Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

RANCANG BANGUN APLIKASI PIUTANG USAHA PADA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) BERSAMA CAHAYA MANDIRI KECAMATAN SIANTAN Ardiyansyah Ardiyansyah; Fajar Kurniawan
Jurnal Informatika Kaputama (JIK) Vol 3, No 2 (2019): VOLUME 3 NOMOR 2, EDISI JULI 2019
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jik.v3i2.162

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Bersama Cahaya Mandiri adalah usaha desa yang didirikan oleh pemerintah desa yang pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat Kecamatan Siantan. Dalam pengelolaannya membutuhkan sebuah aplikasi untuk mempermudah proses input data anggota, data kelompok, data usaha, data peminjaman, data pembayaran, serta laporan transaksi  maupun laporan keuangan dikarenakan penyimpanan data yang masih menggunakan kertas membutuhkan waktu cukup lama untuk pencarian data. Dalam pembuatan laporan sering kali terjadinya kesalahan dalam penulisan jumlah dana sehingga untuk memperbaiki perhitungan harus diulang kembali. Sehingga peneliti tertarik untuk membangun aplikasi piutang usaha pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Bersama Cahaya Mandiri Kecamatan Siantan. Dalam Pembuatan aplikasi ini menggunakan software Microsoft Visual Studio 2010 untuk merancang dan membuat desain programnnya, Crystal Report For Visual Studio yang berfungsi untuk membuat laporan, database yang digunakan adalah MySQL. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kesalahan dan dapat menghemat waktu.  
KETERKAITAN HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI POLITIK KEBIJAKAN DENGAN BIROKRAKSI PEMERINTAH DALAM KONTEKS KOMUNIKASI PEMBANGUNAN (Studi Kasus Regulasi Pendirian TV Komunitas) Anisti Anisti; Roosita Cindrakasih; Fajar Kurniawan
Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3 No 2 (2020): Global Komunika
Publisher : FISIP UPNVJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran lembaga penyiaran komunitas (LPK) memiliki semangat dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat komunitas akan materi penyiaran. Semangat ini setidaknya tercermin dari pasal-pasal dalam Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran) yang juga mengatur masalah penyiaran komunitas. UU Penyiaran menyebutkan LPK merupakan lembaga penyiaran yang berbentuk badan hukum Indonesia didirikan oleh komunitas tertentu, bersifat independen, dan tidak komersial, dengan daya pancar rendah, luas jangkauan wilayah terbatas, serta untuk melayani kepentingan komunitasnya  Komunikan yang loyal dan daya jangkau frekuensinya yang terbatas, menyebabkan program siarannya fokus pada informasi, pendidikan dan budaya komunitasnya. Kendala operasionalnya yaitu ijin penyelenggara penyiaran yang sulit didapatkan, anggaran dan kualitas program siaran yang terbatas. Kurangnya keberhasilan dalam penyampaian pesan menjadi penghambat berkembangnya TV Komunitas di Indonesia seperti yang disampaikan dalam teori informasi dan nonverbal dimana Teori Informasi dan Nonverbal mengemukakan bahwa bertindak sama dengan berkomunikasi. Dalam hal politik, melakukan tindakan politik sama dengan melakukan komunikasi politik. Tindakan dalam komunikasi politik dapat ditafsirkan berbeda-beda oleh masyarakat yang melihatnya. Pola tindakan itulah yang kemudian dipelajari sebagai pedoman untuk menentukan tindakan komunikasi politik yang dilakukan. Pola tersebut dijadikan sebagai prediksi reaksi yang terjadi kedepannya. Merujuk pada permasalahan diatas, bahwa erat sekali keterkaitan hubungan antara komunikasi politik kebijakan dengan birokrasi pemerintah dalam konteks komunikasi pembangunan, dimana deregulasi lembaga penyiaran komunitas ini disyahkan untuk kepentingan pembangunan daerah dan pedesaan. Tetapi dalam hal sosialisasi kebijakan ini kurang dilakukan oleh pihak pemerintah, faktor birokrasi pendirian menjadi suatu hambatan. Dengan menggunakan metode Analisa Deskriptif serta teknik pengumpulan data menggunakan studi kajian pustaka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan hubungan antara Komunikasi Politik dengan Birokrasi Pemerintah dalam konteks Komunikasi Pembangunan melalui studi kasus Regulasi pendirian TV Komunitas.
WHATSAPP SEBAGAI MEDIA LITERASI DIGITAL SEBAGAI MEDIA UNTUK PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) DIMASA PANDEMI Eulin Karlina; Panji Suratriadi; Tuty Mutiah; Fajar Kurniawan
Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 4 No 1 (2021): Global Komunika
Publisher : FISIP UPNVJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Salah satu media sosial yang sering digunakan yaitu whatsap. WhatsApp memiliki berbagai fungsi, di antaranya adalah bisa mengirim pesan, chat grup, berbagi foto, video, dan dokumen. Whatsapp merupakan salah satu media sosial paling berpengaruh dan banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Adanya penyebaran wabah Covid-19 di Jakarta berdampak pada kegiatan pendidikan yang dilakukan melalui media internet. Pemanfaatan internet dengan aplikasi Whatsapp adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk kegiatan perkuliahan oleh mahasiswa yang bisa meningkatkan kemampuan literasi digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan whatsapp sebagai media literasi digital mahasiswa dan kemampuan literasi digital mahasiswa dilihat dari kemampuan berbahasa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah simak, catat, dan kajian pustaka. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu tingkat literasi digital mahasiswa dengan media sosial whatsapp masih kurang dan peningkatan kemampuan literasi digital mahasiswa ditinjau dari berbagi materi pelajaran di WhatsApp, fitur forward. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menggunakan fitur dari WhatsApp dan Kemampuan literasi digital siswa berkaitan dengan kemampuan berbahasa siswa, yaitu mendengar, berbicara, membaca, memirsa, dan menulis.Kata kunci: literasi digital, media sosial, Pembelajaran jarak jauh, Whatsapp
RANCANG BANGUN APLIKASI PIUTANG USAHA PADA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) BERSAMA CAHAYA MANDIRI KECAMATAN SIANTAN Ardiyansyah Ardiyansyah; Fajar Kurniawan
Jurnal Informatika Kaputama (JIK) Vol 3 No 2 (2019): Volume 3, Nomor 2, Juli 2019
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59697/jik.v3i2.367

