Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal HUMANIS

Ketahanan Pangan Dan Sadar Covid-19 Didesa Kepatihan RT 12 Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro Angger Anugerah H.S; ferawati; Mei Kurniawati; Bayu Khayudin
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 5 No. 2 (2020): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.965 KB)

Abstract

Tiap keluarga dan pengetahuan terkait new normal di kehidupan sehari hari dengan judul, “KETAPANG DADAR COVID-19 (Ketahanan Pangan dan Sadar Covid-19)” yang nantinya akan menjadi salah satu pilihan dalam mempertahankan ketahanan pangan dalam keluarga dan Kegiatan yang lain adalah edukasi terkait “SAMBUT NEW NORMAL” agar Masyarakat mampu meningkatkan Kesiapan dalam New Normal dan dapat melawan penyebaran COVID-19 Program yang kami rencanakan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi new normal, sesuai dengan hasil kuisioner yang telah kami berikan, sebagian besar masyarakat RT 12 belum mengetahui dan menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang harus diterapkan yang sesuai dengan protokol kesehatan, khusunya dalam masa new normal ini. Kelompok mengambil responden sebanyak 30 KK dari jumlah total 60 KK. hasil kuisioner yang kami bagikan. Sebanyak 77% masyarakat RT 12 mengetahui tentang perkembangan COVID-19. sebanyak 67% warga masih tetap melakukan sosialisasi. Sebanyak 69% warga RT 12 belum menyediakan handsinitizer dirumah atau membawanya saat berpergian. Program “KETAPANG DADAR COVID-19” (Ketahanan Pangan dan Sadar Covid-19) yang terdiri dari tiga kegiatan yaitu” dan “SAMBUT NEW NORMAL dengan Health Education Sadar Covid-19, Pembuatan Antiseptik Alami (Daun Sirih) Dan Taman Ketapang Dadar Covid-19”. Bertujuan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat untuk hidup berdampingan dengan COVID-19, tangguh di era new normal dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga di era new normal.
Aktivitas Masyarakat sehat dan Mandiri berbasis tanaman obat keluarga ”AMARTA” ferawati; Mei Kurniawati
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.859 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu upaya membangun sistem kesehatan nasional dapat dilakukan secara tradisional dan alami. Upaya ini dapat dilakukan di keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan taman obat keluarga (TOGA). Pemanfaat toga dapat dimanfaatkan sebagai upaya promotiv dan preventif yang dapat difokuskan untuk peningkatan daya tahan tubuh dan pencegahan penyakit. Diperlukan adanya pendampingan dari pre hingga post program agar masyarakat memahami bagaimana pemanfaatan toga untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian keluarga. Hasil yang didapatkan dari program pendampingan ini antara lain meningkatnya kesadaran keluarga terkait tanaman toga dan bagaimana pemanfaatnya dalam upaya preventif. Dengan meningkatkan aspek pengetahuan dan kemandirian keluarga ini berdampak pada peningkatan status kesehatan keluarga. Kata Kunci : Sehat, Mandiri, Toga
Pro Ke-Keluarga (Promosi Kesehatan Keluarga) Dengan Metode SPP (Senam Dan Demonstrasi, Poster, Penyuluhan) Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Keluarga Di Dusun Kebonagung Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro ferawati
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.709 KB)

