Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Bahasa Ciacia Dan Aksara Kontemporernya Kisyani Laksono; yunisse fendri; Dianita Indrawati
Jurnal Budaya Nusantara Vol 1 No 1 (2017): NUSANTARA & KONTEMPORER
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/b.nusantara.vol1.no1.a991

Abstract

The Ciacia language is a regional language in Indonesia that has used Hangul Korean characters since2008. Before using Hangul script, Ciacia language used Wolio script (but later did not match) and then used Hangulscript. Therefore, in the Ciacia language, Hangul characters can be called contemporary charact ers. This paper aims tofind the right script for the language. The method of study is a comparison method. Comparative study of three letters:Wolio, Latin, and Hangul indicate that Latin characters can be used to write the Ciacia language.
REFLEKSI KONSONAN PROTOAUSTRONESIA MENJADI KONSONAN RANGKAP HOMORGAN BAHASA MADURA [Reflection Protoaustronesian to Consonant Cluster Homorgan in Madurese Language] Dianita Indrawati
TOTOBUANG Vol. 4 No. 2 (2016): TOTOBUANG, EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.477 KB) | DOI: 10.26499/ttbng.v4i2.23

Abstract

This paper discussdabout consonant reflection of Proto-Austronesian that became consonant cluster of homorgan Madurese language in comparative historical linguistic perspective. In the language of Madura, consonant cluster or clusters have homorgan and duplicate identical. It mean that, the double consonants are the same consonants. Consonant cluster was a reflection of a single consonant and consonant cluster Proto-Austronesian. Almost all consonants in the language of Madura was  consonant cluster identity. The Reflection consonant of Proto-Austronesian which became consonant cluster ofMadurese language can be seen through  analogy, assimilation, dissimilation, linear inheritance, and inheritance with the changes.Makalah ini membahas refleksi konsonan Proto-Austronesia menjadi konsonan rangkap homorgan bahasa Madura dalam perspektif linguistik historis komparatif.  Dalam bahasa Madura, konsonan rangkap atau gugus konsonan ada yang yang homorgan dan rangkap identik. Artinya, konsonan rangkap itu merupakan konsonan yang sama.  Konsonan rangkap tersebut merupakan refleksi dari konsonan tunggal dan konsonan rangkap Proto-Austronesia.  Hampir semua konsonan dalam bahasa Madura merupakan konsonan rangkap identik. Refleksi konsonan Proto-Austronesia menjadi konsonan rangkap bahasa Madura dapat melalui analogi, asimilasi, disimilasi, pewarisan linier, dan pewarisan dengan perubahan.
Analisis Satire Dalam Konten Tiktok @Kelvinsteviano1 Debrina Putri Fauzi; Dianita Indrawati
Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): BASADYA - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/basadya.v2i2.1744

Abstract

This research is motivated by the development of social media, particularly TikTok, which is not only used as a means of entertainment, but also as a medium for conveying social criticism through the use of satire. Satirical content on social media is growing rapidly because it is able to highlight social phenomena in a light, humorous, and close to people's lives, especially the younger generation. Through this phenomenon, this study aims to describe the types of satire, the meaning of satire, and the function of satire in Kelvin Steviano's TikTok content. This study uses a descriptive qualitative approach. The research data source is speech containing satire in the TikTok video content of the account @kelvinsteviano1. Data was collected using the listening method with the Listening Free Involvement Conversation (SBLC) technique and note-taking technique. Furthermore, the data were analyzed using the referential matching method with the Determining Elements (PUP) technique and the distribution method with the Direct Elements Sharing (BUL) technique. The results found in this study are that there are  three types of satire in 44 data consisting of 7 Horatian satire, 9 Juvenalian satire, and 28 Menippean satire. In addition, three intentions of satire were found in TikTok @kelvinsteviano1, namely satirizing and laughing at 9 data, satirizing and criticizing 27 data, and satirizing and raising awareness 5 data. Then also found three functions of satire which include 4 data entertainment function, 34 data social criticism function, and 6 data satire function as a lesson.
GASTRONOMI NUSANTARA SEBAGAI STRATEGI PENGENALAN DAN PELESTARIAN BUDAYA INDONESIA PADA PEMELAJAR BIPA Wahyu Dian Andriana; Suyatno Suyatno; Dianita Indrawati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13597

