Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

LITERASI DIGITAL DALAM PENYEBARAN INFODEMI PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA MEDAN (Studi Kasus Akun Instagram @Medantalk) Ade Harahap; Rahmanita Ginting; Ribut Priadi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 7, No 1 (2023): Pebruari, 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v7i1.2023.313-323

Abstract

AbstrakAwal pandemi COVID-19 di Indonesia, terjadi kesimpang siuran informasi di tengah masyarakat yang resah dan panik. Sebagian masyarakat mengkases informasi yang salah tanpa melakukan verifikasi. Salah satu hal terpenting dalam menghadapi peredaran penyebaran infodemi di masa pandemi COVID-19 adalah dengan meningkatkan literasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana upaya preventif literasi digital yang dilakukan masyarakat kota Medan pada follower akun instgram @medantalk dalam penyebaran infodemi di masa pandemi COVID-19 sekaligus juga, apakah medantalk meliterasi para pengikutnya. Studi ini mengunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, selanjutnya dalam teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kegiatan positif yang signifikan antara literasi digital terhadap perilaku follower pada penggunaan internet dalam memenuhi kebutuhan informasi. Artinya, semakin tinggi tingkat literasi digital para follower maka semakin tinggi pula perilaku penggunaan internet. Akun Instagram @Medantalk juga memiliki peran meliterasi dengan memberikan pemahaman media digital dalam penyampaian informasi maupun penayangan konten kepada publik. Sehingga hal ini mereduksi perkembangan rumor dalam menghadapi berita bohong yang berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat dalam penanganan pandemi.Kata Kunci: Literasi Digital, COVID-19, Infodemi, Preventif, Penyebaran, Pandemi                      COVID-19
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI GOLKAR DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT TERHADAP CALON KEPALA DAERAH PADA PILKADA KOTA SIBOLGA Jamiluddin Z; Ribut Priadi; Muhammad Thariq
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v7i2.2023.453-460

Abstract

AbstrakTujuan dalam penelitian ini merupakan buat mengenali data serta memperoleh informasi tentang strategi komunikasi politik yang digunakan Partai Golkar dalam tingkatkan partisipasi politik warga terhadap Calon Kepala Wilayah pada Pilkada Kota Sibolga. Dalam penelitian ini memakai pendekatan kualitatif langsung kelapangan ialah dengan melaksanakan wawancara, observasi serta riset dokumentasi guna mendapatkan informasi yang diperlukan. Sebaliknya pendekatan teori yang dipergunakan merupakan teori komunikasi politik. Peneliti berupaya buat menggambarkan serta mendeskripsikan kenyataan, sehingga bisa ditafsirkan gimana strategi komunikasi politik yang digunakan Partai Golkar dalam tingkatkan partisipasi poitik warga terhadap Calon Kepala Wilayah pada Pikada Kota Sibolga. Hasil penelitian menampilkan kalau Partai Golkar sudah banyak membuat strategi-strategi yang digunakan buat tingkatkan partisipasi politik warga dalam memenangkan Pilkada Kota Sibolga, dimana strategi– strategi tersebut sangat bervariatif, salah satunya lewat kegiatan- kegiatan sosial politik kemasyarakatan. Strategi ini ialah strategi yang sangat universal digunakan oleh Paslon Kepala Derah ataupun Partai Politik yang lain. Dengan tujuan supaya khalayak/ pemilih bisa mengidentifikasi siapa Paslon Kepala Wilayah yang hendak diseleksi dalam Pilkada Kota Sibolga 2020. Sehingga periset merumuskan kalau terdapat strategi yang digunakan oleh Partai Golkar dalam memenangkan Pilkada Kota Sibolga. Strategi yang digunakan mulai dari melaksanakan aktivitas sosial politik kemasyarakatan, pemasangan baliho, spanduk, mempublikasikan lewat media sosial serta media cetak.Kata Kunci: Strategi, Komunikasi Politik, Partisipasi Warga pada Pilkada Kota Sibolga.
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN COVID – 19 DI KUMPARAN.COM, KOMPAS.COM, TEMPO.CO DI ERA PANDEMI Rahmat Utomo; Rahmanita Ginting; Ribut Priadi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v7i2.2023.543-548

Abstract

Pandemi COVID-19 di Indonesia bukan hanya menjadi diskursus dalam ranah kesehatan, melainkan juga jadi sajian utama bagi media. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana media massa khususnya Kumparan.Com, Kompas.Com, Tempo.Co melakukan framing atas isu yang berkaitan dengan COVID-19, yang diterbitkan di laman Kumparan.Com, Kompas.Com, Tempo.Co. Objek penelitian ini adalah Kumparan.Com, Kompas.Com, Tempo.Co. yang bentuk pemberitaan disajikan secara online. Peneliti menganalisis tiga berita di masing-masing media dari rentang waktu bulan Januari – Maret 2020 pada awal munculnya COVID-19 di Indonesia. Rentang waktu ini dipilih, untuk menunjukkan dinamika yang muncul dalam pemberitan media seiring ekskalasi krisis COVID-19 yang terus meningkat. Perangkat analisa yang dipakai adalah model analisis framing yang dikembangkan oleh Robert N. Entman. Dengan menggunakan perangkat analisa tersebut, maka bisa disimpulkan hasil penelitian ini bahwa ketiga media ini lebih banyak mengutip rilis dan siaran pers hubungan masyarakat (humas) kepresidenan tanpa menambahinya dengan konteks yang memadai. Ketiganya memparafrase rilis pemerintah, dan ketiga media tersebut sama-sama mengandalkan narasumber tunggal dan menuliskan kebijakan dari pemerintah tanpa mengkritisinya. Ketiga media tersebut menyajikan pemberitan kepada hal-hal yang tidak signifikan dan substansial padahal seharusnya pemberitaanya bisa dimanfaatkan untuk melakukan proses mitigasi terhadap krisis yang akan segera dihadapi.  Kata Kunci: Analisis Framing, COVID-19, Media, Pemberitaan
ANALISIS ETIKA JURNALISTIK DALAM PEMBERITAAN PANDEMI COVID-19 PADA PROGRAM BULETIN WAJAH SUMUT DI METRO TV Edy Suranta; Rahmanita Ginting; Ribut Priadi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v7i2.2023.471-478

