Andika Vinianto
Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Riset aksi partisipatif: Festival kebudayaan menghadapi intoleransi Justito Adiprasetio; Andika Vinianto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2117.224 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v8i1.19914

Abstract

Indonesia saat ini mengalami ancaman gelombang intoleransi yang memprihatinkan, berbagai fakta lapangan seperti penyerangan tokoh agama, rumah ibadah dan berbagai persekusi, serta studi-studi pendahulu menunjukkan permasalahan tersebut. Mengacu pada strategi yang diterapkan oleh UNESCO, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melawan gejala intoleransi yaitu dengan meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan berbasis multikulturalitas dan pluralisme, peningkatan kesadaran individu dan solusi lokal lain yang bersifat akar rumput. Ketiganya dapat dirangkum melalui pengadaan kegiatan kebudayaan: festival. Festival di berbagai negara, kerapkali digunakan untuk menanamkan nilai-nilai keberagaman: multikulturalisme dan pluralisme. Studi ini dengan menggunakan metodologi riset aksi partisipatif dan dikombinasikan dengan etnografi berupaya untuk menyusun pilot-project festival yang mempromosikan semangat toleransi. Partisipan dari penelitian ini adalah 600 mahasiswa yang berasal dari 5 program studi di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Universitas Padjadjaran, yang sebelumnya telah mendapatkan mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival kebudayaan adalah sarana yang tepat untuk mengembangkan visi multikulturalisme dan pluralisme sekaligus menggeser narasi-narasi esensialisme kebudayaan. Riset ini membuktikan bahwa festival secara spesifik dapat ditargetkan untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi, apabila memang partisipannya dilibatkan secara utuh dan berkesinambungan. Keberhasilan penyelenggaraan festival kebudayaan di Fikom menjadi jawaban dan pengejawantahan bahwa sangat mungkin festival-festival sejenis dapat diselenggarakan di tempat lain dengan tujuan yang sama, dan terutama menyasar generasi muda.
KONSTRUKSI MEDIA ATAS KONDISI FISKAL APBN KUARTAL I 2025: ANALISIS FRAMING GAMSON DAN MODIGLIANI PADA SEGMEN BISNIS YOUTUBE KOMPAS TV Nadjwa Dwi Yulianita; Andika Vinianto; M. Z. Al-Faqih
RELASI Vol 6 No 03 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i03.2842

Abstract

Keterlambatan realisasi APBN Januari–Februari 2025 serta munculnya defisit fiskal pada awal tahun menjadi perhatian publik dan media. Kompas TV sebagai media arus utama turut memberitakan isu tersebut melalui segmen bisnis di platform YouTube. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana Kompas TV membingkai pemberitaan mengenai kondisi fiskal APBN Kuartal I 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Gamson dan Modigliani terhadap dua video pemberitaan Kompas TV yang membahas keterlambatan realisasi APBN dan defisit fiskal pada Januari – Februari 2025. Data dianalisis melalui perangkat framing devices dan reasoning devices. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas TV membingkai kondisi fiskal APBN Kuartal I 2025 sebagai situasi yang berada dalam tekanan dan ketidakpastian. Pemberitaan menekankan isu transparansi fiskal, penurunan penerimaan negara, dan defisit APBN melalui penggunaan catchphrases, depiction, exemplaar, dan visual images. Narasi sebab-akibat yang dibangun menempatkan keterlambatan realisasi APBN, manuver anggaran pemerintah, dan penurunan penerimaan negara sebagai akar permasalahan. Sementara, ketidakpastian pasar saham, kepercayaan publik, dan tekanan ekonomi nasional dikonstruksi sebagai konsekuensinya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kompas TV tidak hanya menyampaikan informasi fiskal, tetapi juga mengonstruksi makna terkait kondisi fiskal yang berada dalam tekanan dengan menempatkan transparansi fiskal sebagai faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik, investor, dan stabilitas ekonomi nasional.