Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMASI BASIS DATA ORACLE MENGGUNAKAN COMPLEX VIEW STUDI KASUS : PT. BERKAT OPTIMIS SEJAHTERA (PT.BOS) PANGKALPINANG Ellya Helmud
JURNAL INFORMANIKA JURNAL INFORMANIKA, VOL.7 NO.01 JANUARI-JUNI 2021
Publisher : POLITEKNIK ANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52233/informanika.v7i01.204

Abstract

Basis data merupakan kumpulan data yang saling terintegrasi serta berelasi secara logic serta dirancang untuk melenngkapi informasi yang dibutuhkan. Oracle merupakan salah satu aplikasi basis data relasional yang digunakan sebagai media penyimpanan data dan memiliki fitur serta kapasitas penyimpanan yang sangat besar sehingga banyak pengembang aplikasi menggunakannya. Dalam mengoptimalisasi basis data oracle faktor waktu merupakan hal yang terpenting dalam manajemen basis data karena berhubungan dengan pengambilan data dan pencarian data. Untuk mendapatkan manajemen data yang baik sangat erat kaitannya dengan database yang dirancang dan membuat query dalam bentuk complex view untuk menggabungkan tabel tabel dengan menggunakan perintah SQL (Structured Query Language).Oracle memiliki tiga tahap proses yang dilakukan dalam pengeksekusian query yaitu : parsing, execute dan fetch. Sebelum proses execute dijalankan, oracle terlebih dahulu membuat execution plan yang akan menjadi skenario dalam proses excute. Proses pengeksekusian query terdapat faktor faktor yang mempengaruhi kinerja kerja dari query diantaranya access path dan operasi join untuk mendapatkan query dengan kinerja yang optimal. Oleh sebab itu untuk mengoptimalisasi output yang diinginkan dengan informasi yang lengkap dibutuhkan query dalam bentuk complex view pada oracle dalam pengambilan dan penyimpanan data. Kata Kunci: Basis data, Complex View, Query,SQL, Oracle
PERCEPATAN LAYANAN KEIMIGRASIAN DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI Benny Wijaya; Kiswanto Kiswanto; Agus Dendi Rachmatsyah; Ellya Helmud; Ardy Susilo; Prima Zady Prasaja
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i1.2725

Abstract

Peningkatan kualitas pelayanan publik yang di selenggarakan instansi pemerintahan kini semakin mengemuka, bahkan menjadi tuntutan masyarakat. Di negara-negara berkembang dapat kita lihat mutu pelayanan publik merupakan masalah yang sering muncul, karena pada negara berkembang umumnya permintaan akan pelayanan jauh melebihi kemampuan pemerintah untuk memenuhinya sehingga persoalan yang sering dikritisi masyarakat atau para penerima layanan adalah persepsi terhadap “kualitas” yang melekat pada seluruh aspek pelayanan. Karena itu pemerintah harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Agar pelayanan publik dapat berkualitas maka, salah satu cara yang dilakukan pemerintah ialah dengan memberikan pengembangan baik pengembangan kualitas dalam memberikan pelayanan maupun pada pegetahuan akan perkembangan teknologi yang semakin terbaharukan kepada pegawainya Direktorat Jenderal Imigrasi tidak menutup mata pada tuntutan publik dan perkembangan sosiologis masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi Informasi, peningkatan kualitas pelayanan publik terus dibangun serta fungsi negara untuk melakukan perlindungan kepada warga negaranya dapat dilakukan dengan cara yang lebih mudah, efisien, efektif dengan penyederhanaan birokrasi dan pemanfaatan Teknologi Informasi
Perbandingan Klassifikasi SMS Berbasis Support Vector Machine, Naive Bayes Classifier, Random Forest dan Bagging Classifier Devi Irawan; Eza Budi Perkasa; Yurindra Yurindra; Delpiah Wahyuningsih; Ellya Helmud
Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer) Vol 10, No 3 (2021): NOVEMBER
Publisher : ISB Atma Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32736/sisfokom.v10i3.1302

Abstract

Short message service (SMS) adalah salah satu media komunikasi yang penting untuk mendukung kecepatan pengunaan ponsel oleh pengguna. Sistem hibrid klasifikasi SMS digunakan untuk mendeteksi sms yang dianggap sampah dan benar. Dalam penelitian ini yang diperlukan adalah mengumpulan dataset SMS, pemilihan fitur, prapemrosesan, pembuatan vektor, melakukan penyaringan dan pembaharuan sistem. Dua jenis klasifikasi SMS pada ponsel saat ini ada yang terdaftar sebagai daftar hitam (ditolak) dan daftar putih (diterima). Penelitian ini menggunakan beberapa algoritma seperti support vector machine, Naïve Bayes classifier, Random Forest dan Bagging Classifier. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelesaikan semua masalah SMS yang teridentifikasi spam yang banyak terjadi pada saat ini sehingga dapat memberikan masukan dalam perbandingan metode yang mampu menyaring dan memisahkan sms spam dan sms non spam.  Pada penelitian ini menghasilkan bahwa Bagging classifier algorithm ini mendapatkan ferformance score tertinggi dari algoritma yang lain yang dapat dipergunakan sebagai sarana untuk memfiltrasi SMS yang masuk ke dalam inbox pengguna dan Bagging classifier algorithm dapat memberikan hasil filtrasi yang akurat untuk menyaring SMS yang masuk.
Comparative Performance Analysis of Dual-Prime RSA and Eight-Prime RSA Rahmat Sulaiman; Agustina Mardeka Raya; Djoko Soetarno; Tri Sugihartono; Ellya Helmud
Journal of Information System and Informatics Vol 8 No 2 (2026): April
Publisher : Asosiasi Doktor Sistem Informasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63158/journalisi.v8i2.1569

Abstract

This study presents a comparative performance analysis of Dual-Prime RSA and Eight-Prime RSA by evaluating computational efficiency in key generation, encryption, and decryption at 1024-bit and 2048-bit key lengths. Experiments were conducted in a controlled environment, using processing time as the primary performance metric. The results show a consistent computational advantage for Dual-Prime RSA across all operations. At the 2048-bit key length, Eight-Prime RSA requires substantially more time for key generation, performing approximately 643% slower than Dual-Prime RSA, which highlights the overhead associated with increasing the number of prime factors. Decryption results further reinforce this gap: Eight-Prime RSA at 2048-bit records about a 247% increase in processing time compared with its own 1024-bit baseline and remains markedly slower than Dual-Prime RSA at the same key length. Although differences in encryption time are less significant, Eight-Prime RSA offers no meaningful efficiency advantage. While earlier studies suggest that additional prime factors may provide theoretical security benefits, this work is limited to empirical performance benchmarking and does not include a full security analysis. Overall, the findings indicate that Dual-Prime RSA is the more practical and scalable choice for real-world 2048-bit applications and performance-sensitive deployments.