Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-MUNZIR

Manajemen : Sejarah Dan Penerapannya Dalam Dakwah Hasan Basri
Al-MUNZIR Vol 12, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v12i2.1480

Abstract

 Fokus pembicaraan dalam tulisan ini adalah posisi manajemen dalam pandangan Islam, baik pada aspek sejarah maupun prakteknya. Inti aktivitas manajemen sesungguhnya terletak pada upaya pengelolaan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen lebih bersifat seni mengelola dari pada ilmu. Dalam banyak literatur, manajemen dalam Islam kadang disebut al-idārah, al-tadbīr, al-niẓām, dan al-‘imārah. Dalam pengertian ini, manajemen lebih bersifat praktis dari pada teoretis. Secara praktis, manajemen telah dipraktekkan sejak Nabi Adam as. bersama keluarganya, dilanjutkan oleh para Nabi sesudahnya sampai datangnya Nabi Muhammad Saw., sebagai penyempurna Islam. Di zaman Islam, manajemen dipraktekkan dalam kerangka pelaksanaan Islam secara umum sebagai sistem kehidupan, pemerintahan dan pengembangan peradaban.  Tulisan ini merupakan ramuan dari berbagai literatur. Kajian ini menyajikan fakta historis kegemilangan Islam dalam sisi pengelolaan kehidupan kaum muslimin secara kolektif. Bentang panjang sejarah keemasan Islam membuktikan bahwa pengelolaan kehidupan kaum muslimin tertata sempurna termasuk dalam bidang pengelolaan dan manajemen dakwah.Dalam perspektif Islam, pengelolaan kerja sama apapun sebagai suatu kegiatan manajemen menempati posisi sebagai pengaturan aktivitas dan interaksi yang mesti terikat dengan ketentuan ajaran Islam. Ketentuan-ketentuan yang diisyaratkan oleh al-Qur’an terkait manajemen adalah berbasis pada aqidah Islam yang mengajarkan keterhubungan manusia dengan penciptanya ketika melakukan aktivitas apapun. Keterhubungan dengan Allah secara mutlak akan menghasilkan pribadi yang memiliki sikap moral dan integritas pribadi para pelaksana manajemen, mengutamakan ketulusan, keikhlasan, kejujuran, amanah, serta pelayanan yang cepat dan komunikatif. Penekanan pada adanya pribadi yang menjadikan Islam sebagai dasar aktivitasnya akan menjadikan manajemen kelembagaan apapun berjalan baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.Kata kunci: Manajemen, Manajemen dalam Islam.
MANAJEMEN DAKWAH RASUL SAW DI MEKKAH Hasan Basri
Al-MUNZIR No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v7i2.277

Abstract

Abstrak: Dalam Sirah Nabi saw diketahui bahwa tahapandemi tahapan yang ditempuh oleh Nabi saw dalamdakwahnya merupakan metode (thariqah) dakwah yangsangat jelas dalam rangka menegakkan Islam. Metodeitulah yang harus ditempuh sebagai kewajiban dari Allahswt (QS. al-Hasyr [59]: 7). Awal dakwahnya dimulaidengan menyeru manusia secara individu untuk menerimaIslam dan turut berdakwah, setelah itu mereka dihimpununtuk sama-sama melakukan dakwah berkelompok yangterorganisasi dengan baik. Kutlah ini dibentuk, dipimpin,dan dibina langsung oleh Nabi dalam menapaki langkahdemi langkah perjalanan dakwah. Kelompok dakwah(kutlah dakwah) yang solid ini kemudian terjun kemasyarakat menyampaikan Islam secara terbuka yangdiawali dengan penampakan kutlah, melakukan pergulatanpemikiran. Membongkar kerusakan setiap aqidah dansystem-sistem jahiliyah dan menunjukkan keagunganIslam sebagai tatanan hidup yang haq. Hal inilah yangmembuat Quraisy memusuhi Nabi saw dan dakwahnya.Ketika permusuhan semakin memuncak, Nabi sawmelakukan perjuangan politik untuk mendapatkandukungan riil dari pemegang kekuatan di tengah umat.Kelompok dakwah inilah yang kemudian berhasilmembentuk masyarakat Islam yang unik di Madinah.Kata Kunci: dakwah individu, dakwah jamaah,pertarungan pemikiran, perjuangan politik.