Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Visionist

Kompetensi Kewirusahaan sebagai Pusat Keunggulan Lulusan Magister Manajemen Universitas Bandar Lampung Dirwansyah Sesunan; . Defrizal
VISIONIST Vol 3, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.988 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v3i2.689

Abstract

Basically, a cumulation of entrepreneurial traits of courage, virtue and exemplary in trying and taking risks that comes from his own ability. Entrepreneurship can be learned and taught. Those who become entrepreneurs can come from various groups including students and graduates of the Master of Management University of Bandar Lampung (MM-UBL). However, be aware that successful entrepreneurs are those who are able to show the profile of entrepreneurship and the motivation to be great entrepreneurs. From the fact the research, that the profile of entrepreneurship and motivation to student entrepreneurs MM-UBL after following a good enough education. But these results still indicate a change in extraordinary competence. In improving entrepreneurial competencies, intervention needs to be done through the declaration of competence as a center of excellence entrepreneurship graduates MM-UBL. Pada dasarnya kewirausahaan merupakan kumulasi dari sifat-sifat keberanian, keutamaan dan keteladanan dalam berusaha dan mengambil risiko yang bersumber dari kemampuannya sendiri. Kewirausahaan dapat dipelajari dan diajarkan. Mereka yang menjadi wirausaha dapat berasal dari berbagai golongan termasuk dari mahasiswa dan lulusan Magister Manajemen Universitas Bandar Lampung (MM-UBL). Namun, perlu disadari bahwa wirausaha yang berhasil adalah mereka yang mampu memperlihatkan profil kewirausahaan dan motivasi menjadi wirausahawan yang luar biasa. Dari fakta penelitian, bahwa profil kewirausahaan dan motivasi menjadi wirausahawan mahasiswa MM-UBL setelah mengikuti pendidikan sudah cukup baik. Tetapi hasil tersebut masih belum menunjukan adanya perubahan kompetensi yang luar biasa. Dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan, perlu dilakukan intervensi melalui pencanangan kompetensi kewirausahaan sebagai pusat keunggulan lulusan MM-UBL.  
Peranan Kepuasan dan Disiplin Kerja Terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai Abdul Basit; Dirwansyah Sesunan
VISIONIST Vol 2, No 1 (2013): Maret
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.26 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v2i1.671

Abstract

The availability of competent human resource is one of significant factor to implement bottom-up policy. To improve the function of human resources, it is needed knowledge, working motivation, and cooperation. The aims of this research are (1) to analyze the influence of working satisfaction to official performance at Social Berau of Secretariat Territory Lampung Province; (2) to analyze the influence of working discipline to official performance at Social Berau of Secretariat Territory Lampung Province; (3) to analyze the influence of working satisfaction and discipline simultaneously to official performance at Social Berau of Secretariat Territory Lampung Province. The collected data and information is analyzed with multiple regression analysis. The result of this research shows that the working satisfaction and discipline are simultaneously influenced the working performance of official at Social Berau of Secretariat Territory Lampung Province which the value of Farithmetic (25,793) is larger to Ftable (3,3) in ά = 0,05. Based on multiple regression analysis, the influence of the working satisfaction (X1) and working discipline (X2) to official performace can be drawn in formula Y = 11,69 + 0,48 X1 + 0,25 X2. Kesiapan sumberdaya manusia yang kompeten merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk melaksanakan kebijakan desentralisasi. Agar sumberdaya manusia ini dapat berfungsi dengan baik, maka diperlukan pengetahuan dan motivasi kerja yang tinggi, serta iklim kerjasama yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis : (1) Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Biro Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Lampung; (2) Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Biro Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Lampung; (3) Pengaruh kepuasan kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama terhadap prestasi pegawai pada Biro Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Lampung. Data dan informasi yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kepuasan kerja dan disiplin kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada Biro Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Lampung yang diindikasikan oleh nilai Fhitung (25,793) lebih besar dibandingkan dengan Ftabel  ά = 0,05 (3,37). Dari hasil analisis regresi berganda diperoleh persamaan  Y = 11,69 + 0,48 X1 + 0,25 X2, dimana Y = kinerja pegawai, X1 = kepuasan kerja, dan X2 = disiplin kerja. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja dan disiplin kerja memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan kerja.
Pengaruh Sarana Prasarana Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Dirwansyah Sesunan; Abdul Basit
VISIONIST Vol 2, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.997 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v2i2.676

