Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN KARAKTERISTIK DAS UNTUK DAERAH TANGKAPAN HUJAN WADUK SERMO KABUPATEN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Silta Yulan Nifen; Bambang Agus Kironoto; Djoko Luknanto
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i1.4415

Abstract

Manusia memiliki peran penting terhadap suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Setiap aktivitas yang dilakukan manusia sangat berpengaruh terhadap DAS, baik secara langsung maupun tidak langsug. Pengolahan Karakterisitik DAS untuk DTH Waduk Sermo menggunakan software Arc.GIS 10.1. Parameter Bifurcation Ratio DTH Waduk Sermo diperoleh Br < 3 yang berarti alur sungai mempunyai kenaikan muka air banjir dengan cepat sedangkan penurunnya lambat, perhitungan nilai kerapatan aliran (Dd) DTH Waduk Sermo yaitu 1,86 km/km2 tergolong sedang berarti kondisi material bawah permukaannya kedap air dengan vegetasi yang sedang. Untuk Indeks CN DTH Waduk Sermo memperoleh 81,3 yang berarti potensi aliran permukaan tinggi, kandungan liat tinggi dan permeabilitas rendah.
KAJIAN EROSI DENGAN METODE MUSLE DAERAH TANGKAPAN HUJAN WADUK SERMO KABUPATEN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWAYOGYAKARTA Silta Yulan Nifen; Bambang Agus Kironoto; Djoko Luknanto
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.563 KB) | DOI: 10.21063/jts.2016.V302.048-59

Abstract

Waduk pada hilir DAS dipengaruhi beberapafaktor salah satunya erosi.Pendangkalan waduk yang disebabkan oleh sedimentasi banyak terjadi di Indonesia seperti Daerah Tangkapan Hujan (DTH) Waduk Sermo. Metode MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equiation) lebih unggul dibanding dengan Metode USLE yang biasa digunakan untuk menghitung laju erosi. Metode MUSLE menggunakan software Arc.GIS 10.1.serta software ENVI 4.5 untuk menghitung kerapatan vegetasi. Dari hasil analisis diperoleh laju erosi yang terjadi di DTH Waduk Sermo sebesar 6,97 mm/tahun atau 125,42ton/ha/tahun. Tingkat bahaya erosi sangat berat seluas 82,296 Ha atau 4,24 %.