Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

RUANG KESEHARIAN SEBAGAI REPRESENTASI IDENTITAS Saputra, Sandi Jaya
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1829.637 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v5i1.8706

Abstract

Dalam penelitian ini penulis membedah keseharian ruang personal dengan mengunakan medium fotografi, yaitu objek kamar kos penulis. Tujuannya adalah untuk merepresentasikan identitas dan ruang penulis dari realitas keseharian, lalu menghubungkannya dengan narasi modernitas. Identitas dalam ruang dibentuk oleh struktur dan superstruktur, struktur dipahami sebagai sesuatu hal yang remeh temeh tapi material, yakni benda-benda keseharian yang akrab dengan penulis, sementara super struktur dipahami sebagai wacana yang ideologis dan abstrak, sebagai penggambaran dari ruang ketiga seperti kusen, tembok dan lainnya.  Dalam membedah identitas dan ruang ketiga, serta hubungannya dengan struktur dan super struktur, penulis menggunakan pendekatan foto dokumenter. Pendekatan ini diyakini sebagai cara yang paling tepat, karena dalam foto dokumenter mampu mengurai indeks akan sebuah realita mengenai keseharian dalam kamar kos penulis. Dalam penelitian ini, penulis menunjukan relasi praktik keseharian yang remeh temeh dengan wacana besar modernitas. Atas kondisi tersebut, diharapkan adanya proses nyata yang saling berhubungan antara penulis dengan medium fotografi dan masyarakat.
Kekuatan Visual dalam Mendisiplinkan Khalayak di Masa Pandemi Covid-19 Sandi Jaya Saputra
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 2 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i2.27811

Abstract

Dalam artikel ini, penulis membedah dua foto yang dimuat oleh dua media massa dengan menggambarkan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Dua foto tersebut berperan sebagai pintu masuk untuk melihat posisi budaya visual Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19, budaya visual disini dilihat dari pendekatan media massa menggunakan fotografi sebagai representasi Indonesia. Fotografi bukan hanya mengedepankan aspek indah, melainkan mampu menggambarkan kompleksitas, problematika sekaligus membuka ruang diskusi dan bagaimana memahami daya kebudayaan Indonesia. Artikel ini tidak dalam tujuan memiliki pretensi untuk menyederhanakan bahkan memotong lompatan budaya visual Indonesia, namun bagaimana mendudukkan kesadaran penuh yang dimiliki khalayak dalam menghadapi sebuah “bencana”. Pada titik ini, penulis berusaha untuk membongkar makna mitos pada dua foto yang akan di bongkar. Tujuan penulis adalah untuk memperlihatkan kompleksitas dari permasalahan kultural, khususnya yang bersangkutpaut dalam budaya visual, dengan meminjam dua foto yang diambil dari media massa. Dua foto tersebut dipilih atas dasar mampu menghadirkan ulang realitas Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. Artikel ini menggunakan semiologi Barthesian. Tujuannya adalah untuk mengupas bagaimana sebuah visual memiliki daya gempur indrawi dengan kekuatannya yang mampu menentukan perilaku khalayak. Dalam artikel ini, penulis memaparkan relasi praktik fotografi dengan wacana pandemi Covid-19 di Indonesia yang bersifat produktif atau bisa jadi kontraproduktif. Penelitian ini ingin menunjukkan bahwa visual, dalam hal ini fotografi merupakan salah satu medium dalam bentuk tanda yang di dalamnya memiliki ideologi, sebagai sumbangsih pemikiran untuk pemerintah agar melek dalam memaksimalkan medium, dalam hal ini fotografi.
TAMAN SEMPUR DAN RUANG PUBLIK: Analisis Geo-Semiotik dan Etnografi Justito Adiprasetio; Sandi Jaya Saputra
Jurnal Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2018): VOLUME 13 NO 1 OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol13.iss1.art2

Abstract

Since 2016, Public Park in Indonesia, particularly in West Java has significantly been revitalized. Taman Sempur is one of public parks located in West Java that spent about Rp 2.2 billion for its revitalization process. That massive amount was poured out in order to develop public space for the community. Taman Sempur is a compound where Taman Kaulinan, Taman Skateboard, Taman Ekspresi, big pedestrian and few sports facilities with its own specific functions stand. This research, that applied the combination of geo-semiotic and ethnographic analysis, attempted to observe how meaningful Taman Sempur as urban public space for the community through public space and public sphere approaches. The existing modality indicates that the community have certain attention to participate in Taman Sempur as public space, with some of its flaws in material dimension aspect. At the same time, public sphere nuances still vaguely felt, considering the community’s awareness were not full and even due to habitus individual conflict while becoming part of the “public”.Keywords: Taman Sempur, Urban Public Space, Public Sphere, Geo-Semiotic
Proses review film-film Indonesia oleh komunitas film Cine Crib Sandi Jaya Saputra
ProTVF Vol 5, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v5i2.34687

