Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MAXIM OF PERSUASIVE LANGUAGE IN WRITTEN DISCOURSE IN THE PUBLIC SPACE OF NKRI - RDTL BORDER Nalenan, Joni Soleman; Seran, Yanuarius
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 3 No 2 (2020): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v3i2.2682

Abstract

This study aimed to determine what maxims were contained in written discourse in the public space of NKRI - RDTL border areas. The theory used to solve the problem in this study is the sociopragmatic theory. The method used is a qualitative descriptive method. The research data were grouped into four components, namely the political component, the commercial component, the health component, and the education component. Data related to the political component tended to have political nuances. Commercial component data refers to service offerings, services and product purchases. Health component data were related to stakeholder recommendations regarding prevention and self-protection from Covid-19. The education component data found in this study came from various levels of education units that promote their existence to get new students. Based on the sociopragmatic theory, the research results show that there are six maxims in the persuasive language of written disc ourse in the public space of NKRI - RDTL border areas, namely maxim of wisdom, maxim of sympathy, maxim of generosity, maxim of manner, maxim of relevance, and maxim of quality.
Workshop Manajemen Sekolah Berbasis Akreditasi Berdasarkan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan 2020 di SMK Katolik Kefamenanu Nalenan, Joni Soleman; Seran, Yanuarius
Empowerment Vol. 6 No. 01 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i01.6798

Abstract

Since 2019, BAN S/M has been applying Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan 2020 (IASP 2020) that has more complex assessing system than the previous accreditation guideline. The implementation of IASP 2020 will impact on SMK Katolik Kefamananu accreditation result. School management of SMK Katolik based on IASP 2020 was not maximal. This community service was conducted to provide an optimal understanding and assistance related to IASP 2020. The method applied in this community service, namely preparation, action, and evaluation. The result showed that there were some items have been conducted in real action, however not documented effectively. Those items were item 1, 2, 4, 6, 9, 10, 11, 16, 20, 21, and 23. Sejak tahun 2019, BAN S/M telah menerapkan IASP 2020 yang sistem penilaiannya lebih kompleks dari pedoman akreditasi sebelumnya. Penerapan IASP 2020 akan berdampak pada nilai akreditasi SMK Katolik Kefamenanu. Manajemen sekolah pada SMK Katolik berbasis IASP 2020 belum maksimal. Pengabdian ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan pendampingan yang optimal terkait instrument penilaian IASP 2020. Tahapan metode yang diterapkan dalam pengabdian ini, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pengabdian menujukkan bahwa terdapat beberapa butir yang secara konkret sudah dilakasanakan kegiatannya namun tidak terdokumentasikan secara baik. Butir-butir yang dimaksud adalah butir 1, 2, 4, 6, 9, 10, 11, 16, 20, 21, dan 23.
Kajian KAJIAN PSIKOANALISIS PADA NOVEL THANK YOU SALMA KARYA ERISCA FEBRIANI: Kajian Psikoanalisis pada Novel Thank You Salama Liubana, Metropoly Merlin J.; Hane, Sara Dinda; Verdial, Jose Da Conceicao; Nalenan, Joni Soleman
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh Salma dalam novel “Thank You Salma” karya Erisca Febriani menggunakan Teori Psikoanalisis Sigmund Freud yang terbagi atas id, ego, dan superego. Metode deskriptif kualitatif relevan dalam penelitian ini, dengan wujud data berupa kutipan teks yang bersumber dari novel “Thank You Salma” karya Erisca Febriani. Kemudian dianalisis dengan teknik: mengkategorisasikan bagian-bagian teks yang dikutip ke dalam struktur kepriadian tokoh Salma dalam tiga kategori yakni, id, ego, den superego; selanjutnya menginterpretasi dan menguraikan dalam bentuk deskripsi, kemudian memberi penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, struktur kepribadian tokoh Salma dipengaruhi oleh 11 id, sembilan ego, dan tujuh superego. Id dalam diri Salma muncul karena dorongan atas sikapnya yang egois, perbedaan pendapat dengan Nathan, dan selalu mengekang apa yang Nathan lakukan. Ego dalam diri Salma bertugas meredakan kecemasan-kecemasan yang dirasakan mengenai karir masa depannya, kisah percintaanya dengan Nathan, dan trauma peleceham yang ia alami. Superego muncul sebagai bentuk hati nurani untuk mengendalikan sikap dan tingkah laku Salma yang egois dan tidak terkontrol. Kata Kunci: psikoanalisis, struktur kepribadian, novel Thank You Salma
Ritual Fek Nono Hau Ana dalam Sistem Pertanian Masyarakat Miomaffo Timur: Kajian Wacana Kritis Teun van Dijk Joni Soleman Nalenan; Yanuarius Seran
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.18463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur makro dan superstruktur dalam wacana ritual Fek Nono Hau Ana berdasarkan pendekatan analisis wacana kritis Teun Van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa wacana ritual Fek Nono Hau Ana dilakukan beberapa lokasi, yakni tola, pintu pertama Oename, pintu kedua Oename, puncak Oename, dan mesbah utama, tetapi masih merupakan satu-kesatuan yang tidak terpisahkan. Tema global wacana ritual Fek Nono Hau Ana adalah religiusitas yang merupakan suatu proses pencarian jalan kebenaran atau petunjuk oleh masyarakat Tun Tun kepada leluhur untuk membuka lahan baru dalam bercocok tanam. Secara skematik, wacana ritual Fek Nono Hau Ana terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian pendahuluan merupakan sapaan kepada leluhur, bagian isi merupakan permohonan izin kepada leluhur, dan bagian penutup merupakan harapan dari masyarakat kepada leluhur keempat suku besar, Maun Ufa, Bana Mnasi, dan sang pemberi berkat untuk memberikan petunjuk perizinan membuka lahan. Penelitian ini berimplikasi langsung pada masyarakat Timur secara khusus, yakni sebagai suatu bentuk pendokumentasian dalam rangka pengantisipasian kepunahan ritual Fek Nono Hau Ana.Fek Nono Hau Ana Ritual in the Agricultural System of the East Miomaffo Community: Teun Van Dijk's Critical Discourse StudyThis study uses Teun Van Dijk's critical discourse analysis approach to describe the macrostructure and superstructure in the Fek Nono Hau Ana ritual discourse discourse. This study uses a qualitative descriptive method. The findings show that the Fek Nono Hau Ana ritual discourse is carried out in several locations, namely tola, the first door of Oename, the second door of Oename, the peak of Oename, and the main altar, but it is still an inseparable whole. The global theme of the Fek Nono Hau Ana ritual discourse is religiosity, a process of searching for the path of truth or guidance by the Tun Tun community to their ancestors to open new land for farming. Schematically, the Fek Nono Hau Ana ritual discourse consists of an introduction, content, and closing. The introduction is a greeting to the ancestors, the content is a request for permission to the ancestors, and the closing is the community's hope for the ancestors of the four major tribes, Maun Ufa, Bana Mnasi, and the giver of blessings to provide guidance for permission to open land. This research has direct implications for Eastern society, namely as a form of documentation to anticipate the extinction of the Fek Nono Hau Ana ritual.