This Author published in this journals
All Journal MABASAN
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hakikat Karya Masyarakat Sasak yang Tercermin dalam Sesenggak Muhammad Shubhi
MABASAN Vol. 5 No. 2 (2011): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.69 KB) | DOI: 10.26499/mab.v5i2.210

Abstract

Sesenggak merupakan salah satu dari sekian banyak sastra lisan yang dimiliki oleh suku Sasak. Dalam sesenggak banyak terdapat perbandingan, perumpamaan, nasihat, perinsip hidup atau aturan tingkah laku. Dengan demikian sesenggak menjadi bentuk simbolis yang dimiliki oleh masyarakat Sasak. Sebagai bentuk simbolis, sesenggak dapat dijadikan sebagai cermin untuk mengetahui nilai budaya yang dimiliki masyarakat pemiliknya, dalam hal ini suku Sasak. Nilai budaya yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah nilai budaya masyarakat Sasak yang berhubungan dengan hakikat karya.
ANALISIS STRUKTURAL CERITA CILINAYE: UPAYA MENGUNGKAP KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SASAK Muhammad Shubhi
MABASAN Vol. 6 No. 2 (2012): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.598 KB) | DOI: 10.26499/mab.v6i2.231

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis struktur cerita Cilinaye guna mengungkap kearifan lokal apa saja yang terkandung di dalamnya. Untuk sampai kepada tujuan tersebut, tulisan ini didasarkan pada teori Strukturalisme Levi-Strauss yang melihat bahwa mitos (cerita) memiliki kemiripan dengan bahasa yang merupakan media penyampaian pesan dan memiliki struktur. Hasil analisis menemukan bahwa cerita Cilinaye memiliki struktur yang saling kait-mengait, bagian yang satu menjelaskan bagian yang lain. Dengan memahami struktur cerita Cilinaye tersebut, dapat mempermudah mengungkap kearifan lokal yang ada di dalamnya. Hal itu terlihat dari beberapa sikap dan perbuatan yang ditunjukkan dalam cerita. Ziarah makam, doa, dan nazar merupakan tiga hal yang erat kaitannya. Dalam nazar terdapat juga sebuah motivasi yang kuat untuk meraih apa yangmenjadi harapan. Selain itu, adanya perayaan disertai dengan presean juga merupakan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Sasak sebagai perwujudan rasa syukur.
KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA SURAT KABAR DI KABUPATEN SUMBAWA Lukmanul Hakim; Muhammad Shubhi; Safoan Abdul Hamid
MABASAN Vol. 11 No. 2 (2017): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.72 KB) | DOI: 10.26499/mab.v11i2.237

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah kesalahan penggunaan kaidah ejaan, diksi, dan kalimat bahasa Indonesia pada koran di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif.  Metode ini digunakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penggunaan bahasa Indonesia pada surat kabar di Kabupaten Sumbawa. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi dan dianalisis dengan metode komparatif interpretatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia pada koran di Kabupaten Sumbawa sudah cukup baik dari aspek ejaan, diksi, dan kalimat. Namun, masih terdapat beberapa kesalahan yang berkaitan dengan ketiga aspek tersebut. Dari segi ejaan, kesalahan yang ditemukan di antaranya kesalahan penulisan huruf kapital, pemakaian tanda hubung (-), pemakaian kata depan,  dan pemakaian tanda baca. Dari segi penggunaan kata, kesalahan yang ditemukan di antaranya penggunaan kata asing yang tidak mengikuti kaidah penulisan kata asing. Dari segi kalimat, kesalahan yang ditemukan di antaranya adalah terdapat beberapa kalimat yang struktur kalimatnya belum lengkap.