Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Limbah Sisa Penyaringan Minyak Kelapa Sawit Sebagai Bahan Tambah Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Beton Garcya, Muhammad Gala; Djauhari, Zulfikar; Kurniawandy, Alex
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 5, No 1 (2018): Wisuda April Tahun 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to obtain the characteristic of concrete using Spent Bleaching Earth (SBE) as substitute material on normal concrete. It is focused on compressive strength, setting time, and flexure strength. The percentage of SBE it used are 0%, 2%, and 4% of the cement weight. The result show SBE is not suitable to be a cement replacement because it show the decrease of compressive and flexure strength. But the setting time on SBE is slower than 0% SBE substitution and need more time to harden than normal concrete.Keywords : Spent Bleaching Earth, setting time, compressive strength, flexure strength
Seismic Risk Analysis of Government Buildings in the City of Tembilahan using FEMA P-58 Rofriantona; Ridwan; Djauhari, Zulfikar
Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2024.018.01.6

Abstract

Research in estimating losses and harm experienced by structures in the high seismic zone had been conducted in previous studies. Yet there is limited study carried out in low-moderate seismic areas. Therefore, an accurate method for calculating losses incurred due to earthquake events is needed in assessing the performance of building structures. This study aims to analyze the seismic risk of government buildings in Indragiri Hilir Regency Riau Province according to FEMA P-58. Seismic risk analysis was carried out on four reinforced concrete buildings. The four buildings reviewed in this study were categorized as low-rise buildings (Immigration Office) and medium-rise buildings (Regent's Office, Puri Husada Hospital, and Rusunawa). The buildings’ location according to SNI 1726-2019 was categorized as soft soil class. The results showed that the Immigration Office, Regent's Office, Puri Husada Hospital and Rusunawa were in a safe state. This is drawn by the value of the collapse probability in the current search condition, which is lower than the value of the collapse probability in the upper bound condition. Regent's Office and Rusunawa were the most vulnerable buildings where the value of the mean loss probability was the highest, namely 23.2%.
Karakteristik Mortar Dengan Campuran Abu Kerang Lokan Dalam Rendaman NaCl Syafpoetri, Nelvia Adi; Djauhari, Zulfikar; Olivia, Monita
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 14 No. 1 (2018)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.14.1.63-72.2018

Abstract

Kulit kerang merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai bahan pengganti agregat kasar, pengganti pasir, filler, dan sebagai bahan pengganti semen. Kandungan CaO dari kulit kerang berpotensi untuk meningkatkan kekuatan beton dan memperbaiki sifat-sifat beton. Pada penelitian ini abu dari kulit kerang lokan digunakan sebagai bahan tambah atau filler pada mortar dalam rendaman NaCl. Kulit kerang lokan dibakar, dihaluskan dan disaring menggunakan saringan no.200 untuk mendapatkan ukuran partikel yang halus sehingga dapat memberikan reaksi pozzolanik yang lebih baik dan lebih mudah untuk mengisi pori pada pasta semen. Variasi penggunaan abu kulit kerang lokan sebagai bahan tambah atau filler adalah 0%, 5%, dan 10%. Proses perawatan benda uji adalah 28 hari perendaman air biasa dan dilanjutkan dengan perendaman dalam larutan NaCl. Tahap pengujian yaitu pengujian kuat tekan, pengujian porositas, dan perubahan berat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu kulit kerang lokan dapat meningkatkan kekuatan beton dan kinerja beton. Mortar dengan penambahan abu kulit kerang lokan sebanyak 5% dan 10% memiliki kekuatan tekan yang  tinggi, porositas rendah dan perubahan berat kecil dibandingkan mortar 0%. Diperoleh nilai optimum dari mortar dengan penambahan abu kulit kerang lokan sebanyak 5% dalam rendaman NaCl.
Karakteristik Beton Portland Composite Cement (PCC) Dan Silica Fume Untuk Aplikasi Struktur di Daerah Laut Susanto, Dwi; Djauhari, Zulfikar; Olivia, Monita
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.15.1.1-11.2019

