care merupakan komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpentinguntuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Tingginya angka kematian ibu dan bayi antara laindisebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu dan frekuensi pemeriksaan ANC yang tidak teratur.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil trimester III dengan frekuensikunjungan antenatal care di RB Mitra Ananda Palembang. Metode: Rancangan penelitian surveyanalitik dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini di RB Mitra Ananda Palembangpada tanggal 12 Okober-21 November 2020. Penelitian ini menggunakan data primer. Populasipenelitian yaitu ibu hamil trimester III yang melakukan kunjungan ANC bulan Oktober-Novembertahun 2020 yang berjumlah 32 responden. Sampel penelitian berjumlah 32 responden. Teknikpengambilan sampel secara total sampling. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan ujichi square. Hasil: Berdasarkan analisa univariat dari 32 responden bahwa yang berpengetahuan baiksebanyak 78,1%, berpengetahuan cukup sebanyak 18,8% dan berpengetahuan kurang sebanyak 3,1%.Hasil uji statistik chi-square didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil trimesterIII dengan frekuensi kunjungan ANC di RB Mitra Ananda Palembang dengan p value = 0,048. Saran:Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan tenaga kesehatan untukmelakukan pemeriksaan kehamilan sesuai standar kunjungan antenatal care selama masa kehamilan.Kata Kunci: Pengetahuan, Frekuensi Kunjungan Antenatal Care
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE Deby Meitia Sandy; Suci Sulistyorini
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 13, No 1 (2021): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v13i1.920

Abstract

Latar Belakang: Antenatal Care merupakan komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpentinguntuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Tingginya angka kematian ibu dan bayi antara laindisebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu dan frekuensi pemeriksaan ANC yang tidak teratur.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil trimester III dengan frekuensikunjungan antenatal care di RB Mitra Ananda Palembang. Metode: Rancangan penelitian surveyanalitik dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini di RB Mitra Ananda Palembangpada tanggal 12 Okober-21 November 2020. Penelitian ini menggunakan data primer. Populasipenelitian yaitu ibu hamil trimester III yang melakukan kunjungan ANC bulan Oktober-Novembertahun 2020 yang berjumlah 32 responden. Sampel penelitian berjumlah 32 responden. Teknikpengambilan sampel secara total sampling. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan ujichi square. Hasil: Berdasarkan analisa univariat dari 32 responden bahwa yang berpengetahuan baiksebanyak 78,1%, berpengetahuan cukup sebanyak 18,8% dan berpengetahuan kurang sebanyak 3,1%.Hasil uji statistik chi-square didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil trimesterIII dengan frekuensi kunjungan ANC di RB Mitra Ananda Palembang dengan p value = 0,048. Saran:Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan tenaga kesehatan untukmelakukan pemeriksaan kehamilan sesuai standar kunjungan antenatal care selama masa kehamilan.Kata Kunci: Pengetahuan, Frekuensi Kunjungan Antenatal Care
Peningkatan Pengetahuan tentang Nutrisi yang Tepat pada Anak Usia Prasekolah Suci Sulistyorini
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol4.iss1.228

Abstract

Nutrition is one of the main determining factors in the quality of Human Resources. Providing poor nutrition, especially to children, will reduce the potential of community development resources. The low nutritional status of children will have a negative impact on improving the quality of human resources. Nutritional status can affect the physical condition and ability of students to follow the learning process, factors that can affect learning achievement, including biological factors, psychological and environmental conditions of students. The purpose of this activity is to increase the knowledge of the community, especially parents, about the importance of providing proper nutrition to preschool-aged children at Darma WanitaPersatuan Kindergarten, Dabuk Rejo , Lempuing OKI. The method in this community service is in the form of zoom (online) which was attended by 69 participants. The result of this activity was an increase in parental knowledge in providing proper nutrition to preschool-age children which can be seen from the post-test results. The conclusion from this activity is that there is an increase in parents' knowledge about the importance of providing proper nutrition according to the needs of preschool-aged children to support good health conditions and success in the learning process and learning achievement.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil dengan Tanda Bahaya Pada Kehamilan di PMB Fauziah Hatta Palembang Tahun 2021 Deby Meitia Sandy; Suci Sulistyorini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.732 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v11i2.262

Abstract

Sekitar 830 ibu hamil meninggal setiap harinya karena komplikasi kehamilan dan persalinan. Penyebab kematian maternal antara lain perdarahan (25%), infeksi (15%), aborsi yang tidak aman (13%), eklampsia 3 (12%), persalinan yang buruk (8%), penyebab obstetrik langsung lainya (8%) dan penyebab tidak langsung (20%), beberapa penyebab kematian maternal tersebut disebabkan adanya komplikasi yang dapat muncul melalui tanda bahaya kehamilan. Untuk mencegah timbulnya bahaya pada kehamilan maka ibu hamil perlu memeriksakan kehamilan secara rutin ke fasilitas kesehatan setempat seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Praktik Mandiri Bidan, atau fasilitas kesehatan lainnya agar kesehatan ibu dan janin dapat terhindar dari resiko tanda bahaya kehamilan. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan tanda bahaya pada kehamilan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya di bulan April tahun 2021. Sampel yang diambil adalah 33 orang. Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan dilakukan analisis univariat dan bivariat. Hasil uji statistik didapatkan bahwa tidak ada hubungann antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan tanda bahaya pada kehamilan (p value = 0,199). Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat memberikan penyuluhan tentang tanda bahaya pada kehamilan dan ibu hamil dapat mendeteksi dini tanda bahaya kehamilan untuk mengurangi resiko peningkatan terjadinya komplikasi selama kehamilan dan proses persalinan.