Abstract

ABSTRAK Kegiatan promosi kesehatan merupakan salah satu upaya yang penting dalam penyelenggaraan Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Dalam SKN, baik yang disusun tahun 2009 maupun yang disusun tahun 2010, disebutkan bahwa salah satu subsistemnya adalah Subsistem Pemberdayaan Masyarakat. Subsistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok, dan masyarakat umum dibidang kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya (Departemen Kesehatan, 2010). Sasaran promosi kesehatan dikelompokkan menjadi sasaran primer, sekunder dan tersier. Salah satu dari sasaran primer yaitu keluarga. Keluarga merupakan aspek terpenting dalam unit terkecil dalam masyarakat, penerima asuhan, kesehatan anggota keluarga dan kualitas kehidupan keluarga saling berhubungan, dan menempati posisi antara individu dan masyarakat (Harmoko, 2012). Dengan penggunaan media promosi yang berbeda pada umumnya yaitu dengan metode SPP (Senam dan demonstrasi, poster, penyuluhan) mampu mempermudah masyarakat untuk memahami dan mengaplikasikannya. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, direncanakan beberapa program untuk menangani masalah yang tengah dihadapi oleh keluarga diantaranya melaksanakan implementasi pencegahan promotif dan preventif berupa penyuluhan sekaligus demonstrasi sesuai dengan mata kuliah yang diintegrasikan. Sebagai penunjang maka dilaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala dan konsultasi kesehatan setiap kali kunjungan. Kata Kunci : Promosi Kesehatan, Keluarga, Kualitas Kesehatan
Family Do Healty Activity Program Peningkatan Perilaku Hidup Dan Sehat Pada Keluarga Binaan Dengan Pendidikan Teori D.Orem (Self Care) Di Dusun Sumurlaban Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro ferawati
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.517 KB)

Abstract

ABSTRAKPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah program pemerintah dibidang kesehatan untuk menciptakan derajat kesehatan masyarakat. PHBS dapat diterapkan melalui lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga, sekolah, tempat kerja, dan institusi kesehatan. PHBS ini tertuang dalam misi Indonesia Sehat 2015 yang mana masyarakat diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Kegiatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bisa menjadi sebuah budaya sehat bagi keluarga dan memberikan pengetahuan betapa pentingnya ber PHBS untuk cegah penyakit bagi kesehatan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat.Meningkatkan pengetahuan keluarga untuk lebih mengetahui dan memahami tentang bagaimana ber PHBS yang benar dengan tepat untuk mengurangi resiko penularan infeksi dan menurunkan angka kesakitan dalam keluarga. Untuk mengaplikasikan ilmu keperawatan dalampelayanan kesehatan di masyarakat, Sebagai tindak lanjut atau implementasi tridaharma perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada Bojonegoro.Dari segi profil keluarga binaan berdasarkan kuiseoner yang telah dikaji oleh kelompok, Keluarga Binaan yang terdiri dari 16 keluarga, didapatkan hasil PHBS keluarga sebesar 60 %, Kemandirian keluarga sebanyak 40 %. Maka dari itu kriteria keluarga sebelum diimplementasi termasuk Pra Sehat, Kurang Mandiri. Kegiatan yang dilaksanakan pada program keluarga binaan pengabdian pada masyarakat (abdimas) ini terdiri dari program utama berupa PHBS dalam rumah tangga, penyuluhan kesehatan (Health Education), pemeriksaan kesehatan, pemberianterapi keperawatan.Keluarga binaan yang terdiri dari 16 keluarga binaan ini menunjukkan perubahan yang significant, dimulai dari status keluarga yang pra-sehat kurang mandiri, tidak sehat hingga terjadi perubahan menjadi keluarga sehat yang mandiri. Oleh karena itu perbaikan kualitas SDMmahasiswa perlu diberi pelatihan terlebih dahulu atau pembekalan sebelum diterjunkan ke masyarakat. Sebab masyarakat sangat kompleks yang memungkinkan dapat terjadinya pro dan kontra sehingga dapat menurunkan mental baik mahasiswa maupun lembaga.Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Kemandirian Keluarga
Keluarga Binaan (Kabi) Dengan Pendekatan Persaga (Perawat Sahabat Keluarga) Di Desa Sumberagusng Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro ferawati
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.006 KB)

