Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Educatio FKIP UNMA

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas VII Pada Materi Pecahan Vanie Dewi Rosliani; Dadang Rahman Munandar
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i2.1968

Abstract

Kemampuan berpikir kritis yaitu kemampuan siswa saat mempertimbangkan masalah serta memutuskan sebuah keputusan sehingga dapat memecahkan sebuah masalah. Tujuan penelitian ini guna menganalisis kemampuan berpikir matematis siswa di materi pecahan. Penelitian ini mempergunakan metode deskriptif pendekatannya kualitatif. Penelitian ini menelaah atau menunjukan hasil jawaban siswa pada materi pecahan berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Pelaksanaan penelitian pada kelas VII di SMP Negeri 1 Tirtamulya, dengan pemilihan sampel secara acak yaitu 20 siswa dari kelas VII – A. Penelitian ini mempergunakan instrument soal meliputi 2 soal uraian materi pecahan. Analisis tersebut dilakukan terhadap jawaban siswa sesuai indikator instrument soal. Penelitian menghasilkan berdasarkan setiap indikator sesuai persentase kategori kemampuan berpikir kritis, diketahui 100% siswa mampu menginterpretasikan dengan tepat, 50% siswa dapat membuat model matematika, lalu terdapat 15% siswa yang mampu menggunakan strategi dalam perhitungan dan secara tepat waktu menyelesaikan soal, serta 15 siswa mampu menyimpulkan dengan tepat. Oleh karena itu, siswa masih banyak siswa yang berkemampuan berpikir kritis rendah
Deskripsi Proses Berpikir Literasi Matematis Siswa Kelas X SMK pada Soal PISA Alfira Nurul Husna; Dadang Rahman Munandar
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i2.1971

Abstract

Literasi merupakan salah satu jembatan dalam mempelajari suatu ilmu. Hal itu pun berlaku pada pembelajaran matematika dikarenakan literasi ini bertujuan guna memahami matematika secara lebih dalam lagi, serta mengubah paradigma akan matematika dengan menghafalkan rumus untuk menyelesaikan persoalan yang ada tanpa memahami persoalan yang diberikan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir literasi matematis dengan menggunakan soal PISA kelas X SMKN Pertanian Karawang. Jenis dari penelitian ini ialah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dibantu dengan lembar tes dan pedoman wawancara. Data yang dianalisis adalah proses berpikir siswa baik pada langkah pembuatan pengertian, pembuatan pendapat dan pembuatan kesimpulan. Siswa yang terpilih sebagai subjek penelitian sebanyak tiga orang ialah subjek M, subjek SAR, dan subjek I. Serta banyaknya soal yang terdapat didalam lembar tes sebanyak tiga soal. Subjek dipilih dari kelas X APHP 2 SMKN Pertanian Karawang. Hasil menunjukkan bahwasannya pada soal nomor 1 dan 2 hanya dua subjek yang mampu menyelesaikan soal sesuai dengan tahapan. Sedangkan untuk soal nomor 3 tidak terdapat subjek yang mampu menyelesaikan persoalan dengan benar.
Kesalahan Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Platform Merdeka Mengajar Berdasarkan Prosedur Newman Ratna Nurmayningsih; Dadang Rahman Munandar
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4829

Abstract

Numerasi merupakan hal krusial pada kurikulum merdeka dalam pendidikan. Dilihat dari hasil Asesmen Nasional (AN) tahun 2021, kemampuan numerasi siswa SMP di Indonesia berada di bawah kompetensi minimum, karena kurang dari 50% siswa yang mencapai batas. Sebagai pembiasaan terhadap soal AN, pemerintah menganjurkan penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai media pembelajaran yang lebih fleksibel. Penelitian ini bertujuan menjabarkan jenis kesalahan siswa dalam mengerjakan soal tipe PMM numerasi lewat prosedur Newman. Materi PMM numerasi yang diberikan adalah data dan ketidakpastian. Instrumen yang digunakan adalah tes diagnostik yang diadaptasi dari soal PMM. Penelitian dilakukan dengan survei di sebuah SMP Islam di Kabupaten Karawang. Sampel yang digunakan sebanyak 32 siswa kelas 8. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa jenis kesalahan yaitu reading erorrs sebesar 56%; comprehension errors 61%; transformations error sebanyak 72%; processing skill errors sejumlah 75%; dan encoding errors sebanyak 72%. Setiap kesalahan siswa berada di atas 50% sejalan dengan Rapor Pendidikan, maka siswa kesulitan mengerjakan soal tipe PMM.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Kelas VII Berdasarkan Langkah-Langkah Polya Elma Elma; Dadang Rahman Munandar
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.5003

Abstract

Tujuan dari riset ini, yaitu melihat kompetensi peserta didik saat memecahkan permasalahan matematis sesuai tahapan Polya. Penelitian ini dilaksanakan sesuai ketentuan penelitian kualitatif deskriptif dimana sebanyak tiga dari tujuh belas orang siswa kelas VII  pada salah satu SMP swasta di Kabupaten Karawang dipilih dengan teknik purposive sample atau dipilih berdasarkan tiga kategori, yakni masing-masing satu orang siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis rendah, sedang, dan tinggi. Dari informasi yang diteliti, berdasarkan tahapan Polya dimana untuk siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah rendah tidak mempunyai keahlian dalam memenuhi semua indikator dalam pemecahan masalah matematis, yakni tidak dapat memahami masalah, tidak mampu untuk menetapkan rencana, tidak mampu untuk melaksanakan rencana dan tidak memverifikasi hasil pekerjaan. Untuk siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah tergolong sedang sudah mampu dalam memenuhi tiga indikator dalam pemecahan masalah matematis, yakni memahami masalah, menyelesaikan pemecahan masalah, dan memverifikasi hasil pekerjaan. Untuk siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah tergolong tinggi sudah mampu memenuhi semua indikator dalam pemecahan masalah matematis, yakni memahami masalah, menetapkan rencana, menerapkan rencana dan memverifikasi hasil pekerjaan.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Lu'lu' Luthfiyyah Ayyasy Suhenda; Dadang Rahman Munandar
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.5049

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis adalah cara dimana siswa dapat mengungkapkan ide-ide matematika baik secara lisan, tulisan, seperti gambar/diagram, merepresentasikannya dalam bentuk aljabar, atau menggunakan simbol-simbol matematika. Penelitian ini dilatarb elakangi oleh data lapangan yang menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkomunikasikan ide-ide yang berkaitan dengan pemahamannya. Dalam hal ini, penulis menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII dengan menggunakan indikator komunikasi matematis dengan memilih subjek sebanyak 3 siswa yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII saat menyelesaikan masalah matematika pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kemampuan komunikasi matematis tinggi mampu mengenali, memahami, mengevaluasi dan menggunakan istilah, simbol, dan notasi untuk mewakili ide matematika meskipun tidak sempurna. Kemampuan komunikasi matematis sedang tidak mampu menguasai salah satu indikator kemampuan komunikasi matematis, namun subjek dengan kemampuan komunikasi matematis rendah, lebih buruk dalam menguasai indikator kemampuan komunikasi matematis.