Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Suami Pasangan Usia Subur Dengan Minat Suami Mengikuti Metode Operatif Pria (MOP) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kertosono Kabupaten Nganjuk Tahun 2018 Joeliatin
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Metode operasi metode sterilisasi pria adalah dengan cara mengikat saluran sperma (vas deferens) pria. Yang memakai MOP adalah 0,25%, ini menunjukkan bahwa partisipasi suami dalam mengikuti MOP masih sangat kecil. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pendidikan Hubungan suami Pasangan Usia subur dengan minat suami mengikuti MOP. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat Cross Sectional. Sampel diambil dengan teknik Simple Random Sampling dari Pasangan Suami Istri Subur 524 diperoleh sampel sebanyak 84 responden. Cara menggunakan pengumpulan data formulir pertanyaan dengan cara melakukan penelitian di pintu ke pintu. Analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan pasangan Suami Usia subur maka semakin tinggi minat untuk menggunakan MOP. Hasil tes SPSS menunjukkan bahwa nilai p <α (0,05) yang merupakan persyaratan penolakan H0 dan H1 diterima. Jadi ada pendidikan tingkat tertinggi suami Pasangan Usia subur dengan minat suami mengikuti MOP. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan suami dengan Pasangan Usia Subur dengan minat suami mengikuti Metode Operatif untuk pria. Saran komunitas diharapkan semakin menambah pengetahuan tentang kontrasepsi pel terutama pasangan usia subur kepada suami. Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, MOP, Minat
Suami Pasangan Usia Subur Dengan Minat Suami Mengikuti Metode Operatif Pria (MOP) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kertosono Kabupaten Nganjuk Tahun 2018 Joeliatin
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.695 KB)

Abstract

ABSTRAK Metode operasi metode sterilisasi pria adalah dengan cara mengikat saluran sperma (vas deferens) pria. Yang memakai MOP adalah 0,25%, ini menunjukkan bahwa partisipasi suami dalam mengikuti MOP masih sangat kecil. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pendidikan Hubungan suami Pasangan Usia subur dengan minat suami mengikuti MOP. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat Cross Sectional. Sampel diambil dengan teknik Simple Random Sampling dari Pasangan Suami Istri Subur 524 diperoleh sampel sebanyak 84 responden. Cara menggunakan pengumpulan data formulir pertanyaan dengan cara melakukan penelitian di pintu ke pintu. Analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan pasangan Suami Usia subur maka semakin tinggi minat untuk menggunakan MOP. Hasil tes SPSS menunjukkan bahwa nilai p <α (0,05) yang merupakan persyaratan penolakan H0 dan H1 diterima. Jadi ada pendidikan tingkat tertinggi suami Pasangan Usia subur dengan minat suami mengikuti MOP. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan suami dengan Pasangan Usia Subur dengan minat suami mengikuti Metode Operatif untuk pria. Saran komunitas diharapkan semakin menambah pengetahuan tentang kontrasepsi pel terutama pasangan usia subur kepada suami. Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, MOP, Minat
PENGEMBANGAN EDUKASI BERBASIS KONSELING UNTUK MENGURANGI GANGGUAN POLA MENSTRUASI PADA AKSEPTOR IMPLANT Joeliatin; Binti Asrofin
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 3 (2026): JULY 2026 (INPRESS)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i3.466

Abstract

The use of implant contraception may cause side effects such as menstrual cycle disturbances, including spotting, amenorrhea, and irregular bleeding. Counseling-based education is needed to improve acceptors’ understanding in managing these side effects. This study aims to determine the effect of counseling-based education on menstrual cycle disturbances among implant contraceptive acceptors. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 30 implant contraceptive acceptors selected using a purposive sampling technique. The intervention was carried out through counseling-based education, and measurements were taken using questionnaires before (pretest) and after (posttest) the intervention. Data analysis was performed using a paired t-test with a significance level of 0.05. The results showed that the mean score of menstrual cycle disturbances before the intervention was 79.03 and decreased to 66.70 after the intervention. The paired t-test results obtained a t-value of 89.108 with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of counseling-based education on reducing menstrual cycle disturbances among implant acceptors. Counseling-based education was proven to be effective in reducing menstrual cycle disturbances among implant contraceptive acceptors.