Abstract

ABSTRAK Perawat Sahabat Keluarga (PerSaga) adalah program pengabdian masyarakat sekaligus menjadi metode pembelajaran yang menjadikan keluarga sebagai mitra pelaksana kegiatan, meniliki tujuan untuk memberikan pengalaman lebih banyak pada mahasiswa dalam menangani masalah kesehatan di masyarakat melalui pendekatan keluarga, memberikan pemahaman lebih pada mahasiswa tentang teori keperawatan yang sudah ada serta implementasinya dalam permasalahan nyata, mengajarkan mahasiswa untuk menjadi pribadi bermanfaat bagi masyarakat bahkan sejak dalam proses pendidikan sekaligus menumbuhkan jiwa humanis pada mahasiswa, memberi edukasi pada keluarga mitra agar mampu menjadi punggawa hidup sehat dan membantu pemerintah dalam mensukseskan program Indonesia sehat. Tujuan umum program pengabdian pada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan derajat kesehatan di keluarga dengan melakukan pendampingan pada keluarga yang memenuhi kriteri keluarga binaan berdasarkan pendekatan PERSAGA (Perawat Sahabat Keluarga) Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi terlebih dahulu ke mahasiswa sebagai pelaksana atau TIM yang akan terlibat dalam program abdimas serta maping lokasi yang akan menjadi sasaran keluarga binaan. Untuk mendukung keberhasilan program serta kesesuaian dengan tujuan KaBin dalam mengintegrasikan mata kuliah, beberapa teori keperawatan yang gunakan yaitu Florence Nightingle, Dorothe Oream, Marta E Ronger, Roy dan lain sebagainya. Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dapat diuraikan sebagai a. Proses pengkajian pada keluarga dan BHSP, b. Penyuluhan Kesehatan (Health Education), c. Pemeriksaan Kesehatan berkala, d. Pemberian Terapi Keperawatan Program keluarga binaan merupakan salah satu trobosan dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bojonegoro. Mereka memiliki peluang yang sangat besar untuk meningkatkan derjat kesehatannya, dimulai dari status keluarga yang pra-sehat mandiri, tidak sehat hingga terjadi perubahan menjadi keluarha sehat yang mandiri. Kata Kunci : Perawat, Sahabat Keluarga, Keluarga Binaan
Keluarga Binaan Metode Pmr (Progressive Muscle Relaxation) Untuk Penurunan Kadar Gula Darah ferawati
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.635 KB)

Abstract

ABSTRAK Sahabat Keluarga (PerSaga) adalah program pengabdian masyarakat sekaligus menjadi metode pembelajaran yang menjadikan keluarga sebagai mitra pelaksanaan kegiatan. Dalam program ini mahasiswa bersama dosen melakukan pendampingan pada keluarga yang telah bersedia menjadi mitra dan menjadi keluarga binaan. Keluarga akan diberikan edukasi hingga pelayanan kuratif dasar sesuai dengan permasalahan kesehatan yang dihadapi dalam batas-batas kewenangan pemberian pelayanan. Intervensi keperawatan yang digunakan berbasis pada teori keperawatan yang dipilih oleh mahasiswa yang mendampingi. Proses pendampingan keluarga binaan yang di lakukan ini dengan jadwal sembilan kali pertemuan yang di laksanakan selama hampir tiga bulan. Untuk pertemuan di minggu pertama dalam kegiatan ini adalah menerapkan konsep bina hubungan saling percaya (BHSP), kemunian memperkenalkan kelompok sera mensosialisasikan program keluarga binaan kepada masyarakat, Pertemuan minggu kedua sesuai dengan program scheduling yang telah di buat, melakukan pengkajian ke keluarga. Pertemuan minggu ketiga dilakukan kegiatan yang dilakukan yaitu pemeriksaan implementasi, dan penerapan teori keperawatan Florence dan evaluasi. Status keluarga binaan yang didampingi merupakan keluarga tidak sehat dan kurang mandiri. Kemudian setelah kami lakukan pendampingan sebanyak 9 kali pertemuan secara intensif, sehingga terdapat adanya indikasi perubahan status keluarga binaan menjadi keluarga tidak sehat dan mandiri dibuktikan dengan keluarga mampu menjaga kebersihan diri dan lingkkungan tanpa bantuan orang lain. Kata Kunci : Keluarga Binaan, Kadar Gula Darah, PMR
Program Gerakan Komunitas Sadar Kesehatan (AKU SEHAT - 2020) Ferawati; Dhamar Arizona Candra
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.504 KB)