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pemberitaan mengenai COVID-19 di media massa yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik pemberitaan COVID-19 yang dikeluarkan oleh dewan pers sehingga berita mengenai COVID-19 jadi dilebih-lebihkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Hal tersebut juga terjadi dalam pemberitaan COVID-19 di Program Buletin Wajah Sumut yang ditayangkan dari hari Senin sampai dengan Jumat pukul 13.05. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kode etik jurnalistik dalam pemberitaan pandemi covid 19 pada Program Buletin Wajah Sumut di Metro TV. Hal yang menjadi acuan dalam penelitian ini berdasarkan surat edaran pers mengenai pemberitaan COVID-19 pada media massa. Teori yang digunakan peneliti adalah profesionalisme media, teori media massa dan kode etik jurnalistik. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan secara wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah tim Metro TV yang berkaitan langsung dan bertanggung jawab terhadap berita dan penayangan di program buletin Wajah Sumut yakni tiga informan. Hasil penelitian didapatkan bahwa tim Metro TV telah berusaha menerapkan kode etik jurnalistik dalam setiap pembuatan berita di program buletin Wajah Sumut meliputi naskah, data maupun video mengenai COVID-19. Walaupun demikian kesalahan dan pelanggaran masih terjadi di program buletin Wajah Sumut.Kata Kunci: Pemberitaan Pandemi, Kode Etik Jurnalistik, COVID-19, Media Massa, Metro TVSumut
Strategi Komunikasi Pimpinan Dalam Membangun Iklim Kerja Yang Kondusif (Studi Analisis Di Balai Besar Pengembangan Penjamin Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan Dan Listrik Medan) Sya’im Sya’im; Ribut Priadi; Muhammad Thariq
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v7i2.2023.479-485

Abstract

AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan bagaimana terbentuknya iklim llmu komunikasi yang kondusif yang terbentuk, dilihat dari peristiwa komunikasi yang terjadi di BBPPMPV BBL Medan, sikap dan perilaku pimpinan terhadap pegawai BBPPMPV BBL Medan, harapan, serta kesempatan bagi tumbuh dan berkembangnya kinerja pegawai. Selain itu juga dilihat adakah motivasi yang menjadikan seseorang bersedia menjalankan aktifitas dan tanggungjawab secara menyeluruh untuk mencapai tujuan tertentu yang diinginkan. Studi ini mengunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, selanjutnya dalam teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara Observasi, dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya iklim kerja yang kondusif dari Pimpinan, karena Pimpinan sebagai orang yang bertanggungjawab dalam organisasi dan dapat memberikan kontribusi dalam membangkitkan iklim komunikasi yang baik pada organisasinya. Dengan melakukan hal-hal yang merupakan tanggungjawab pimpinan seperti menetapkan tujuan bagi pegawaipegawainya. melatih pegawainya dan membantu mereka menjadi lebih efektif dalam pekerjaannya, meninjau kemajuan pegawainya, memberikan bimbingan, menggunakan metode baru dalam kelompok dan bidang mereka untuk membuat anggota kelompok terus menerus menjadi lebih aktif, membuat perencanaan untuk masa mendatang, dan menghargai prestasi karyawan dengan menggunakan standar sosial dan financial yang mereka tetapkan untuk karyawan,  berarti pimpinan secara tidak langsung ikut membantu karyawan dalam mencapai kepuasan kerjanya.Kata Kunci: Komunikasi, Peningkatan Semangat Kerja, Iklim Komunikasi                   Organisasi.
Reconstruction of Communicative Rationality: A Study on the Digital Mass Media Society in Indonesia Ribut Priadi; Muhammad Thariq
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2023): Jurnal ASPIKOM
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v8i2.1326

Abstract

This study examined the cognitive response of Indonesian society (namely, the people who use digital mass media) to the narratives built by digital mass media. Establishing an argumentative “communication” relationship between digital mass media and society is necessary because the narratives built by digital mass media tend to represent particular interests. Therefore, between the two, an argumentative “communication” relationship is needed to reach a consensus through the expression of rational language. This relationship actually forms a communicative society based on the value of emancipatory critical rationality to achieve "consensus". Thus, the problem posed in this study, ‘How is the cognitive response and form of digital society in Indonesia within the scope of the digital mass media era?’ To answer that question this study used a qualitative approach by conducting a sociological study of the narratives in the digital mass media user community, especially convergence mass media (kompas.com, tempo.co, and tribunnews.com). While the technique of the validity test of the narrative data of people who use digital mass media uses was the triangulation technique of sources and theories. This study found that digital society can create and produce imaginative spaces based on its own laws and culture. Its awareness of the digital mass media narrative is solid and shifts its passive role as an object to be ‘interactive’ (itself as a subject) with mass media. Meanwhile, the relationship between digital society and communication technology has three options, namely, first, digital society positions itself as technology; second, humanize technology as itself; and third, dialectically compromising the potential of humanity and technology.