Abstract

The success key of institution to take care of citizen is determined by active participation of official, the completed of supporting infrastructure, and the compensation to the official. The official is hoped to be apparatus that have skill, capability, discipline, and high motivation to do their duty. The identified problem of this research is: (1) the supporting infrastructure is not enough available at the Tax Service Office Bandar Lampung; (2) Improving the performance of officials cannot be done by compensation policy; (3) The performance of official is not optimal. The result of this research shows that the condition of supporting infrastructure, official compensation, and the performance of official is good. The supporting infrastructure has better influence to the official performance than the official compensation. It can be happened because the infrastructure is a significant factor to support official to work effectively and efficiently.Kunci keberhasilan suatu instansi dalam memberikan pelayanan pada masyarakat sangat ditentukan dari partisipasi aktif setiap pegawai, kelengkapan sarana dan prasarana penunjang kerja serta kompensasi yang diterima pegawai . Pegawai diharapkan menjadi aparatur yang mempunyai keahlian, kemampuan, kedisiplinan serta bersemangat tinggi dalam menjalankan tugas. Masalah yang dapat diidentifikasikan adalah sebagai berikut : 1) Belum tersedianya sarana dan prasarana penunjang kerja yang memadai pada Kantor Pelayanan Pajak Bandar Lampung. 2) Kompensasi yang diterima pegawai belum mampu meningkatkan kinerja pegawai. 3) Kinerja pegawai belum menunjukan tingkat optimalisasi sesuai dengan yang ditargetkan pada Kantor Pelayanan Pajak Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  secara umum sarana dan prasarana penunjang pekerjaan pada Kantor Pelayanan Pajak Bandar Lampung dalam kategori baik, kompensasi yang diterima pegawai dalam kategori baik dan kinerja pegawai dalam kategori baik. Sarana dan prasarana penunjang kerja lebih berpengaruh terhadap kinerja pegawai dibandingkan dengan kompensasi yang diterima pegawai. Hal ini terjadi karena sarana dan prasarana merupakan faktor yang penting dalam menunjang pegawai untuk bekerja secara efektif dan efisian.
Hubungan Motivasi dengan Kinerja Pegawai Dirwansyah Sesunan; Sinung Hendratno
VISIONIST Vol 3, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.891 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v3i1.686

Abstract

Human resources are an important resource for an organization. The goals of this research are to analyze relationship between motivation and official performance at Tanjung Senang Sub-District Office, Bandar Lampung; and to analyze the effect of motivation to official’s performance. The result of this research shows that the official motivation (X) at Tanjung Senang Sub-District Office Bandar Lampung is high which the number of score is 714. The official performance at Tanjung Senang Sub-District Office Bandar Lampung is also high which the number of score is 717. The Correlation coefficient between official’s motivation and performance is 0.703. It means that the correlation between official’s motivation and perform is very strong. Beside of that, it can be concluded that official’s motivation have a positive relationship with official’s performance at Tanjung Senang Sub-District Office Bandar Lampung.Sumberdaya manusia merupakan salah satu sumberdaya yang sangat penting dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kinerja pegawai pada Kantor Camat Tanjung Senang Kota Bandar Lampung dan sekaligus untuk mengetahui besarnya pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai.  Hasil penelitian menunjukkan variabel motivasi (X) pada Kantor Camat Tanjung Senang Kota Bandar Lampung berada pada kategori tinggi, dengan jumlah skor 714.  Variabel kinerja pegawai (Y) pada Kantor Camat Tanjung Senang Kota Bandar Lampung berada pada kategori tinggi dengan jumlah skor 717.  Koefisien Korelasi antara variabel motivasi (X) dengan kinerja pegawai (Y) diperoleh hasil (rxy) = 0,703. Nilai koefisien ini berada pada kategori sangat kuat. Selain itu dapat disimpulkan bahwa motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Tanjung Senang Kota Bandar Lampung.  
Peran Pelatihan Teknis dan Motivasi dalam Pengawasan Teknis Pekerjaan Jasa Konstruksi Hery Riyanto; Dirwansyah Sesunan
VISIONIST Vol 1, No 2 (2012): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.317 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v1i2.665

