Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Model Penerapan Akuntansi Aset Desa: Mengurai Kompleksitas Permendagri No 1/2016 Safira, Finna Dian; Amalia, Firda Ayu; Wicaksono, Agung Prasetyo Nugroho
JRAP (Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan) Vol. 11 No. 1 (2024): Januari - Juni
Publisher : Magister Akuntansi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35838/jrap.2024.011.01.02

Abstract

The purpose of this research is to analyze accounting records on village asset management based on Permendagri Number 1 of 2016 in Sendangagung Village, Plaosan District, Magetan Regency which discusses 12 (twelve) indicators of village asset management. This research uses qualitative research with a direct case study on the Sendangagung Village Government as a research object as well as an internship place from researchers where data is obtained through interviews and documentation. The results of the study stated that accounting records in asset management have not been carried out properly and optimally, where there are still some indicators that are not in accordance with the established regulations. The obstacle faced by the village is the lack of human resources so that the entrepreneurship process is not optimal other than that the asset inventory has not been carried out optimally. Efforts that can be made by the Village Government are the recruitment of experts who can help recording and reporting that cannot be done optimally by the device as well as the procurement of fostering the use of SIPADES by the District or Regency.
Tekanan Institusional dalam Praktik Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sofyani, Hafiez; Rozi, Hanif Fahror; Amalia, Firda Ayu
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 4 No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v4i2.3567

Abstract

AbstractMany cases of corruption in the Village Owned Enterprises (BUMDes) require good governance implementation to mitigate the potential for corruption or other forms of fraud within the BUMDes entity. While research related to good governance in BUM-Des, there is still minimal access to the day. This study aims to explore the extent to which the practices of good governance principles include: accountability, transparency, responsiveness and community participation have been institutionalized in the management of BUMDes. The research location was conducted in the scope of the Special Region of Yogyakarta involving four BUMDeses. This study uses a descriptive qualitative approach with the method of data collection in the form of interviews with Directors and Staff of BUMDes, village heads, and the community. The results of this study indicate that the implementation of accountability, transparency, responsiveness and community participation in the management of BUMDes in Yogyakarta is more due to normative pressure than coercive or mimetic. Therefore, the implementation of good governance has run quite well even though several indicators of four good governance principles have not yet been fulfilled by some BUMDeses.Keywords: Village-Owned Enterprise (BUMDes); Accountability; Participation; Responsiveness; Governance; Transparency.Abstrak Banyaknya kasus korupsi di entitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menuntut adanya implementasi tata kelola yang baik guna memitigasi potensi korupsi atau bentuk kecurangan lainnya di dalam entitas BUMDes. Sementara penelitian terkait tata kelola yang baik di BUMDes, masih minim mendapatkan perhaTian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana praktik prinsip-prInsip tata kelola yang baik meliputi: akuntabilitas, transparansi, responsivitas serta partisipasi masyarakat telah diinstitusionalisasikan dalam pengelolaan BUMDes. Lokasi penelitian dilakukan di lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta dengan melibatkan empat BUMDes. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode koleksi data berupa wawancara kepada Direktur dan Staff BUMDes, kepala Desa, dan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukan Bahwa institutionalisasi akuntabilitas, transparansi, responsivitas dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan BUMDes yang ada di Yogyakrta lebih dikarenakan tekanan normative ketimbang koersif atau mimetik. Karenanya, implementasi tata kelola yang baik talah berjalan cukup baik meskipun beberapa indikator empat prinsip tata kelola yang baik masih belum dipenuhi oleh beberapa BUMDes.Kata kunci: Badan Usaha Milik Desa (BUMDes); Akuntabilitas; Partisipasi; Responsivitas; Tata kelola; Transparansi.
Pelaporan Keuangan Berbasis Excel untuk Meningkatkan Kualitas Informasi Keuangan SMP Muhammadiyah 1 Kota Malang Amalia, Firda Ayu; Oktavendi, Tri Wahyu; Nur, Thoufan
Jurnal Terapan Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jteb.v4i1.9019

