Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Daya Tahan Parahyangan TV Sumedang Sebagai TV Lokal Di Tengah Perkembangan Digital Ade Nasihudin Al Ansori; Andika Vinianto
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 2 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v3i2.23793

Abstract

Menjamurnya lembaga penyiaran di daerah tentunya harus disertai kemampuan media dalam mempertahankan keberadaannya. Mengingat persaingan yang tinggi tidak hanya antar media lokal tapi juga media swasta nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi manajemen PAR TV dalam mempertahankan eksistensinya sehingga mereka menjadi salah satu media lokal yang tetap aktif hingga kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik deskriptif. Objek penelitian adalah stasiun TV lokal di Sumedang, Parahyangan TV (PAR TV). Hasil penelitian ini adalah, strategi bisnis yang digunakan PAR TV adalah (1) fokus terhadap konten kearifan lokal, (2) melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah, (3) meningkatkan kualitas siaran dengan melakukan pelatihan rutin terhadap karyawan, (4) menjalin komunikasi yang baik dengan pusat, dan (5) menentukan target-target yang harus dicapai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi utama yang dilakukan PAR TV berupa pemfokusan pada program dengan konten bermuatan seni, budaya, dan kearifan lokal.
Riset aksi partisipatif: Festival kebudayaan menghadapi intoleransi Justito Adiprasetio; Andika Vinianto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2117.224 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v8i1.19914

Abstract

Indonesia saat ini mengalami ancaman gelombang intoleransi yang memprihatinkan, berbagai fakta lapangan seperti penyerangan tokoh agama, rumah ibadah dan berbagai persekusi, serta studi-studi pendahulu menunjukkan permasalahan tersebut. Mengacu pada strategi yang diterapkan oleh UNESCO, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melawan gejala intoleransi yaitu dengan meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan berbasis multikulturalitas dan pluralisme, peningkatan kesadaran individu dan solusi lokal lain yang bersifat akar rumput. Ketiganya dapat dirangkum melalui pengadaan kegiatan kebudayaan: festival. Festival di berbagai negara, kerapkali digunakan untuk menanamkan nilai-nilai keberagaman: multikulturalisme dan pluralisme. Studi ini dengan menggunakan metodologi riset aksi partisipatif dan dikombinasikan dengan etnografi berupaya untuk menyusun pilot-project festival yang mempromosikan semangat toleransi. Partisipan dari penelitian ini adalah 600 mahasiswa yang berasal dari 5 program studi di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Universitas Padjadjaran, yang sebelumnya telah mendapatkan mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival kebudayaan adalah sarana yang tepat untuk mengembangkan visi multikulturalisme dan pluralisme sekaligus menggeser narasi-narasi esensialisme kebudayaan. Riset ini membuktikan bahwa festival secara spesifik dapat ditargetkan untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi, apabila memang partisipannya dilibatkan secara utuh dan berkesinambungan. Keberhasilan penyelenggaraan festival kebudayaan di Fikom menjadi jawaban dan pengejawantahan bahwa sangat mungkin festival-festival sejenis dapat diselenggarakan di tempat lain dengan tujuan yang sama, dan terutama menyasar generasi muda.