Abstract

Tujuan penelitian ini 1) mendeskripsikan keberagaman gastronomi Nusantara, dan 2) mendeskripsikan strategi pengenalan dan pelestarian gastronomi Nusantara sebagai budaya Indonesia pada pemelajar BIPA. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan sumber data dari tujuh buku cerita anak terbitan 2018–2020. Data yang dikumpulkan mencakup kata, frasa, kalimat hingga wacana tentang nama kuliner Nusantara, daerah asal, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Kemudian, data dianalisis dengan teknik alir yang mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gastronomi Nusantara merepresentasikan dinamika sosial, sejarah, dan budaya masyarakat Indonesia. Integrasi dalam pembelajaran BIPA membuat pemelajar memahami bahasa dalam konteks budaya, memperkaya wawasan, dan meningkatkan keterampilan komunikasi. Promosi melalui media sosial dan festival kuliner dapat memperluas daya tarik gastronomi Nusantara di tingkat global. Mahasiswa BIPA berperan sebagai agen budaya yang memperkenalkan gastronomi Nusantara melalui gastrodiplomasi di negara asal. Gastronomi Nusantara dapat terus dikenalkan, dilestarikan, dan diperkuat sebagai sarana diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.Kata kunci: Gastronomi Nusantara, budaya, Indonesia, BIPA
PEMANFAATAN MEDIA ASSEMBLR.EDU SEBAGAI PENGENALAN BUDAYA PADA KETERAMPILAN MENYIMAK MATERI MAKANAN KHAS JAWA TIMUR BAGI PEMELAJAR BIPA Hilya Tsabita; Dianita Indrawati; Anas Ahmadi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Assemblr.edu sebagai media pembelajaran inovatif dalam pengenalan budaya, khususnya dalam memperkenalkan makanan khas Jawa Timur bagi pemelajar Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Subjek penelitian adalah pemelajar BIPA tingkat pemula di Universitas Negeri Surabaya. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk mengaitkan validasi data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Assemblr.edu dalam pembelajaran BIPA memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik. Media ini mampu meningkatkan eksplorasi visualisasi 3D yang realistis terhadap makanan khas Jawa Timur. Selain itu, penggunaan Assemblr.edu juga dapat mengukung pembelajaran berbasis proyek, seperti pembuatan deskripsi makanan dalam bahasa Indonesia, yang berkontribusi pada peningkatan keterampilan berbicara dan menulis pemelajar BIPA. Dengan demikian, Assemblr.edu memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks pembelajaran bahasa dan pengenalan budaya Indonesia.Kata kunci: Assemblr.edu, Makanan Khas, Keterampilan Menyimak, BIPA
Minang Identity in Indonesian Literary Works 2008-2025 (Anthropocentrism Study) Putri Retnosari; Parmin; Moh Arif Susanto; Destynar Aditama; Ririe Rengganis; Agusniar Dian Savitri; Dianita Indrawati; Rakmat Faisal; Yermia Nugroho Agung Wibowo
Proceeding of Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Proceeding of Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies: ICONE
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/pcllcs.v5i1.6572

Abstract

This study aims to explore the construction and transformation of Minangkabau identity in Indonesian literary works published between 2008 and 2025. Using an anthroposentric literary approach, the research investigates how human-centered cultural values, norms, and beliefs associated with Minangkabau ethnicity are narrated, challenged, or maintained in contemporary fiction. The analysis focuses on selected novels and short stories written by both Minangkabau and non-Minangkabau authors, identifying recurring themes such as adat, migration, gender roles, and intergenerational conflict. The method combines textual interpretation with cultural contextualization to uncover how literature reflects or reconfigures the image of Minang identity in response to changing national and global contexts. The results reveal that while many works reaffirm traditional Minangkabau values, others offer critical perspectives that depict internal tensions and evolving identities, especially among younger generations. The study shows that Minang identity in literature is dynamic, marked by a constant negotiation between heritage and modernity.