Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Verba Aktivitas Bajalan berjalan dan Verba Peristiwa Transisional Ranjah Tabrak dalam Bahasa Banjar Rissari Yayuk
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 15, No 2 (2017): Vol. 15, No. 2, Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v15i2.1182

Abstract

This study discusses bajalan walkactivity verb and verb transitional events transisional ranjah "hit" in the language of Banjarese. Issues discussed included how to form verbs bajalan activity "walk" and verb transitional events ranjah "hit" in banjar.This study aims to describe the activities bajalan verb "walk" and verb transitional events ranjah "hit" in the language banjarese. The method used in this study was descriptive qualitative method. Techniques used in the data acquisition techniques involved capably refer free. There are three action steps based methods and techniques, namely the collection, analysis and presentation of data. Data were collected from 2016 1 Januari s.d. March 1, 2016 in the village of Bakarung, Hulu Sungai Selatan, South Kalimantan Province. based on the results penenelitian bajalan activity verb "walk" in the language of Banjarese show in terms of function predicate position, in terms of the meaning of declared activities subject intentionally, and syntax can be used as a messenger or imperative word. While Verb transitional events ranjah "hit" in the language banjarese show in terms of function predicate position, in terms of meaning describes the displacement state of the subject inadvertently, in terms of syntax can not be used as a sentence order, or imperative.
STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA PADA MASYARAKAT BANJAR Rissari Yayuk
MABASAN Vol. 10 No. 1 (2016): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v10i1.74

Abstract

This study titled politeness strategies in Banjar community. The problem raised is how a form of politeness strategies in Banjar community. The purpose was to determine the form of politeness strategies in Banjar community. Methods of research on the subject of politeness strategies in Banjar community is using descriptive method. Collecting data in Bamban village of months of February and March 2016. The results of the research is a form of politeness strategies in Banjar community includes attention to what is needed or preferred opponent said, using solidarity or group identity through a greeting or jargon , offer or promise anything , to avoid overlapping, and clowning. 
SAPAAN ‘UMA’ IBU DALAM TINDAK TUTUR EKSPRESIF BAHASA BANJAR Rissari Yayuk
Jurnal Bebasan Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v4i2.61

Abstract

Masalah dalam penelitian, 1) Bagaimana penggunaan sapaan Uma dalam bahasa Banjar? 2) Bagaimana realisasi penggunaan sapaan Uma bahasa Banjar dalam tindak tutur ekspresif ?. Tujuan penelitian, mendeskrepsikan 1) penggunaan sapaan Uma dalam bahasa Banjar 2) realisasi penggunaan sapaan Uma bahasa Banjar dalam tindak tutur ekspresif. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah teknik rekam dan dokumentasi. Data diambil di Kampung Jawa, Kabupaten Banjar dari bulan Maret sampai Agustus 2015. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan sapaan Uma dalam bahasa Banjar ditemukan dua hal. Pertama sapaan Uma karena faktor keturunan dan faktor hubungan perkawinan. Kedua. Sapaan Uma yang digunakan dalam tindak tutur ekspresif pada masyarakat Banjar bertujuan untuk menyanjung, mengeritik, menyalahkan, dan berterimakasih.
WUJUD KESANTUNAN ASERTIF DAN IMPERATIF DALAM BAHASA BANJAR Rissari Yayuk
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v5i2.147

Abstract

Politeness by the present generation has shifted as a result of various factors. Important to the preservation of a form of politeness that coud be used as a teaching example for increased intelligence-speaking children today and will come in a variety of speech acts. The problem studied include (1) How Being assertive speech act of politeness Banjar, (2) How to form the speech acts imperative Banjar. The aim is to describe, (1) Being assertive speech act of politeness Banjar, and (2) form the speech acts imperative Banjar. This research method is descriptive technique used in data collection and documentation is a recording technique. Sources of data taken from the area which is considered to represent the people of Banjar, namely Banjar. Time data capture for 2 months (of January s.d. End of February 2016). The results showed being politeness contained in an assertive speech act can be seen in the form of pleasantries and politeness sapaan.Wujud words contained in the imperatif speech acts can be seen in the form of pleasantries and greeting words. ABSTRAKKesantunan berbahasa oleh generasi sekarang mengalami pergeseran akibat berbagai faktor. Penting dilakukan pelestarian wujud kesantunan berbahasa yang bsa dijadikan contoh ajar bagi peningkatan kecerdasan berbahasa anak-anak sekarang maupun akan datang dalam ragam tindak tutur. Masalah yang dikaji meliputi (1) Bagaimana Wujud kesantunan tindak tutur asertif dalam bahasa Banjar, dan (2) Bagaimana wujud tindak tutur imperatif dalam bahasa Banjar. Tujuan yang ingin dicapai adalah mendeskripsikan (1) wujud kesantunan tindak tutur asertif dalam bahasa Banjar, dan (2) wujud tindak tutur imperatif dalam bahasa Banjar. Metode penelitian ini adalah deskriptif Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah teknik rekam dan dokumentasi. Sumber data diambil dari wilayah yang dianggap mewakili masyarakat Banjar, yaitu Kabupaten Banjar. Waktu pengambilan data selama 2 bulan (Januari s.d. Februari 2016). Hasil penelitian menunjukkan wujud kesantunan berbahasa yang terdapat dalam tindak tutur asertif dapat dilihat dalam wujud basa-basi dan kata sapaan. Wujud kesantunan berbahasa yang terdapat dalam tindak tutur imperatif dapat dilihat dalam wujud basa-basi dan kata sapaan.