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Bersama Cahaya Mandiri adalah usaha desa yang didirikan oleh pemerintah desa yang pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat Kecamatan Siantan. Dalam pengelolaannya membutuhkan sebuah aplikasi untuk mempermudah proses input data anggota, data kelompok, data usaha, data peminjaman, data pembayaran, serta laporan transaksi maupun laporan keuangan dikarenakan penyimpanan data yang masih menggunakan kertas membutuhkan waktu cukup lama untuk pencarian data. Dalam pembuatan laporan sering kali terjadinya kesalahan dalam penulisan jumlah dana sehingga untuk memperbaiki perhitungan harus diulang kembali. Sehingga peneliti tertarik untuk membangun aplikasi piutang usaha pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Bersama Cahaya Mandiri Kecamatan Siantan. Dalam Pembuatan aplikasi ini menggunakan software Microsoft Visual Studio 2010 untuk merancang dan membuat desain programnnya, Crystal Report For Visual Studio yang berfungsi untuk membuat laporan, database yang digunakan adalah MySQL. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kesalahan dan dapat menghemat waktu.
Media dan Mitos: Framing Kusni Kasdut Sebagai Legenda Kriminal Fajar Kurniawan; RR. Rosita Cindrakasih; Angghi Muliya Ma’mur; Hani Yuniani
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus (Inprogress)
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/xzaech81

Abstract

This article analyzes the dynamics of the myth-making of Kusni Kasdut (1929–1980) through the lens of mass media framing in the 1960s–1980s in the context of postcolonial Indonesia. As a former freedom fighter turned legendary robber, Kusni occupies an ambiguous position between criminality and heroism that triggers a narrative battle between the state and the lower classes. This research uses critical discourse analysis (Fairclough, 2015) and myth-narrative analysis (Campbell, 2020; Turner, 2017). Critical discourse analysis of national and local media coverage, including Kompas and Tempo, as well as official documents and oral sources from the Gang Jangkrik community in Malang and Surabaya. This research explores 32 national and local media articles and interviews with four key informants from the Gang Jangkrik community in Malang and Surabaya. The findings show that the media constructed three dominant frames: (1) criminality as a threat to the state, (2) heroism as an "Indonesian Robin Hood," and (3) ambiguity as a criminal legend. On the one hand, the official narrative emphasizes recidivism and serious crimes; on the other, news reports detailing his ingenuity, escape skills, and revolutionary background inadvertently reinforce his legendary aura. The myth of the "Indonesian Robin Hood" that has developed in society's collective memory functions as a form of counter-hegemony against the state's claims of moral monopoly. Kusni represents the phenomenon of postcolonial urban criminal legends that reflect the failure of state modernization to integrate marginalized groups, particularly disabled veterans. This study contributes to an understanding of the relationship between media, power, and myth-making in a society experiencing a crisis of legal legitimacy.