Abstract

Technical manager official at government administration is a middle manager that gives priority to decision making accuracy and speed.  Beside of that, he must be able to translate strategic policy to operational policy and solve the operational obstacles that happened. This research aims to analyze factors that affect the speed of decision making as a foundation to formulate the strategy of implementation action. Factors that affect the performance  of technical superviser  to make a decision are technical training and working motivation. These factors are usually given  by technical manager official. The result of this research shows that technical training and working motivation significantly affect the decision making accuracy which determinat coeficient is 88.5%. If the technical training and working motivation is increased, it will increase the performance of technical supervisor 78,3 % per year.Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan pada birokrasi pemerintah adalah manajer menengah yang mengutamakan ketepatan dan kecepatan pengambilan keputusan. Selain itu  harus mampu menterjemahkan kebijakan strategis menjadikan kebijakan operasional, juga harus mampu memecahkan masalah operasional yang ada.  Riset ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan pengambilan keputusan  sebagai dasar untuk merumuskan strategi Pelaksanaan Pekerjaan. Dua variabel utama yang mempengaruhi kinerja tenaga pengawas teknis dalam pengambilan keputusan yaitu Pelatihan Teknis dan Motivasi Kerja yang diberikan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kedua faktor tersebut secara signifikan berpengaruh terhadap ketepatan pengambilan keputusan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 88,5 %. Bilamana Pelatihan Teknis dan Motivasi Kerja ditingkatkan, maka skala Kinerja pengawas Teknis dapat meningkat  sebesar 78,3 % dalam satu tahun.
Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Volume Perdagangan Saham Iskandar AA; . Habiburrahman; Dirwansyah Sesunan
VISIONIST Vol 2, No 1 (2013): Maret
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.408 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v2i1.675

Abstract

Profitability ratio was an analysis of financial statement that was very attractive  to stock  investors. The influence of profitability ratio  on the performance of the company's stock was  interesting to be studied.  The purposes of this research was to analyze the profitability ratio, stock trading volume, and the influence of profitability  ratio  to the volume of stock sales at  PT Metrodata Electronics, Tbk. The results  showed that during 2001 – 2008  three profitability  ratio  (profit  margin  on sales,  return on  total  assets and return on equity ) showed a declining  trend,  while  basic  earnings  power ratio showed an upward trend.  Stock trading  volume  PT. Metrodata  Electronics,  Tbk during 2001 - 2008 showed an upward trend  although  normally decline.  Profitability ratios PT. Metrodata  Electronics, Tbk during 2001 - 2008 did not significantly  affect the  volume of stock trading.Rasio profitabilitas (profitability ratio) merupakan analisis laporan keuangan yang sangat menarik bagi investor saham. Pengaruh rasio profitabilitas terhadap kinerja saham perusahaan merupakan hal menarik untuk dikaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis rasio profitabilitas, volume perdagangan saham, serta pengaruh rasio profitabilitas terhadap volume penjualan saham di P.T. Metrodata Electronics, Tbk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2001 – 2008 tiga rasio profitabilitas (profit margin on sales, return on total assets dan return on equity) menunjukkan kecenderungan yang menurun, sedangkan rasio basic earning power menunjukkan kecenderungan yang meningkat. Volume perdagangan saham P.T. Metrodata Electronics, Tbk selama kurun waktu 2001 – 2008 menunjukkan kecenderungan yang meningkat walaupun secara normal mengalami penurunan. Rasio profitabilitas P.T. Metrodata Electronics, Tbk selama kurun waktu 2001 – 2008 tidak berpengaruh nyata terhadap volume perdagangan saham.