Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perancangan Model Bisnis dengan Triple Layered Business Model Canvas Untuk Pengembangan Event Festival Budaya Desa Wisata Meat Toba Samosir Pasaribu, Asmara Wildani; Rangkuti, Maryam Monika
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i1.4960

Abstract

Pengembangan desa wisata berbasis budaya memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian lokal dan pelestarian kearifan lokal. Festival budaya sebagai salah satu daya tarik utama memerlukan model bisnis yang terstruktur agar berkelanjutan dan berdampak luas. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk merancang model bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model bisnis festival budaya di Desa Wisata Meat, Kabupaten Toba Samosir, dengan menggunakan pendekatan Triple Layered Business Model Canvas (TLBMC), yang mencakup dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial secara holistik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan festival budayatersebut. Hasil SWOT kemudian digunakan sebagai dasar dalam merancang TLBMC. Luaran yang ditargetkan dari penelitian ini adalah tersusunnya model bisnis terintegrasi berbasis TLBMC yang dapat digunakan sebagai panduan strategis oleh pengelola desa wisata dan pemangku kepentingan lainnya. Model ini diharapkan mampu meningkatkannilai ekonomi lokal, mendukung pelestarian budaya, serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Optimalisasi Laba UMKM Dengan Strategi Harga Cost-Plus Pricing Yuni Novita Anakampun; Maryam Monika Rangkuti
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Agustus
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v4i1.234

Abstract

Saat ini banyak perusahaan yang berusaha untuk memberikan keunggulan pada pasar bisnis yang semakin bergerak cepat, sehingga menimbulkan persaingan yang ketat, di mana berbagai strategi digunakan untuk menarik pelanggan. UD. Bakti Jaya, usaha yang bergerak di bidang penjualan alat dan bahan bangunan telah berkembang selama beberapa tahun dan terus berupaya meningkatkan kualitas barang dan jasanya untuk memenuhi permintaan konsumen. Perusahaan ini juga memiliki pangsa pasar yang penting di kota metropolitan tetangga. Selama menjalankan bisnisnya, UD Bakti Jaya belum melakukan perhitungan harga pokok barang yang mereka tawarkan, penetapan harga produk belum memiliki dasar perhitungan yang jelas, sehingga ada kemungkinan laba yang dihasilkan saat ini belum cukup optimal. Jika harga penawaran terlalu rendah, bisnis mungkin tidak dapat membayar biaya operasionalnya dan menderita kerugian pada akhirnya. Di sisi lain, jika harga penawaran terlalu tinggi, UD Bakti Jaya berisiko kehilangan pelanggan karena tidak mampu bersaing dengan kompetitor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi harga pokok penjualan dengan oendekatan metodologi Full Costing dan harga jual yang ditetapkan dengan metode Cost Plus Pricing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 132 jenis persediaan UD Bakti Jaya, 53 jenis persediaan penetapan harganya berada di atas nilai HPP (overpriced) sedangkan 79 jenis persediaan harganya berada di bawah nilai HPP (underpriced). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penetapan laba yang diharapkan sebesar 30% pada metode CPP belum mampu memberikan kondisi laba pada UD Bakti Jaya. Namun terbukti mampu meningkatkan tingkat laba.