Abstract

Trend penggunaan semen untuk konstruksi dalam beberapa tahun belakangan ini telah beralih dari tipe Ordinary Portland Cement (OPC) menjadi Portland Composite Cement (PCC). Hal ini berdasarkan kebijakan industri semen untuk mengkonversi sebagian kandungan semen OPC menggunakan material pozzolanik. Oleh karena itu semen tipe PCC lebih mudah diperoleh di pasaran dan telah banyak digunakan sektor konstruksi dalam aplikasi di berbagai lingkungan meski belum banyak diteliti keunggulannya. Pada penelitian ini dikaji karakteristik beton semen PCC untuk aplikasi dermaga di daerah pasang-surut lingkungan air laut. Parameter penelitian adalah penambahan aditif silika dan umur beton yang direndam di air laut. Beton PCC dengan mutu beton fc’ = 30 MPa digunakan sebagai campuran kontrol, sedangkan beton PCC dengan tambahan silica fume (PCC+SF) sebesar Setelah benda uji dicetak, kemudian benda uji direndam di bak perendaman selama 3 hari dan diletakkan di daerah pasang-surut pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara hingga waktu pengujian. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan, kuat tarik dan porositas setelah benda uji direndam dalam air laut pada umur 28, 91 dan 180 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa umumnya kuat tekan dan kuat tarik meningkat serta porositas menurun untuk beton PCC dan PCC+SF meski direndam di daerah pasang-surut hingga umur 180 hari. Akan tetapi beton PCC+SF memiliki karakteristik lebih baik dibandingkan beton PCC dan direkomendasikan untuk beton terpapar air laut di daerah pasang-surut.
Kuat Tekan dan Porositas Mortar Sebuk Karet Pada Suhu Tinggi Pratiwi, Kingkin Dwi; Widya, Diah; Djauhari, Zulfikar; Olivia, Monita
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.15.1.57-65.2019

Abstract

Serat karet dari ban bekas dapat digunakan sebagai bahan pengganti agregat kasar, agregat halus dan bahan tambah pada mortar dan beton karena memiliki sifat fleksibel sehingga dapat meningkatkan kelenturan dan daktilitas beton serta belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan bernilai tinggi. Pada penelitian ini serbuk karet dengan ukuran lebih kecil dari serat karet dari olahan ban bekas pada industri vulkanisir ban digunakan sebagai bahan tambah untuk meningkatkan ketahanan mortar pada suhu tinggi. Serbuk ban bekas yang digunakan berupa partikel kecil dengan variasi sebesar 0%, 2,5%, dan 5% dari berat semen. Benda uji berupa mortar ukuran 50x50x50mm yang dirawat selama 28 dari dalam air, kemudian dibakar dalam oven tungku (furnace) dengan suhu bervariasi yakni 250⁰C, 500⁰C dan 750⁰C selama 1 jam. Mortar yang dirawat pada suhu ruang dijadikan sebagai kontrol atau pembanding. Setelah itu dilakukan pengujian kuat tekan dan porositas semua benda uji pada umur 28 hari.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa mortar dengan penggunaan serbuk karet dapat meningkatkan kuat tekan mortar yang terpapar suhu tinggi. Kuat tekan tertinggi sebesar 15,92 MPa dihasilkan oleh mortar serbuk karet dengan persentase 5% setelah dibakar pada suhu 500⁰C. Peningkatan kuat tekan sebesar 31.66% tersebut dibanding mortar tanpa serbuk karet menunjukkan bahwa semakin besar persentase serbuk karet, maka akan semakin tinggi ketahanan mortar pada suhu tinggi. Porositas mortar terus mengalami penurunan dengan peningkatan persentase serbuk karet, dengan porositas terkecil adalah mortar serbuk karet 5% yang dibakar pada suhu 500⁰C. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara umum serbuk karet dapat meningkatkan kuat tekan dan mengurangi porositas mortar pada suhu 500⁰C.
Aplikasi Metode Rapid Visual Screening (RVS) Dalam Monitoring Kerentanan Bangunan Pemerintahan di Indragiri Hulu Agustin, Sri; Djauhari, Zulfikar; Suryanita, Reni
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.1.38-48.2020

Abstract

Rapid Visual Screening (RVS) adalah sebuah metode peninjauan kondisi bangunan terhadap gempa secara visual, menggunakan formulir analisis khusus yang merangkum seluruh hasil tinjauan visual dan menghasilkan nilai akhir (final score) minimal 2 (dua) untuk kondisi bangunan yang aman terhadap bahaya gempa. Nilai akhir RVS berdasarkan FEMA 154 dengan ketentuan jika final score kurang dari 2 (dua) maka gedung dinyatakan perlu dievaluasi lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat risiko bangunan gedung pemerintahan di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu terhadap bahaya gempa dan menentukan final score sebagai keluaran dari metode Rapid Visual Screening (RVS). Pengamatan bangunan dilakukan terhadap 4 gedung pemerintahan yaitu Kantor Bupati, Kantor Dinas Pendidikan Kebudayaan, Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan Bangunan SD Negeri 006 Rengat. Hasil Respons Spektral MCE perioda pendek dengan redaman 5% (Ss) dan Respons Spektral MCE perioda 1 detik dengan redaman 5% (S1)  pada penelitian ini berada di tingkat Moderate Seismicity. Berdasarkan analisis kondisi bangunan, gedung-gedung yang diamati pada penelitian ini tergolong ke dalam kondisi tidak beresiko terhadap gempa bumi. Hal ini dibuktikan dari seluruh final score berada di atas angka 2 (dua). Dengan demikian dapat disimpulkan bangunan gedung pemerintahan pada penelitian ini berada pada kondisi aman dari bahaya risiko gempa.