Abstract

Sebuah organisasi dapat menunjukkan akuntabilitas dan transparansinya melalui laporan keuangan yang disajaikan. Prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum seharusnya diimpelemtasikan pada proses pelaporan keuangan. Hal ini dimasudkan agar pengguna laporan keuangan dapat secara mudah menemukan informasi keuangan yang mereka butuhkan. Namun faktanya, penerapan prinsipprinsip akuntansi ini belum diimplementasikan pada semua organisasi. Dengan kata lain, kualitas laporan keuangan yang disajikan belum maksimal. Program pengabdian terkait pelaporan keuangan berbasis excel didasarkan dari permintaan mitra kepada tim pengabdi. Muhasa sebagai mitra mengeluhkan bahwa proses pelaporan keuangan masih bersifat manual dan memiliki beberapa kelemhan. Diantaranya adalah proses pelaporan keuangan belum terintegrasi, sering terdapat salah input yang dikarenakan kode akun yang belum terstandar dan tidak terdapat pengendalian atau koreksi ketika terjadi salah ketik angka maupun nama akun. Berdasarkan hasil analisa awal, tim pengabdi bersama mitra bersepakat untuk menyelsaikan permsalahan rendahnya kualitas pelaporan keuangan melalui beberapa tahap. Tahap pertama yaitu melakukan survei awal untuk mengidentifkasi permasalahan dan menemukan solusi bersama mitra. Tahap selanjutnya adalah pendampingan dengan melakukan praktik langsung terhadap program excel untuk proses pelaporan keuangan.Kata kunci: Pelaporan Keuangan, Kualitas Informasi, Laporan Keuangan, SMP Muhammadiyah.
Pendampingan Inventarisasi Aset Sekolah Dasar Muhammadiyah 6 Malang Oktavendi, Tri Wahyu; Amalia, Firda Ayu; A., Ach. Syaiful Hidayat
Jurnal Terapan Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jteb.v5i1.11199

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam proses inventarisasi aset di SD Muhammadiyah 6 Kota Malang. Inventarisasi aset merupakan langkah penting dalam manajemen sekolah untuk memastikan semua aset tercatat dengan baik dan dapat dikelola secara optimal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi tentang pentingnya inventarisasi aset, pelatihan penggunaan aplikasi inventarisasi, dan pendampingan langsung dalam proses pencatatan aset. Hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan akurasi data aset sekolah, memudahkan proses pelaporan, dan mendukung pengelolaan aset yang lebih efektif. Dengan demikian, SD Muhammadiyah 6 Kota Malang dapat mengoptimalkan penggunaan aset sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dan operasional sekolah secara keseluruhan.
Pendampingan manajemen tata kelola BUMDes Jatisari, Kecamatan Pakisaji Novi Primita Sari; Firda Ayu Amalia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32360

Abstract

Abstrak Dalam pengabdian ini yang bertindak sebagai mitra adalah pemerintah Desa Jatisari dengan dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai tim pengabdi. Terdapat beberapa permasalahan yang dikeluhkan oleh mitra diantaranya BUMDesnya sudah terbentuk namun tidak aktif, minimnya sumber daya manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan terkait pengelolaan BUMDes. Permasalahan berikutnya adalah produk unggulan desa yaitu buah durian masih belum dipasarkan secara luas, masih terbatas pada masyarakat sekitar Desa. Dari beberapa permsalahan tersebut, tim pengabdi bersama mitra menyepakati untuk menyelesaikan permasalahan tidak aktifnya BUMDes yang sudah terbentuk. Tujuan dilakukannya pengabdian ini adalah melakukan revitasasi BUMDes Jatisari agar terbentuk manajemen tata kelola yang efektif. Metode yang digunakan adalah FGD dan sosialisasi serta pendampingan revitalisasi BUMDes. Tahap pertama dilakukan proses Focus Group Discussion (FGD) dengan perwakilan dari pengelola BUMDes yang lama, perangkat desa, perwakilan anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) dan perwakilan dari masyarakat. Setelah dilakukan FGD, tim pengabdi melakukan sosialisasi terkait revitalisasi dan manajemen tata kelola BUMDes yang dilakukan di Balai Desa Jatisari. Tidak berhenti pada proses sosialisasi saja, tim pengabdi terus melakukan pendampingan pada mitra dengan melibatkan mahasiswa dari program pengabdian kepada masyarakat (PMM) UMM. Hasil pengabdian berupa pengaktifan kembali BUMDes Jatisari, penyusunan struktur organisasi pengelola baru BUMDes dan pemilihan jenis usaha BUMDes. Kata Kunci: BUMDes; BUMDes Jatisari; revitalisasi; tata kelola. Abstract In this community service, the partners are the Jatisari Village apparatus with lecturers from the University of Muhammadiyah Malang (UMM) as the community service team. There are several problems complained by the partners, including the BUMDes having been established but being inactive, the lack of human resources (HR) who have knowledge related to BUMDes management. The next problem is that the village's superior product, namely durian, has not been widely marketed, still limited to the community around the village. From these several problems, the community service team and partners agreed to resolve the problem of the inactivity of the BUMDes that have been formed. The purpose of this community service is to revitalize the Jatisari BUMDes to form effective governance management. The methods used are FGD and socialization and mentoring for BUMDes revitalization. The first stage was a Focus Group Discussion (FGD) process with representatives from the old BUMDes management, village apparatus, representatives of Village Representative Body (BPD) members and representatives from the community. After the FGD, the community service team conducted socialization regarding the revitalization and management of BUMDes governance which was carried out at the Jatisari Village Hall. The community service team, which didn't stop at outreach, continued to mentor partners by involving students from UMM's Community Service Program (PMM). The results of the service included the reactivation of the Jatisari Village-Owned Enterprise (BUMDes), the development of a new organizational structure for managing the BUMDes, and the selection of the BUMDes business type. Keywords: BUMDes; BUMDes Jatisari; revitalization; governance.