Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ruang Kontemplasi Sebagai Sarana dan Berapresisasi dengan Media Ruang Arsitektur yang Impresif Kelik Hendro Basuki
JURNAL ARSITEKTUR Vol 9, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/ja.v9i1.1534

Abstract

Kompleksitas kebutuhan masyarakat urban dapat diwadahi oleh ruang yang kontekstual terhadap kebutuhan fisik dan non-fisik, jiwa dan raga, place dan space, bahkan masa lalu dan masa depan. Sehingga simbiosis dari seluruh kebutuhan tersebut mampu terangkum dalam satu wadah yang ekspresif dan apresiatif terhadap kebutuhan masyarakat urban. Masyarakat urban dalam konteks budaya ’leisure’ membutuhkan ciptaan ruang yang impresif dan kontemplatif sebagai cerminan pemanfaatan waktu yang berharga. Untuk memanfaatkan waktu tersebut, dapat diakomodasi oleh ruang kontemplasi dimana kebutuhan jiwa sebagai hal yang mendasar memerlukan sesuatu yang impresif yang memberikan dampak terhadap jiwa. Sehingga dapat memandang jauh ke depan untuk mengisi ‘hidup’ lebih bermakna, dapat menciptakan sesuatu yang ‘indah’ (pemikiran, tindakan, dan karya), serta mampu mangambil bagian dalam hidup sebagai pengejawantahan makna dari ‘hidup itu indah’. Masyarakat urban yang sibuk dengan urusan karya dan bisnisnya terkadang merindukan waktu-waktu khusus untuk pemenuhan relaksasi jiwa sebagai upaya keseimbangan hidup antara kebutuhan jasmani dan rohani. Eksistensi dan apresiasi seni dan budaya merupakan suatu kebutuhan yang dapat diwadahi oleh ruang arsitektur sebagai wahana berkreasi, berekspresi, berelaksasi, bermeditasi dalam wujud berkontemplasi. Ekspresi sebagai jiwa dari proses kreatif dan apresiasi sebagai bagian dari pemahaman dan penikmatan, memerlukan media yang berupa ruang arsitektur yang impresif sebagai sarana berkontemplasi dalam konteks seni dan budaya
Modular System Based on Interlocking Joints as a Circular Design Strategy for Coastal Community Buildings Mega Vetra Salsabila; Kelik Hendro Basuki; Fadhilah Rusmiati
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Circular architecture promotes building systems that are efficient, adaptable, and responsive to the material life cycle. This research discusses the application of a modular system based on laminated bamboo interlocking joints as a circular design strategy for coastal community buildings, with a case study on the SAIBA Fishery Hub project in Kota Agung, Tanggamus Regency. The objective of this study is to identify the modular principles that support spatial flexibility and ease of maintenance, and to evaluate the effectiveness of interlocking joints in achieving construction efficiency and material sustainability. The research employs a qualitative descriptive method through literature review, field observation, and design synthesis. The findings indicate that the laminated bamboo interlocking system reduces construction waste and extends the lifespan of structural elements. Modular configuration enables flexible spatial adjustments according to dynamic coastal community activities such as training programs qnd communal space. Moreover, the use of locally sourced laminated bamboo minimizes carbon footprint and strengthens the identity of tropical coastal architecture. In conclusion, the modular system based on laminated bamboo interlocking joints represents an effective circular design strategy for sustainable, adaptable, and low-maintenance coastal community buildings.