Peternakan jangkrik di Desa Mulyo Agung Kabupaten Malang berkembang pesatmenjadi 20 peternak ini dikarenakan modal awal yang murah yaitu Rp. 55.000,-dengan perincian pembelian bibit (telur) satu sendok (2.000 butir) dan pakan sampaipanen sebesar Rp. 15.000,- dan investasi kandang Rp. 40.000,-. Sementara hasilpanen pemeliharaan jangkrik clondo selama 45 – 50 hari memperoleh hasil Rp. 45,-- Rp. 50,- per clondo.Tujuan dari kegiatan ini memberikan rekayasa teknologi berupa penerapansistem ekstruksi dalam penanganan pemanasan biji-bijian, bungkil-bungkilan, limbahpertanian, peternakan dan industri sebagai bahan baku konsentrat berkualitas tinggiyang berguna untuk pertumbuhan dan umur panen clondo.Kegiatan yang dilakukan adalah membuat konsentrat dari bahan baku konsentratdengan sistem ekstruksi. Alat yang digunakan adalah oven yang mempunyai alatpengatur suhu. Bahan baku dimasukkan oven dengan suhu 120 0 C selama 20 detiklalu dikeluarkan, kemudian digiling dan dicampur menjadi konsentrat. Sebagaitempat percontohan dan uji coba adalah jangkrik milik Bapak Dahlan Musa.Evaluasi dilakukan dengan melihat umur panen setelah diberi pakan yang sudahdiolah dengan sistem ekstruksi, dan pada umur 45 – 50 hari dipanen pada waktumenjadi clondo yaitu jangkrik yang belum punya sayap yang keras sehingga dapatmengerik. Diharapkan panen dapt dipercepat sampai dengan umur 30 – 38 hari.Peningkatan kualitas pakan metode ekstruksi dapat meningkatkan bobot badanjangkrik. Kualitas pakan dengan sistem ini belum tepat diberikan pada jangkrik umurlebih 20 hari. Sistem ini berdampak positif pada jangkrik sampai pada umur 20 hariyang meliputi efisiensi penggunaan pakan tinggi (konsumsi rendah) dan konversipakan yang rendah.