Abstract

ABSTRAK Program Gerakan Komunitas Sadar Kesehatan (AKU SEHAT) merupakan program yang ditunjukkan untuk melakukan penanganan gangguan kesehatan terkait kondisi teknis lapangan Banyu Urip dengan melibatkan masyarakat. Pelaksanaan Program Gerakan Komunitas Sadar Kesehatan tahun 2020 berjalan dengan baik dan lancar, program ini banyak memberikan dampak positif bagi penerima manfaat. Metode pendekatan yang digunakan dalam program adalah merupakan kolaborasi dari pendekatan appreciative inquiry (AI) dan pendekatan Kesehatan dengan model Intervensi Keperawatan Komunitas. Pendekatan AI berfokus pada pencarian kekuatan dan inti positif dari komunitas termasuk keluarga untuk membangun visi yang akan dicapai bersama. Tujuan Umum Program meliputi 1) Meningkatkan kualitas kegiatan layanan terkait situasi tidak normal lapangan Banyu Urip untuk menciptakan kondisi yang kondusif, 2) Menumbuhkan presepsi positif masyarakat terhadap industri migas dan EMCL sebagai operator KKS Cepu, 3) Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat melalui pendekatan keluarga binaan, 4) Meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan dasar. Sementara tujuan khusus program meliputi 1) Menyelenggarakan kegiatan layanan kesehatan terkait situsi tidak normal lapangan Banyu Urip berupa kegiatan monitoring dan layanan kuratif dasar sesuai kebutuhan, 2) Meningkatkan status kesehatan keluarga melalui pendampingan keluarga binaan, 3) Meningkatkan status kesehatan masyarakat secara umum melalui budaya gerakan masyarakat sehat, 4) Meningkatkan pengetahuan masayarakat terhadap industri migas dan EMCL melalui edukasi pada Kegiatan Keluarga Binaan dan pertemuan simpul. Dalam rangkaian program Gerakan komunitas sadar kesehatan ini terdapat beberapa kegiatan yang diantaranya yaitu : 1) Monitoring harian, 2) Program keluarga binaan, 3) Pertemuan simpul, 4) Penggunaan Mobil layanan kesehatan, dan 5) Perawatan Toga. Serta ada kegiatan partisipasif yaitu posyandu, kegiatan sosial kemasyarakatan lainya (sosialisasi covid-19, penyemprotan disinfektan pembagian kotak p3k, program garuda icsada tanggap covid 19 dll)
Promosi Kesehatan Keluarga Dengan Metode DPP (Demonstrasi, Poster, Penyuluhan) Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Keluarga Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Ferawati; Mei Fitria Kurniati
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.799 KB)

Abstract

ABSTRAK Promosi kesehatan merupakan salah satu upaya yang penting dalam penyelenggaraan Sistem kesehatan Nasional (SKN). Dalam SKN, baik yang disusun tahun 2009 maupun yang disusun tahun 2010, disebutkan bahwa salah satu subsistemnya adalah Subsistem pemberdayaan Masyarakat. Pelaksanaan Pendidikan kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari keluarga, karena kelluarga yang sehat merupakan asset atau modal pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. (Depkes, 2013). Dengan media promosi yang berbeda pada umumnya yaitu dengan metode DPP (demonstrasi, poster, dan penyuluhan) mampu mempermudah masyaakat untuk memahami dan mengaplikasikannya. Mengingat besarnya peranan keluarga dalam membangun Indonesia yang sehat maka pendekatan keluarga menjadi focus pengabdian masyarakat pada kegiatan ini. Dengan harapan, keluarga menjadi cerdas dengan mengetahui proses penyakit dan sehat. Metode yang dilakukan adalah: dengan memberikan sosialisasi terlebih dahulu ke mahasiswa sebagai pelaksana atau tim yang akan terlibat dalam program abdimas serta maping lokasi yang akan menjadi sasaran keluarga binaan. Pendampingan keluarga yang dilakukan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat untuk mengetahui sejauh mana mampu melakukan perawatan diri terutama pada lingkup keluarga. Pengkajian profil kesehatan dan status kemandirian dilakukan untuk memberikan kontribusi ke keluarga untuk memberikan informasi tentang kemampuan perawatan diri klien/keluarga. Sehingga keluarga memahami tentang kebutuhan perawatan diri dan menilai kemampuan melakukan perawatan diri/keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga dan melakukan pencegahan penyakit.