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai proses Cine Crib dalam me-review film-film Indonesia. Cine Crib adalah komunitas film dengan jumlah subscribers YouTube tertinggi (216.000), yang digawangi Aria Gardhadipura, atau yang biasa dipanggil Aria. Kepopuleran Cine Crib saat ini tidak berbanding lurus dengan pemahaman khalayak terkait apa itu review, essay dan kritik film. Melalui penelitian ini, khalayak diharapkan mampu mendapatkan sebuah rujukan yang komprehensif dalam konteks review film. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan empat aspek proses review film-film Indonesia oleh Cine Crib, yaitu: (1) Bagaimana proses Cine Crib sebagai komunitas menentukan film yang akan di-review; (2) Bagaimana menentukan reviewer film; (3) Kaidah apa yang dipakai dalam me-review; dan (4) Bagaimana proses kurasi material video review yang memenuhi standar Cine Crib. Metode deskriptif kualitatif menjadi dipilih untuk memberikan pondasi dari semua tahapan yang dirancang berurut mengenai apa itu review film. Secara teoretis, penulis menggunakan pendekatan Planning, Organizing, Actuating dan Controlling (POAC) yang dicangkokkan dalam penelitian ini untuk melihat apakah Cine Crib bekerja secara terstruktur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kajian dokumen, wawancara dan observasi. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini antara lain: (1) Tidak ada tema khusus dalam me-review film, karena reviewer film diberikan kebebasan sesuai dengan ketertarikan masing-masing; (2) Aria selaku editor dan bisa dikatakan “kurator” tidak menentukan reviewer film; (3) Cine Crib memodifikasi teori umum dalam mengkaji atau mengkritik film sesuai kebutuhan dan kenyamanan reviewer film; dan (4) Aria menentukan proses editing dan kurasi material video review.
RUANG KESEHARIAN SEBAGAI REPRESENTASI IDENTITAS Sandi Jaya Saputra
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1829.637 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v5i1.8706

Abstract

Dalam penelitian ini penulis membedah keseharian ruang personal dengan mengunakan medium fotografi, yaitu objek kamar kos penulis. Tujuannya adalah untuk merepresentasikan identitas dan ruang penulis dari realitas keseharian, lalu menghubungkannya dengan narasi modernitas. Identitas dalam ruang dibentuk oleh struktur dan superstruktur, struktur dipahami sebagai sesuatu hal yang remeh temeh tapi material, yakni benda-benda keseharian yang akrab dengan penulis, sementara super struktur dipahami sebagai wacana yang ideologis dan abstrak, sebagai penggambaran dari ruang ketiga seperti kusen, tembok dan lainnya.  Dalam membedah identitas dan ruang ketiga, serta hubungannya dengan struktur dan super struktur, penulis menggunakan pendekatan foto dokumenter. Pendekatan ini diyakini sebagai cara yang paling tepat, karena dalam foto dokumenter mampu mengurai indeks akan sebuah realita mengenai keseharian dalam kamar kos penulis. Dalam penelitian ini, penulis menunjukan relasi praktik keseharian yang remeh temeh dengan wacana besar modernitas. Atas kondisi tersebut, diharapkan adanya proses nyata yang saling berhubungan antara penulis dengan medium fotografi dan masyarakat.
Arif Hidayah’s Authorship in the “Memories of Home” Sandi Jaya Saputra
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 6, No 2 (2023): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v6i2.43029

Abstract

Authorship is an attitude of a creative worker, which in this context is a photojournalist that can develop over time. In this study, researchers examine the form of ideas that exist in Arif Hidayah in visualizing the Tamansari community with the title “Memories of Home”. This study aims to determine the form of Arif Hidayah’s authorship in terms of aesthetic competence, personal implications and the meaning of Arif Hidayah himself in understanding substance. The researcher used qualitative research methods with an authorship case study approach. Data collection was carried out through in-depth interviews, observation and literature studies. The results showed that, (1) Arif Hidayah chose the type of composition, lighting and display in accordance with Arif Hidayah’s personal ideas, (2) Arif Hidayah’s personality has implications for creating the subject’s background within the scope of education, work, family and interests that is in Arif Hidayah to visualize the Tamansari community as a victim of eviction, (3) All meanings in visualizing the Tamansari community, Arif Hidayah always keeps the meaning in terms of the understanding that exists in Arif Hidayah, (4) The idea in Arif Hidayah’s photo project is the connection between his background ideas and Arif Hidayah’s mastery of the technical aspects of photography itself. These aspects are interconnected because Arif Hidayah’s imagination regarding the Tamansari community is based on memories and memories of his past, which are unconsciously conveyed through journalistic photography techniques in the “Memories of Home” project.